Selasa, 15 April 2014

Kingdom Be Established - Leo Mahanaim

Kingdom Be Established
Lirik:

Verse:
Kerajaan Tuhan ditegakkan..
Gunung-gunung sudah ditaklukkan..
Bangsa-bangsa tunduk dibawah kakiNya..
Semua makhluk berlutut menyembah..
Semua lidah mengaku Yesus Raja..

Chorus:
Thy kingdom be established..
His glory reign..
Splendor majesty is the Lord..
We give You all our praise..

Thy kingdom be established..
Thy will be done..
Heaven bow down before Your throne..
All the earth give their crowns..
Thy kingdom be established..

Bridge:
Engkau anak Allah yang Maha Tinggi..
Diurapi jadi raja bangsa-bangsa..
KepadaMu semua bertekuk lutut..
Menyembah dan menyerahkan segalanya..

Yesus menerbitkan masa yang baru..
Yesus menuliskan sejarah yang baru..
Kemuliaan, kehormatan, kejayaan..
Jadi bagian kami raja-rajaMu..


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Berjalanlah Bersamaku (VOD - Gospelosophy)

VOD (Verse of The Day)
ALBUM: GOSPELOSOPHY

Judul: Berjalanlah bersamaku
Lirik:

Verse:
Hatiku percaya..
Pada FirmanMu, pada janjiMu..
Jiwaku berserah..
MenantikanMu, mengharapkanMu..

Datanglah Tuhan..
Jamahlah hidupku..
Nyatakan kerinduanMu..
Ku mau hidup untukMu..

Reff:
Berjalanlah bersamaku..
Tuntun setiap langkahku..
Ku ingin mengasihiMu..
MenyenangkanMu dengan s'luruh hidupku..

Bertahtalah di hatiku..
Ajarku mengenalMu..
Biar hidupku memuliakanMu..
MengagungkanMu.. S'lamanya..
(Seumur hidupku)

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Sion, 15 April 2014

Sion, 15 April 2014
By: Ev. Yusak Tjipto

Di dalam kenyataan, faktanya, dimana ada bulan merah seperti darah, dan ada gerhana matahari, itu adalah tanda-tanda.. Selama ini, Tuhan selalu memberi tanda-tanda di langit. Contoh ketika Yosua perang, mereka belum menyelesaikan musuhnya, Yosua bahkan meminta Tuhan agar matahari tetap, dan akhirnya matahari tetap ada selama 22 jam.

Di dalam kehidupan ini, terutama hari-hari terakhir ini, kalau engkau perhatikan dan engkau membaca alkitab, engkau harus memperhatikan keitka Bangsa Israel akan masuk ke Kanaan, setan tidak tinggal diam, mereka akan berbuat berbagai macam cara agar bangsa Israel jatuh, sehingga janji Tuhan itu menjadi mundur dan belum akan diterima, contohnya ketika di padang gurun, janji Tuhan mundur hingga 40 tahun.

Kita tidak dapat hidup dengan cara berpikir kita yang lama. Kita harus berubah, harus singkirkan segala pikiran kita ang ragu-ragu, kecewa, hidup menurut pikiran sendiri, itu harus disingkirkan, karena waktunya sudah sangat singkat!

"Ngucap Syukur".. Sangat mudah untuk mengucap syukur ketika kita sedang berhasil, ketika keinginan kita terjadi, ketika semuanya yang terjadi itu yang menyenangkan.. Namun bagaimana ketika mengalami yang tidak enak, kecewa, dll? Kalau tidak bisa mengucap syukur, itu artinya engkau kurang percaya! Di dalam keadaan kritis sekalipun, doa, tanya Tuhan apa yang harus engkau lakukan..

Berterima kasih.. Jangan berpikir ketika engkau berterima kasih, semuanya dilepaskan.. TIDAK! Tuhan punya ukuran untuk setiap masing-masing kita.. Bukan berarti ketika engkau mengucap syukur, engkau langsung lepas dari masalah.. Jangan kamu kira kalau engkau sudah nurut apa yang Tuhan suruh pun kelepasan atau kemenangan itu langsung terjadi, tapi Tuhan akan menunggu hingga engkau menyentuh batas / ukuran yang Tuhan tetapkan atas hidupmu masing-masing, dan ukuran atas tiap masing-masing pribadi itu tergantung dari Tuhan sendiri..

Maunya Tuhan itu tidak pernah bisa kita mengerti, tapi ketika kita sudah mengalami, sudah melihat kuasa Tuhan bekerja, baru kita bisa mengerti.. Seringkali ketika Tuhan mau kita melakukan sesuatu, kita tidak punya iman seperti rencanaTuhan itu, sehingga kita tidak bisa melakukan hal tersebut, karena kita hanya pintar dalam teori namun tidak bisa percaya seperti yang Tuhan ingini..

Banyak yang berpikir kalau Tuhan sudah berfirman, dan itu harus terjadi, cuma banyak yang tidak mengenal Tuhan sehingga bisa protes karena tidak tahu bagaimana caranya dan kapan Firman itu akan terjadi.
Kita itu harus menjadi hamba Tuhan, murid Tuhan Yesus, jangan terpengaruh oleh apa yang di sekitar kita. Seringkali kita tidak bisa diam ketika kita melihat orang lain, menjadi hakim.. Harusnya kita kembalikan semuanya lagi kepada Tuhan.. Banyak orang yang bertanya, "mana?" Ketika terjadi Blood Moon, akan terjadi sesuatu di dunia, cuma banyak yang meragukan "mana?", "apa", karena kita tidak tahu kapan dan apa yang akan terjadi, karena semuanya adalah rencana dan cara Tuhan. Yang penting kita tetap waspada dan berjaga-jaga, melekat dengan Tuhan, dan terus percaya kalau Tuhan yang berkenan kepada hidup kita, sehingga kita pasti akan diberi tahu Tuhan.. Segala sesuatunya hadapkan terus ke Tuhan..

Kita tidak boleh bertuankan mamon, tapi kita harus mempergunakan mamon.. Jangan menetapkan sesuatu dengan caramu sendiri.. Kita membutuhkan mamon dan kita pergunakan, tapi jangan kita membutuhkan mamon dan tunduk kepada mamon.. Hadapkan segala perkara bersama dengan Tuhan, karena Dia yang akan menetapkan langkah-langkahmu. Jangan seperti Yohanes Pembaptis, karena penderitaan di penjar, tidak ada yang memperhatikannya, dia ragu, hingga dia bertanya pada Yesus apakah Dia yang datang atau tidak?

Jangan kamu kecewa. Percayalah! Orang mati dibangkitkan, orang mati disembuhkan.. Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Tuhan.. Dia sanggup melepaskan kita! Kita wajib mengucap syukur karena kalau kita mengucap syukur,

Mazmur 50:23
23: Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."


Yang penting dengan Tuhan itu tulus dan jujur.. Mau berbuat dosa sekalipun, ngomong! Kalau engkau tidak minta pertolongan Kristus, tidak akan ada yang bisa menolong. Karakter kita itu sudah terlalu jelek, hancur, tapi seringkali kita berpikir "Masa mau berbuat dosa ngomong?", ada lagi yang "Aku sudah ngomong", tapi sebenarnya tidak dari segenap hatinya dia berkata, dan bukan karena kesadarannya kalau memang dia sangat butuh pertolongan Kristus.

Segala kejadian dalam hidupmu semuanya sudah diukur.. Semuanya tidak akan melebihi kekuatanmu, dan kalau engkau melekat ke Tuhan, Tuhan akan beri jalan keluar.. Jangan lepaskan pandanganmu dari Kristus.. Hidup kita sudah ditetapkan Tuhan..

Kita tidak perlu membela diri, tapi kita perlu menyatakan kalau kita takut akan Tuhan dan kita adalah pelaku Firman Tuhan.. Apapun yang terjadi, tidak perlu takut, karena engkau tidak sendiri, engkau bersama Yesus. Jangan bergantung kepada manusia, bahkan hamba Tuhan sekalipun, karena masuk surga tidak gandeng-gandengan. Mengucap syukur kalau engkau dipilih Tuhan!

Tidak perlu khawatir, kalau kita nurut, kita akan keluar dari kesukaran yang ada. Dalam kesakitan, kesulitan ekonomi, semuanya hadapkan ke Tuhan.. Jangan tergesa-gesa.. Ketika engkau mendengar berjaga-jaga, berdoa, caranya bagaimana? Ya baca alkitab, berdoa, mengucap syukur. Kalau engkau berkata, "aku kok tidak mendengar", berarti engkau kurang percaya! Yang penting engkau nurut, kalau engkau malam-malam terbangun pun itu bisa jadi cara Tuhan untuk membangunkanmu untuk berdoa.. Kalau engkau masih hidup dengan cara berpikirmu sendiri, hati-hati, engkau akan ketinggalan..

Percaya kalau Tuhan itu luar biasa, dan mengucap syukur.. Apapun yang terjadi, mengucap syukur.. Kalau engkau tidak mengucap syukur, kamu pusing sendiri, dan kamu bisa apa? Tidak bisa apa-apa juga! Lebih baik ngucap syukur, serahkan kepada Tuhan..


By: Ev. Nany Susanty

Karena anugrah Tuhan, kita pasti bisa ikuti jalan Tuhan, minta Tuhan paksa kita..

Mazmur 50:23
23: Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Mempersembahkan syukur sebagai korban ini  bagaimana? Sebenarnya aku tidak bisa mengucap syukur, karena itu sulit sekali, tapi engkau mau berkorban untuk memberi sesuatu dari diri kita yang "sakit", engkau mau mengucap syukur sekalipun itu sulit buat dagingmu..

Wahyu 9:4
4: Maka dikatakan kepadanya bahwa tiada boleh ia merusakkan rumput yang di bumi, atau barang tumbuh-tumbuhan, atau barang pohon kayu, melainkan hanya manusia yang tiada bermeterai Allah di dahinya.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah Blood Moon ini.. Nanti di rumah ambil minyak dan anggur yang dicampurkan, lalu buat huruf T di dahi, dan katakan:
Dalam nama Tuhan Yesus, Saya berdiri atas Firman Tuhan di Wahyu 9:4, apapun yang akan terjadi dan yang Engkau izinkan terjadi di kota ini dan Indonesia, karena saya sudah memakai materai Allah di dahi saya, saya akan terluput dari semua masalah yang akan terjadi dalam dunia ini, semua masalah yang diizinkan terjadi tidak akan menimpa hidup saya..

Punya iman dan percaya bahwa apa yang engkau lakukan akan terjadi, dan itu yang Tuhan mau.. Jangan bergantung dengan Hamba Tuhan.. Yang penting engkau percaya, karena kalau engkau tidak percaya, ya tidak akan jadi..

Sekalipun tidak cocok dengan hati kita, tetap pilih untuk mengucap syukur, dan engkau akan lihat hasil dariengkau mengucap syukur itu akan terjadi hal yang luar biasa..

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Sabtu, 12 April 2014

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 13 April 2014

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
13 APRIL 2014

By: Ps. Pendy Sofian
Bagaimana kita menghormati Tuhan itu yang akan menentukan bagaimana Tuhan memberi respect untuk hidupmu..

Hagai 1:6-9
6: Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
7: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
8: Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.
9: Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.

Kalau engkau membaca kitab Ezra, engkau akan melihat kapan Hagai menubuatkan mengenai hal ini.. Ezra 1 mencatat bahwa Raja Persia mengizinkan semua orang Yahudi kembali ke negaranya masing-masing, rata-rata nabi yang ada juga pulang ke tempatnya masing-masing.. Di Ezra 2 dikatakan siapa saja yang pulang, dll.. Ketika Ezra 3, mereka mulai membangun Bait Suci.. Di Ezra 4, ketika itu mereka mendapatkan perlawanan dari musuh mereka.. Mereka pulang karena disuruh Raja Koresh, dan awalnya mereka itu mau membangun Rumah Tuhan namun mereka disuruh pulang, namun ketika pembangunan itu baru dimulai mereka sudah mendapatkan perlawanan..

Mereka bukannya tidak ingin membangun rumah Tuhan, namun ketika itu mereka mendapatkan perlawanan. Kalau engkau mengalami hal seperti ini, engkau bisa jadi fokus dengan urusanmu sendiri dan dengan alasan: "Tuhan, bukannya aku tidak mau, aku mau, tapi karena ada perlawanan, ada ini itu, bla bla bla".. Kalau ada orang yang menentang, ada yang menghambat, dll ketika engkau mau membangun rumah Tuhan, "mezbah" untuk Tuhan, dan kalau engkau hingga akhirnya memiliki respon hati yang tidak lagi fokus untuk membangun Rumah Tuhan (baik secara fisik ataupun mezbah keluarga dll).. Namun ketika mereka mulai tidak fokus lagi, mereka mengalami yang di Hagai 1:6-9..

Di momen ketika engkau meninggalkan respon hati yang benar, dimana ketika engkau sudah mulai merasa tidak bisa melakukan apapun untuk membangun rumah Tuhan dan memilih mengurus urusanmu sendiri, cuek dengan urusan Tuhan karena merasa tidak bisa, merasa ada hambatan, dll, hati-hati, karena engkau bisa mengalami hal ini..

Solusi kalau engkau mengalami hal ini bagaimana? Hagai 1:8..
Hagai 1:8
8: Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

Bait Allah itu tempatnya bukan di pegunungan, tapi di dataran.. Tapi kenapa disuruh bawa kayu ke gunung? Kenapa tidak disuruh jual rumah, harta benda, dll dan bangun rumah Tuhan? Ketika pembangunan Bait Suci yang pertama, semua uangnya sudah didapatkan dari bangsa itu sendiri, dan ketika di masa Salomo pun semua uangnya sudah ada untuk membangun Bait Suci itu, dan di masa Hagai juga seperti itu. Pembangunan Bait Allah itu kebutuhan uangnya sudah ada di jemaat itu sendiri, sebenarnya bukan dari orang lain.
Zaman Hagai ini zaman yang cukup sulit, tidak seperti zaman Musa yang sempat menjarah dari bangsa Mesir, tidak juga seperti masa Daud dan Salomo.. Masa Hagai ini masa dimana mereka sedang "terjajah", namun mereka disuruh membangun Bait Allah.. Mereka tidak disuruh menjual ini itu, namun hanya disuruh membawa kayu

Hagai 2:7-10
7: Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
8: Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
9: Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
10: Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

Banyak yang cuma mengklaim janji ini agar harta orang fasik mengalir ke kita dll.. Hagai 2:7-10 ini bisa terjadi kalau Hagai 1:8 engkau lakukan.. Kalau engkau tidak bawa sesuatu ke rumah Tuhan, ya tidak akan bisa ini terjadi.. Tuhan itu selalu bekerja dengan terms of covenant, selalu ada harga yang harus engkau bayar.. Kalau engkau dalam masa krisis, mengalami masa yang tidak enak, lakukan seperti di Hagai 1:8, kalaupun engkau tidak bisa bawa emas ataupun perak, bawa apa yang engkau bisa bawa, kalau tidak punya uang pun beri tenagamu.. Mungkin tidak semua orang yang punya uang untuk menabur, tapi berikan tenagamu, beri apapun yang engkau bisa berikan, sekalipun bagi orang lain itu tidak berharga, tapi Tuhan itu memperhitungkan apa yang engkau beri tersebut.

Dalam krisis apapun dalam hidupmu, engkau pasti tetap memiliki sesuatu yang engkau bisa bawa di hadapan Tuhan. Tanpa engkau melakukan sesuatu, Tuhan tidak bisa melakukan sesuatu dalam hidupmu.. Tuhan kita memang Tuhan yang baik, tapi juga Tuhan tahu engkau harus lakukan sesuatu.. Tuhan tidak bisa menolongmu kalau engkau tidak membawa "kayu" di hadapan Tuhan.. Tuhan selalu berusaha agar engkau melakukan sesuatu sehingga Tuhan bisa melakukan apa yang Dia janjikan..

Hagai 2:10
10: Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

Mereka itu sangat membanggakan Bait Allah yang dibangun oleh Salomo.. Namun ini seperti hal yang mustahil, karena kita lihat seberapa lama Daud mengumpulkan emas, berapa banyak yang dipersembahkan Daud untuk membangun Bait Allah, berapa banyak emas, perak, cendana, dll yang digunakan untuk membangun Bait Allah, belum lagi bagaimana hikmat Salomo yang Tuhan beri dalam hidupnya.. Namun di zaman Hagai dikatakan kemuliaan Bait Suci ini lebih dari yang dibangun oleh Salomo, dan ini hal yang sepertinya mustahil, sepertinya tidak mungkin, karena mereka berada di masa penjajahan, dll.. Zaman Salomo itu Bait Suci dibangun dengan tenang, tidak ada peperangan, semua tersedia, namun ketika zaman Hagai itu Tuhan hanya menyuruh mereka untuk membawa kayu, dan sekalipun ini hal yang mustahil kalau kemuliaan bait Suci tersebut dibangun dan kemuliaannya melebihi yang dibangun Salomo, tapu kuncinya satu, yaitu bawa apa yang engkau bisa bawa di hadapan Tuhan, sisanya bagian Tuhan yang akan menggenapkan semuanya..

Apapun yang terjadi dalam hidupmu, jangan sampai engkau melewatkan pembangunan Bait Suci, pembangunan Rumah Tuhan.. Di masa pembangunan inilah masa-masa dimana engkau bisa mengalami breakthrough dalam hidupmu!

Kalau engkau cuma menunggu kapan dan kapan janji Tuhan digenapi, dan engkau cuma diam, janji Tuhan itu tidak akan jadi.. Dalam masa pembangunan, ini seperti kairos dimana Tuhan akan membuat mujizat..

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Selasa, 01 April 2014

AoC Bandung, 31 Maret 2014 (Ev. Daniel Krestianto)

AoC Bandung
31 MARET 2014

By: Ev. Daniel Krestianto

Yohanes 3:16
Banyak yang mungkin sudah hafal mengenai ayat ini, tapi banyak yang tidak mengerti maksud dari ayat ini apa, sehingga kita seringkali menuntut, padahal kita tidak mengerti bahwa Tuhan itu sudah membuktikan bahwa Dia benar-benar mengasihi kita..

Yohanes 3:16
16:
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ada perkataan bahwa “supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa”, dan ini dampak dari perbuatan yang namanya KASIH. Ada beberapa tingkat mengenai kasih, dan di tingkat yang teratas adalah ayat ini, kasih yang terbesar adalah ayat ini. Di dalam tingkat kasih yang tertinggi, itu tidak ada lagi yang namanya berkorban, karena kalau dibilang “aku mengasihi engkau”, tidak mungkin engkau berkata “aku berkorban untukmu”, karena kalau di dalam kasih, tidak ada yang namanya pengorbanan, kasih yang sejati, yang teratas, yang tertinggi, adalah memberikan hidup, bukan berkorban..

Mungkin orang bisa lihat kalau kita berkorban untuk orang yang kita kasihi, tapi untuk kita, kita lakukan semua itu karena kasih, bukan karena berkorban, karena kalau kita melakukan semua ini, ya karena kita mengasihi, bukan karena berkorban, tapi karena sayang.. Tuhan tidak mau cuma teori, tapi Dia mau beri pengertian untuk kita.. Banyak yang merasa sudah mengasihi, lalu ketika orang itu berbuat salah kepada kita, kita bisa saja berkata “aku kan sudah berkorban ini itu untukmu, dll”. Tapi sebenarnya kasih yang sjati itu tidak meminta timbal balik, karena sayang kita, yang kita lakukan itu semua karena kasih.. Yang banyak orang dunia saat ini lakukan itu cinta, banyak yang cuma berkata “aku sudah berkorban untukmu, kamu berkorban untukku apa?”

Yang Tuhan inginkan itu kasih agape, kasih yang tidak menuntut, tidak minta timbal balik, tidak minta dampak dari perbuatan baik yang kita lakukan. Orang yang tinggal dalam kasih tidak akan pernah merasa berkorban, karena kuncinya di kasih. Kalau Kasih itu menenuhi hidupmu dan engkau tinggal di dalam kasih, engkau akan bisa membagi hidup tanpa minta imbalan. Belajar..
Kalau engkau dikuasai oleh kasih, tinggal dalam kasih, yaitu Yesus itu sndiri, dampaknya yaitu di 1 Korintus 13 itu..

1 Korintus 13:4-8
4:
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
5: Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
6: Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
7: Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
8: Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.


Kasih tidak berkesudahan, dan ini adalah Yesus sendiri. Jadi kalau engkau ada di dalam Yesus dan Yesus ada di dalam engkau, engkau akan bisa.. Tapi kalau engkau di luar Yesus, engkau tidak akan bisa..

Yohanes 10:10
10:
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.


Tuhan datang memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan.. Yesus memberi hidup? Itu ya merupakan kasih.. Allah itu Kasih.. Kita sudah punya benihnya, benih kasih, kita tinggal membesarkannya, namun jangan dengan kekuatan sendiri, jangan sombong, jangan memuaskan nafsumu, tapi belajar merendahkan diri di hadapan Tuhan.. Paksakan dirimu.. Bangun sebelum jam 5, ambil berkat, confess, perkatakan, tapi juga harus dengan iman. Perkuat rohmu, baca Firman, mengerti tidak mengerti, baca saja, karena itu akan memperkuat rohmu, kalau rohnu kuat, kedaginganmu akan jadi lemah, yang pemarah jadi sabar, dll..

Buah itu bukan dari kita yang berbicara sendiri, tapi orang lain yang menyampaikannya kalau engkau sudah berubah/berbuah.. Kalau orang tidak berkata dan engkau merasa sudah berubah, itu gawat, berarti engkau merasa benar sendiri.. Perubahan bisa terjadi kalau rohmu kuat, caranya ya baca Firman dan banyak bersekutu dengan Tuhan, berbicara dengan Tuhan. Cari Tuhan..

Setiap kali engkau mau lakukan sesuatu, pikirkan, apakah yang engkau lakukan itu menyenangkan Tuhan atau tidak.. Jangan gampang berbuat dosa, karena setiap apa yang engkau lakukan pasti ada akibat dan harga yang engkau harus bayar kalau engkau berbuat dosa.. Kalau engkau bisa sukses, kalau engkau bisa mengalami yang enak, itupun cuma karena anugrah dan kebaikan Tuhan.. Sadar kalau tidak ada yang bisa membawa kita sukses, kecuali Tuhan yang beri.

Tuhan cuma minta agar kita mau merendahkan diri, masuk dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita.. Hati yang besar dan hati kita ini harus ditenpelkan pada hati besar itu, supaya hidup kita yang kecil, yang kelihatan dari hidup kita itu Tuhan, hati Tuhan yang besar, dan yang penting itu kita mau.. Ini waktunya penggenapan janji, tidak ada lagi penundaan, tergantung keputusan-keputusanmu. Mulai sadar, sebenarnya kita yang butuh Dia, bukan Dia yang butuh kita. Jangan keraskan hatimu.. Engkau harus mengerti, kalau bisa tercapai kemenangan, tercapai destinynya, itu hanya karena Tuhan di dalam kita dan kita di dalam Tuhan. Rendahkan dirimu di hadapan Tuhan..

Mungkin engkau pelayanan, perpuluhan, tapi kalau engkau tidak di dalam Tuhan, semuanya sia-sia. perbaiki dirimu, bawa hatimu masuk dalam hati Tuhan. Setiap pribadi berdoa, ambil keputusan, bukan karena ikut-ikutan, bukan sembarangan, karena Tuhan lihat hatimu, engkau tidak bisa tipu Tuhan! Engkau ribuan kali ngomong “aku mau Tuhan” tapi kalau tidak dari hatimu, percuma.. Masuk di hati Tuhan konsekuensinya bukan kehendak kita yang jadi, tapi kehendak Tuhan. Masuk di hati Tuhan.. Kita tidak akan pernah bisa sendiri..

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Senin, 31 Maret 2014

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 30 Maret 2014

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
30 MARET 2014

By: Ps. Robert Lie

Banyak otrang yang cuma mengaku berjalan bersama Tuhan, taapi terntyata tidak. Kalau Tuhan tidak mengikat perjanjian dengan engkau, Tuhan juga tidak punya hak untuk melakukan sesuatu atau menggenapi janji.. Kalau engkau memiliki perjanjian dengan Tuhan, Tuhan akan melakukan sesuatu dalam hidupmu dan menggenapi janjiNya..

Amos 3:3
3: Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Belum berjanji artinya dibutuhkan sebuah covenant untuk berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Siapapun yang tidak mengikat janji dengan Tuhan, sebenarnya tidak ada janji Tuhan yang bisa dia claim.. Do you have a covenant with God? Pernahkan engkau bertemu dengan Tuhan, dan Tuhan berbicara dan mau mengikat perjanjian dengan engkau?
Kalau Tuhan tidak pernah berbicara dalam hidupmu, berarti selama ini kita baru berusaha berjalan bersama Tuhan, pikiranmu dengan pikiran Tuhan, jalanmu dengan jalan Tuhan itu berbeda sekali, tidak akan bisa dengan usahamu sendiri untuk engkau berjalan bersama dengan Tuhan.

Semakin engkau menabur, semakin engkau akan diberkati Tuhan.. Kalau engkau nurut, engkau akan mengalami mujizat Tuhan secara pribadi.

Berjalankah dua orang kalau engkau belum berjanji? Firman Tuhan banyak yang sudah dilepaskan, ada yang percaya ada yang tidak, ada yang merespon ada yang tidak.. Kalau engkau mau mengalami keajaiban Tuhan, engkau harus bayar harga.. Bayar harga, doa cari Tuhan baru hatimu melekat dengan Tuhan.. Profetik itu bagus, tapi di dalam itu harus ada yang namanya bayar harga.. Jangan terlalu profetik namun tidak memperhatikan esensinya.

Apakah engkau sudah bertemu dengan Tuhan dan mengalami perjanjian dengan Tuhan? Nanti akan tergantung responmu.. Tuhan bekerja atas dasar perjanjian, kalau tidak ada perjanjian, Tuhan tidak ada hak untuk melakukan apapun.. Semua ada waktunya, kalau Tuhan suruh, baru lakukan, kalau tidak, yang engkau lakukan akan sia-sia..

Lord, You are so real.. Tuhan itu nyata dalam kehidupan kita.. But do you have a covenant with God? Banyak yang cuma mengaku berjalan bersama Tuhan, tapi sebenarnya hanya berjalan bersama organisasi, gereja.. Kalau kita berjalan bersama Tuhan, every single day in your life is a supernatural, tapi ada perjanjiannya, kalau kita melanggar, perjanjiannya akan batal demi hukum.


Menanti janji Tuhan bukanlah hal yang mudah, ada beberapa yang diperlukan..
1. Roma 5:3-4
3: Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
4: dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5: Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Filipi 3:10
10: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,


Ini yang suka dilupakan oleh orang Kristen, karena di dalam penderitaan, kita akan disempurnakan seperti Kristus.. Banyak yang cuma berkata mengenai mujizat dan Tuhan, namun tidak ingat mengenai penderitaan.. Jalan menuju kebangkitan cuma melalui kematian. Tuhan akan kondisikan suka tidak suka hingga kedagingan kita mati dan ketika janji Tuhan itu jadi kita berkata, it's not because of me, but because of You, Lord.

Syarat pertama agar kita mendapatkan janji Tuhan dibutuhkan ketekunan, karena itu akan membuat kita tahan uji dan hati kita kokoh sehingga kita bisa meraih janji Tuhan. Abraham dikondisikan hingga dia dan Sara sudah tua baru mereka bisa mendapatkan janji Tuhan itu, sehingga ketika Abraham diminta untuk menyerahkan Ishak, dia bisa melepaskannya karena dia juga tahu semua dari Tuhan.

Ketika mengalami yang tidak enak, tekun saja cari Tuhan, ketika janji Tuhan belum jadi, kita harus tetap bertekun mencari Tuhan.. Banyak yang ketika mengalami tidak enak, meninggalkan Tuhan. Tapi harusnya engkau berkata seperti Ayub, Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan. Ketika engkau mengalami yang sepertinya terbalik dengan janji Tuhan, terus tekun cari Tuhan, dan itu yang akan membuat engkau tahan uji, dan ketika itu fondasimu kuat, baru Tuhan berikan janjiNya. Selalu Tuhan sebelum memberkati kita, Dia ingin membuat kita kokoh terlebih dahulu..

Banyak yang tidak tekun cari Tuhan, ketika tidak bertemu cari Tuhan, berhenti, meninggalkan Tuhan..
Setelah tahan uji, baru kita akan meraih janji.. SIapapun yang mengasihi Tuhan, Tuhan akan mengasihi engkau lebih lagi.. Kalau engkau hitung-hitungan dengan Tuhan hari-hari ini, engkau akan mengalami kesulitan di tahun ini.. Tuhan selalu perhitungkan semua harga yang engkau bayar.. Semua tidak gratisan kecuali keselamatan. Kalau engkau bayar harganya, engkau dapat. Kemakmuran akan terjadi kalau engkau menabur, dan itu akan membuat breakthrough.. No sacrifice, no revival.. Semua ujung-ujungnya kembali ke hati, seberapa engkau cinta ke Tuhan, tergantung cintamu kepada Tuhan.. Kalau engkau mengasihi Tuhan, harga berapapun engkau akan bayar ketika Tuhan minta..

Kesengsaran bagi Kristus akan membuat ketekunan, dan ketekunan itu yang akan menimbulkan tahan uji. Kalau usahamu belum berhasil, belum dapat promosi, terus tekun cari Tuhan..

2. Iman yang teguh
Untuk meraih janji Tuhan itu bukanlah hal yang mudah, selain ketekunan, tapi diperlukan juga iman yang teguh. Banyak yang beriman namun di tengah jalan imannya dilepaskan, karena banyak yang tidak memiliki iman yang teguh. Menanti artinya percaya bahwa Tuhan akan genapi janjiNya, karena Dia Allah yang setia.. Still believe.. Hanya dibutuhkan dasar yang kuat, sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, kita harus tetap percaya.. Tidak goyah dengan apapun, tetap percaya, karena kalau Dia yang berjanji, Dia tidak akan mengingkarinya. Yang melayani pun belum tentu berjalan bersama Tuhan. Ketika disuruh Tuhan melayani dengan cara ini, dan orang itu tidak mau, itu artinya tidak mau dan tidak berjalan bersama dengan Tuhan, karena akhirnya berjalan dengan pikirannya sendiri.

Sukacita Tuhan adalah kekuatan kita. Hati yang gembira adalah obat. Kalau engkau tertawa, engkau gembira, secara profetik engkau melemparkan sakit penyakitmu, dan engkau berkata kalau Tuhan bisa buat jauh lebih besar.. Kalaupun tidak ada dasar, kalau Tuhan yang suruh, tetap lakukan, dan percaya, dan Tuhan buat itu sebagai kebenaran..

Untuk meraih janji Tuhan, dibutuhkan ketekunan dan iman yang teguh, sekalipun tidak ada dasar untuk percaya. Semua itu karena Tuhan, bukan karena usaha manusia.

Dalam waktu penantian, kita harus HATI-HATI!
1. Hati-hati dalam membuat pilihan, termasuk pergaulan
Pilihan untuk bergaul dengan siapa. Dalam menunggu, kita cenderung negatif dan ragu akan janji Tuhan. Pilihan kita untuk bertemu dengan orang yang mau mencari Tuhan atau pergaulan dengan orang yang sama-sama sudah tidak percaya atau yang sudah ragu dengan Tuhan. Pilihannya engkau akan terus tekun, atau engkau mundur? Ketika engkau capek, engkau mundur, engkau akan tambah jauh dengan Tuhan. Di tengah-tengah masa transisi, ini masa yang paling berbahaya.
Kalau engkau bertemu dengan orang yang positif, engkau akan tetap bisa kuat, tapi kalau engkau bertemu dengna orang yang negatif, engkau

2. Hati-hati dalam mengambil tindakan
Bangsa Israel memilih untuk bersungut-sungut, sehingga mereka harus menunggu jadi 40 tahun.. Jangan sampai janji Tuhan yang sebenarnya tinggal sebentar lagi, engkau bersungut-sungut, sehingga engkau makin jauh dengan janji Tuhan. Hati-hati dalam memilih dan membuat tindakan . Menanti bukan hal yang mudah, tapi di sinilah Tuhan sendang perlebar kapasitas iman kita..

Ada tokoh Alkitab yang tidak mudah ketika menunggu janji Tuhan, namun semua sebenarnya sudah ditetapkan Tuhan tepat pada waktunya.

Pengkhotbah 3:11
11: Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Ada banyak pencobaan, proses, tapi apa yang engkau alami tidak sebanding dengan yang dialami tokoh-tokoh Alkitab. Nuh 120 tahun harus menunggu janji Tuhan. 120 TAHUN. Nuh punya semuanya, dia punya ketekunan yang hebat, tapi juga imannya teguh. Dia punya anak istri dan menantu, tapi Nuh bisa memimpin seluruh keluarganya selama 120 tahun untuk tetap menanti janji Tuhan.. 120 tahun itu waktu yang sangat lama. Banyak yang baru 2 tahun sudah pahit dengna Tuhan, menyerah.. Abraham 25 tahun menunggu untuk mendapatkan anak perjanjian dari Tuhan.. Nuh punya iman yang teguh dan sangat tekun dengan Tuhan.. Dia tetap konsisten percaya dengan janji Tuhan sekalipun menunggu 120 tahun. Iu artinya dia menunggu janji Tuhan dan percaya kepada Tuhan selama umur hidupnya.. Ketika mengalami proses, jangan marah dengan Tuhan, karena itu akan menimbulkan ketekunan..

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Selasa, 25 Maret 2014

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 23 Maret 2014

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
23 MARET 2014

By: Ps. Pendy Sofian

Di masa-masa kita berkata mengenai penggenapan janji Tuhan, akan ada fase dimana janji Tuhan digenapi, dan ada fase di antara janji diberikan dengan janji itu digenapi, dan ini merupakan masa yang panjang. Di fase ini ada yang jatuh, ada yang tidak sabar menunggu janji Tuhan tersebut, dan sebenarnya wajar, karena menunggu dan menanti-nantikan janji itu memang tidak enak.. Akan timbul dimana ada masa kita menantikan dan mempertanyakan janji Tuhan.. Seringkali di masa ini banyak mempertanyakan janji Tuhan dan akhirnya orang tersebut jadi orang yang apatis .

Ada yang namanya Saul, dia dipilih oleh bangsa Israel, namun pada akhirnya ada titik fatal ketika pengurapan Saul dipindahkan kepada Daud.. Samuel sempat berkata kepada Saul untuk menunggunya 7 hari, lalu Tuhan yang akan memimpin peperangan tersebut. Namun ketika itu Saul sudah menunggu hingga hari ke-7, Samuel belum juga datang, dan Samuel telah berkata kepada Saul untuk menunggu Samuel untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, namun ketika Saul melihat rakyat mulai meninggalkan dia, dia akhirnya membakar korban sendiri, dan setelah korban bakaran itu selesai, Samuel datang, sehingga pada saat itu Samuel berkata kepada Saul bahwa ketaatan lebih baik daripada korban bakaran.

Jangan sampai kita tidak sabar menunggu janji Tuhan, jangan sampai kita melakukan apa yang kita pikirkan sendiri, karena akhirnya akan jadi fatal. Setiap Daud mengalami fase-fase penting, dia selalu menunggu Tuhan, menunggu jawaban Tuhan, walau kenyataannya dia juga pernah mengalami posisi yang sangat terdesak sekalipun. Di saat itu, ketika istri-istri mereka diculik, rakyatnya mulai meninggalkan Daud, Daud memilih keputusan untuk bertanya kepada Tuhan. Dia punya hati yang sabar dan tidak gegabah sekalipun dia melihat hal yang tidak enak terjadi dalam kehidupannya. Daud itu bukan seorang nabi, dia bukan orang pelihat ataupun orang yang bisa mendengar suara Tuhan secara audibel, karena pesan-pesan penting dalam hidupnya sebagian besar disampaikan melalui nabi-nabi.

Daud membuktikan sekalipun dia tidak punya karunia setajam Samuel ataupun nabi-nabi lain, tapi dia bisa menjadi the man after His own heart. Daud bisa jadi orang yang paling intim, melebihi nabi-nabi yang pernah melihat dan mendengar Tuhan. Jangan batasi karunia itu sebagai batasan untuk engkau intim dengan Tuhan.

Seringkali pola pikir kita kepada Tuhan akan mempengaruhi bagaimana kita bertindak dengan Tuhan. Perjanjian Tuhan dengan umatnya bukan perjanjian yang selevel, bukan perjanjian bisnis, tapi perjanjianNya itu dengan tingkat yang berbeda. Kalau perjanjian bisnis, kita lakukan bagian kita, Tuhan beri bagianNya untuk kita. Memang ada harga yang harus kita bayar, tapi lebih dari itu, perjanjian Tuhan dengan kita itu seperti perjanjian Bapa dengan anakNya. Misalnya ketika seorang bapak berjanji kepada anaknya, jika ia ranking, dia akan diajak bapaknya ke HongKong. Ketika seorang bapak berjanji seperti itu kepada anaknya, bapak tersebut akan selalu berharap bahwa anaknya akan berhasil dan meraih janji itu. Bapak tersebut pasti akan mendukung anaknya habis-habisan agar anaknya bisa meraih janji tersebut, bapak tersebut tidak mungkin senang ketika anaknya belum bisa mendapatkan janji dari bapak itu. Ketika Tuhan berjanji dalam kehidupan kita, Dia itu Tuhan juga yang selalumendukung kita, bahkan akan melakukan intervensi agar janjiNya tetap jadi dalam hidup kita. Dia Tuhan yang sangat senang jika kita bisa meraih janjiNya.

Tuhan itu bukan seperti penjaga tiket yang di timezone, yang hanya memberi sesuai dengan apa yang engkau bisa, tapi Dia datang sebagai Bapa pada anakNya, Dia akan bertanya, misalnya anaknya ingin suatu hadiah yang memerlukan 1000 tiket, Dia akan membantu kita dalam meraih 1000 tiket tersebut, hingga kita bisa meraih semuanya, baik memberi anak tersebut bermain sangat banyak ataupun bahkan bapak tersebut ikut bermain bersama anaknya untuk mendapatkan tiket dengan jumlah tersebut. Ketika Dia janji sesuatu dalam hidupmu, Dia juga Allah yang akan mendukung engkau hingga engkau bisa mendapatkan semuanya.

Tuhan memproteksi Abraham sedemikian rupa hingga janjiNya tetap jadi atas Abraham.

Kejadian 15:1-6
1: Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar ."
2: Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."
3: Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."
4: Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."
5: Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
6: Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.


Di Kejadian 15:4 itu dikatakan bahwa bukan hambamu (Eliezer) yang akan menjadi ahli waris, tapi anak kandungnya Abraham yang akan menjadi ahli waris. Ini pertama kalinya Tuhan berjanji tentang keturunan kepada Abraham. Ketika Abraham menerima janji ini, inilah keadaannya.

Kejadian 16:1-6
1: Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
2: Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
3: Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
4: Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
5: Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau."
6: Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.


Tuhan berfirman juga kepada Sara, namun dia punya satu fakta bahwa ia tidak beranak. Lalu ketka Hagar mengandung, Hagar mulai bertindak congkak kepada Sara, karena ketika itu kalau seorang budak bisa melahirkan anak untuk tuannya, budak itu akan naik tingkat, setara dengan nyonyanya, dan tidak bisa dijual lagi. Ketika 86 tahun, Abraham mendapatkan Ismail, dan ia mendapatkan anak kandungnya dia sendiri. Ketika Ismail lahir, dia bangga, karena dia berpikir kalau Ismail itulah yang akan mewariskan semuanya. Dari umur 86-99, Abraham berpikir kalau Ismail lah yang akan jadi keturunannya yang mewariskan janji Tuhan itu, tapi di umur 99 itu Tuhan berfirman berikut.

Kejadian 17:1-14
1: Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.
2: Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."
3: Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
4: "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
5: Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
6: Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
7: Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
8: Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."
9: Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
10: Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
11: haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
12: Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.
13: Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.
14: Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."


Ketika itu Tuhan datang kepada Abraham, dan Tuhan mengganti nama Abram menjadi Abraham. Dia tidak menyangkal setiap Firman yang diberikan kepadanya, dia mengaminkan semua Firman tersebut sampai di ayat 14, tapi di ayat 15 terjadi yang demikian:

Kejadian 17:15-17
15: Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.
16: Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
17: Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"


Abraham tertunduk ketika mendengar tentang Sara, karena dari saat itu dia selalu berpikir kalau anak perjanjiannya itu adalah Ismail. Ketika Abraham ada di posisi ini, dia tidak berada di posisi yang enak, karena dia berpikir Ismail yang akan menjadi keturunannya, namun tiba-tiba dikatakan kalau keturunan yang dijanjikan adalah keturunan yang berasal dari Sara.

Arti nama Sarai dalam bahasa Inggrisnya itu orang yang cerewet, suka berdebat. Makanya ketika itu, dalam perjalanan Abraham, Sarai seringkali cerewet dst. Kenapa Abraham bisa melepas Sara kepada Abimelekh saat itu? Karena dia sudah tidak mengharapkan Sara lagi.
Kejadian 17:18-19
18: Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
19: Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia  menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.


Abraham itu sangat sayang kepada Ismail, bahkan ketika Sara menyuruh Abraham mengusir Hagar, dia sebenarnya tidak mau, dia marah, namun mau tidak mau dia harus mengusirnya.
Ketika engkau mendapatkan janji Tuhan, mungkin engkau bisa seperti Abraham. Mungkin Tuhan janji kemakmuran, kesembuhan, dll. Di tengah janji, mungkin kita mulai berusaha dengan kekuatan kita, dengan pemikiran kita, dan bahkan mungkin ketika engkau melakukan sesuatu dengan caramu sendiri dan itu seperti membuahkan hasil, contohnya seperti Abraham menghasilkan Ismail. Tapi ketika engkau mulai menggunakan pikiranmu sendiri, bergantung dengan orang lain, mulai bergantung dengan hamba Tuhan sekalipun, belum tentu itu cara Tuhan dalam hidupmu. Biarkan Tuhan yang meneguhkan hatimu.

Sebagaimana Tuhan menetapkan kembali perjanjianNya kepada Abraham, begitu juga hari ini, Tuhan mau meneguhkan kembali perjanjianNya kepada kita. Kalau selama ini engkau sudah capek dan engkau sudah lakukan berbagai macam cara, ketika Tuhan datang meneguhkan perjanjianNya, setahun kemudian Abraham mendapatkan janji tersebut jadi nyata dalam hidupnya. Kuatkan dan teguhkan hatimu.. Bertobat kalau engkau melakukan semuanya dengan caramu sendiri.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -