Selasa, 03 Maret 2015

AoC Bandung, 2 Maret 2015

AOC BANDUNG
2 MARET 2015

By: Ps. Robert Lie
"Menyelesaikan Pelayanan yang Ditugaskan"

2 tahun ini adalah tahun yang ajaib, dan setiap 20 tahun itu ada satu momen yang ajaib sekali yang Tuhan bangkitkan, dan tahun ini tidka bisa diulang lagi di depannya. Tuhan tidak mau kita hanya hidup dalam anugrah demi anugrah, tapi mau dalam kesempurnaan. Tahun ini adalah tahun yang ajaib sekali, dan kalau engkau bisa hidup dengan sungguh-sungguh dan sejalan dalam Tuhan, engkau akan alami yang belum pernah engkau alami sebelumnya! Kita tidak akan bisa berjalan bersama Tuhan kalau kita tidak bisa mengerti tentang perjanjian.

Amos 3:3
3: Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Allah kita tidak pernah mengingkari apa yang telah Dia janjikan! Ketika ada hadirat Allah, sesuatu yang berbeda akan terjadi! Hujan awal dan hujan akhir sudah disatukan di tengah-tengah kita, sehingga kalau kita melayani dan mencari Tuhan sungguh-sungguh, engkau akan melayani dengan kemuliaan Tuhan yang dahsyat! Sebelum Dia datang, Dia akan lakukan apa yang tidak pernah kita lihat, tidak pernah kita dengar, ujungnya agar kemuliaan Tuhan dinyatakan! Layani Tuhan sungguh-sungguh! Kalau Imanuel itu ada bersama kita, kita pasti akan berjalan dalam supranatural!

Seringkali kita tidak sadar kalau kita melayani itu adalah sebuah kehormatan, bukan beban! Terlalu banyak keluhan demi keluhan yang membuat kita tidak bisa menerima janji Tuhan. Kenapa kita seringkali tidak mengalami berkat Tuhan? Karena hanya selalu memikirkan untuk diri sendiri dan tidak mengerti yang namanya menjadi saluran berkat! Ketika engkau melayani, mungkin engkau tidak dihargai manusia, itu tidak apa, karena rewardnya langsung dari Tuhan, Dia yang bertanggungjawab atas hidup kita.

Paulus awalnya bukan orang yang takut akan Tuhan, bahkan dia penganiaya umat Tuhan, namun ketika dia berjumpa dengan Tuhan, dia menerima panggilan dari Tuhan untuk melayani umat Tuhan.

2 Korintus 11:23-27
23: Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
24: Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
25: tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26: Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
27: Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

Banyak yang berkata semangat untuk pelayanan, tapi ketika ada tantangan, berhenti, mundur, dll. Paulus bahkan berkata hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Puasa kedagingan artinya bukan hanya tidak makan daging, tapi memotong semua kedagingan dalam hidupmu. Secara medis, kalau engkau makan buah selama 3 hari tanpa makan minyak / daging, itu akan mendetox tubuhmu. Kalau engkau tidak nonton gosip, tidak nonton TV, tidak memasukkan yang seperti itu selama 3 hari, itu artinya akan mendetox rohmu! Puasa kedagingan itu artinya tidak membiarkan ada kedagingan dalam manusia rohmu. Jangan beri makan manusia rohmu dengan kedagingan apapun!

Apa yang membuat Paulus berhasil menyelesaikan tugas dan pelayanannya dengan baik?

* Paulus menyadari yang memanggilnya pelayanan adalah Tuhan, bukan orang lain.
Setiap kita ditugaskan untuk melayani. Dari kandungan pun Tuhan sudah menetapkan kita untuk melayaninya. Setiap kita sebelum lahir diberikan mandat, dan kita lahir, itulah destiny yang diberikan pada kita. Apa yang membuat Paulus bisa menyelesaikan itu sekalipun dia sudah banyak mengalami yang tidak baik. Paulus bukan hanya rela menderita, tapi dia rela mati demi pekerjaan Tuhan, sehingga penderitaan pun tidak akan menyurutkan mentalnya untuk melayani Tuhan, dan dia sadar yang memanggilnya pelayanan adalah Tuhan. Bentrok akan tetap ada, tapi itu tidak boleh menghentikanmu untuk pelayanan. Lakukan yang terbaik untuk Tuhan!

* Paulus punya komitmen dalam melayani
Komitmen bukan hanya komat-kamit, tapi ada buktinya, yaitu bekerja dengan sepenuh hati, giat, sekuat tenaga, karena akan keluar tindakan yang tidak akan tergoyahkan, tidak hanya ngomong doang. Banyak yang hanya mau diam dan terima, itu tidak bisa, memang kita berada di dalam hadirat Allah, tapi kita juga harus lakukan sesuatu, karena komitmen itu dibuktikan dengan kerja keras, kerja sepenuh hati. Komitmen itu tidak mencari pengakuan dari orang lain! Komitmen tidak akan menyia-nyiakan kasih karunia dan kesempatan yang diberikan Tuhan.

Kalau engkau takut untuk memberi, artinya engkau tidak sadar kalau hidupmu adalah pemberian Tuhan. Kalau engkau tidak bisa memberi yang terbaik (tidak hanya uang, tapi semua hal), artinya engkau tidak sadar kalau hidupmu adalah pemberian Tuhan. Jangan pernah sia-siakan semua pemberian Tuhan! Orang yang tidak komitmen itu ciri-cirinya malas, sedikit-sedikit jenuh, bosan, capek, dengan mudah cuti pelayanan. Begitu mudah orang berkata ingin menyenangkan Tuhan, tapi dengan mudah juga orang meninggalkan Tuhan ketika mengalami rintangan, dll. Paulus buktikan dengan dedikasinya kalau dia komitmen dengan Tuhan dan pelayanan yang diberikan bahkan hingga dia tidak menyayangkan nyawanya, apa yang dulu dia anggap untung adalah kerugian karena dia sudah mengenal Kristus.

Tuhan tidak berjanji untuk berjalan dengan orang yang hanya sekedar komat-kamit, tapi Tuhan akan berjalan dengan orang yang benar-benar komitmen dengan Tuhan. Orang yang komitmen kadang memang agak nekat dan memiliki tekad yang kuat, dia akan mendengar apa yang Tuhan mau sekalipun aneh-aneh ataupun akan tidak disukai orang lain.

* Paulus memiliki filosofi yaitu keberhasilan dalam pelayanan adalah memiliki hati Allah, hati untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Mengasihi Allah dengan segenap hatimu, jiwamu, dan akal budimu, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Semua kemuliaan yang dipercayakan Tuhan itu untuk memberkati umat Tuhan, bukan untuk dirimu sendiri! Kenapa kita terkadang mau mengasihi Tuhan dan sulit mengasihi Tuhan? Karena berpikir mengasihi Tuhan yang tidak pernah mengecewakan, karena manusia sering mengecewakan. Ubah hati kita agar bisa mengasihi umat Tuhan. Kenapa seringkali orang merasa lebih hebat dari Tuhan dengan tidak mau melepaskan pengampunan, padahal Tuhan pun selalu mengampuni anak-anakNya? Tuhan tidak pernah mau memakai orang yang tidak bisa menjadi saluran berkat untuk orang lain. Kalau engkau bangga dengan apa yang engkau alami masa lalu, engkau tidak akan mengalami yang luar biasa di depanmu. Kasihi Tuhan, kasihi sesama.

* Paulus memiliki kerendahan hati dalam melayani
Efesus 3:7-8
7: Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
8: Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,

Dia ini orang hebat, tapi dia tidak merasa pintar. Kalau engkau mau jadi yang paling besar, jadi pelayan, jadi hamba, dan seberapa engkau ditinggikan Tuhan akan ditentukan seberapa dalam engkau mau merendahkan dirimu. Dia tidak hanya menyelesaikan pelayanan, tapi dia menyiapkan generasi selanjutnya untuk melanjutkan pelayanannya. Seringkali banyak pemimpin yang tidak bisa membangkitkan anak-anak rohani yang minimal memiliki pengurapan dengan kapasitas yang sama dengan pemimpin tersebut. Harusnya Gehazi pun mendapat 4 bagian dari Roh Elia, namun dia tidak memiliki kerendahan hati, sehingga dia tidak bisa mendapatkan hal tersebut. Rendah hati adalah sifat Tuhan, karena Dia lemah lembut dan rendah hati, dan ini yang harus dimiliki kalau engkau mau mengalami kemuliaan Tuhan yang lebih dahsyat lagi. Penderitaan harus mendahului kemuliaan, dan juga ada ayat yang berkata:

Filipi 3:10
10: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Minggu, 01 Maret 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 1 Maret 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
1 MARET 2015

By: Ps. Robert Lie

Amos 3:3
3: Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Tidak mungkin orang akan berjalan bersama-sama jika belum berjanji. Siapa kita kalau Tuhan mau mengikat perjanjian dengan kita? Dia adalah Pencipta, yang Empunya Segalanya, tapi Dia mau mengikat perjanjian dengan kita, bukankah itu sesuatu yang luar biasa dalma hidup kita? Kita tidak akan pernah bisa melakukan apapun yang setimpal dengan apa yang sudah Tuhan lakukan.

Tuhan segera menggenapi perjanjianNya. Apapun yang Dia katakan, yang Dia janjikan, sudah pasti 100% akan terjadi! Kalau engkau tidak percaya, engkau tidak akan melihat kemuliaan Tuhan. Semua tergantung padamu, kalau engkau percaya, you will see the glory of God!

Berdasarkan artikel dunia, tubuh kita kalau tidak makan minyak, daging, tapi hanya makan buah, itu akan men-detox seluruh tubuh, dan terutama makan buah apel. Puasa daging artinya engkau menghilangkan semua kedagingan dalam hidupmu, bukan sekedar tidak makan daging. Kita perlu juga meyalibkan kedagingan untuk bisa bertemu dengan Tuhan.

1. Bagaimana mengerti perjanjian Tuhan
2. Bagaimana merespon perjanjian Tuhan
3. Bagaimana menerima / mengalami perjanjian Tuhan

Kalau engkau mengerti perjanjian Tuhan, engkau akan mengalami hal yang dahsyat dalam hidupmu. Apa itu perjanjian? 2 orang sepakat melakukan sesuatu, keduanya memiliki persyaratan, dan memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Tuhan membuat perjanjian, tapi sayangnya banyak orang yang tidak mengerti mengenai perjanjian Tuhan.

Kenapa Daud berani melawan Goliat? Karena Saul memberikan sayembara, yang mengalahkan Goliat, akan diberikan kekayaan, harta, seluruh keluarga bebas pajak, anak Saul diberikan menjadi istrinya. Ketika engkau ingin sukses itu tidak salah, tapi yang salah itu ketika engkau sudah sukses tapi engkau lupa dengan Tuhan.

Daud tidak hanya sampai di situ saja, dia tidak mati konyol dengan menantang Goliat, tapi dia mengerti bagaimana cara mengalahkan Goliat, yaitu ketika Daud berdiri di atas perjanjian Tuhan. Daud mengerti kalau dia berasal dar golongan orang bersunat dan Goliat bukan dari orang bersunat. Semua laki-laki Israel harus disunat, karena itu perjanjian antara Abraham dengan Tuhan. Daud memiliki janji Tuhan dari perjanjian Abraham itu, yaitu orang yang memberkati akan diberkati, yang mengutuk, kutuknya akan kembali ke orang tersebut. Daud datang dalam nama Tuhan, dia percaya pada perjanjian Tuhan sekalipun dari skill dan pengalamn dia kalah. Ketika itu Tuhan bukan memandang Daud, tapi memandang perjanjian sahabatNya yaitu Abraham.

Pertanyaannya apakah engkau peraya pada janji Tuhan? Padahal kalau engkau bisa pegang perjanjian Tuhan itu, engkau akan mengalami semuanya, tidak ada yang mustahil. Berdiri di atas perjanjian Tuhan. Saat itu Tuhan membuat perjanjian darah kepada Bangsa Israel ketika berada di Mesir, sehingga mereka diluputkan, dan anak sulung apapun dari bangsa Mesir itu semuanya mati. Engkau harus berdiri di atas perjanjian Tuhan secara pribadi.

Harusnya apa yang Tuhan janjikan atas gereja ini, engkau akan mengalaminya asal engkau covenant dengan gereja ini. Kalau engkau berdiri di atas perjanjian Tuhan, engkau akan mengalami hal-hal yang dahsyat yang dari Tuhan! Apapun yang Dia katakan, pasti jadi, asal engkau tetap berdiri di atas perjanjian. Banyak yang ketika melihat kenyataa, mereka akhirnya pergi meninggalkan perjanjian tersebut, dan akhirnya tidak mengalami apa yang Tuhan janjikan. Kita harus berdiri di atas perjanjian Tuhan, sekalipun bukan kita yang melakukan perjanjian, tapi kalau engkau lakukan dan berdiri di atas perjanjian itu, engkau akan  mengalami perjanjian tersebut.

Tidak ada raja yang akan menyamai Salomo baik sebelum atau sesudahnya. Salomo berdiri di atas perjanjian Daud dengan Tuhan, sehingga ia bisa mengalami hal-hal yang baik. Kalau engkau mau mengalami berkat Abraham, ya lakukan perjanjian yang dilakukan Abraham. Sunat hati lebih sulit dari sunat fisik, karena sunat hati itu harus setiap hari. Perjanjian sunat secara fisik saja sudah sangat ajaib, apalagi engkau berdiri di atas perjanjian darah Yesus?

Kenapa kita seringkali tidak mengalami perjanjian? Karena tidak berdiri di perjanjian tersebut. Ketika engkau mengalami kesulitan, engkau mencari orang lain, atau cari Tuhan terlebih dahulu? Kalau engkau mendengar Firman Allah dan melakukannya dengan setia, hidupmu akan terus naik dan tidak akan turun, menjadi kepala dan bukan ekor, bukan kadang-kadang kepala, kadang-kadang jadi ekor.

Dalam kejadian Kekristenan, Tuhan Yesus sudah membayar semuanya, tapi kenapa kita tidak terima? Karena kita tidak membaca Alkitab, tidak hidup sesuai dengan perjanjian tersebut. Setiap kita destinynya adalah hidup berkelimpahan agar engkau bisa menjadi saluran berkat, karena Yesus datang memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan, dan Dia yang kaya rela jadi miskin agar kita menjadi kaya. Kita hanya harus pegang perjanjian yang Tuhan berikan, karena Tuhan sudah membayar semuanya lunas dengan darahNya sendiri. Kenapa masih ada yang hidup dalam dosa? Karena tidak sadar kalau Yesus sudah menebus semuanya. Ketika engkau memegang perjanjian darah Yesus di dalam hidupmu, engkau harusnya mengerti kalau tidak ada dosa apapun yang kebal di dalam hidup kita. Dengan kekuatan kita, kita tidak akan bisa hidup sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan. DarahNya terlalu mahal kalau hanya untuk memberkati hidup kita!

Tuhan sudah berikan legalitas untuk hidup kita, di Alkitab sudah tertulis sangat banyak perjanjian Tuhan atas hidup kita, tapi seringkali kita tidak menyadarinya. Seringkali orang lebih mencari uang, padahal Tuhan sudah memberikan kemampuan untuk kita memperoleh kekayaan. Yang membuat kita bisa menjadi kaya pun itu karena perjanjian Tuhan, karena Tuhan yang memberikan kemampuan untuk kita memperoleh kekayaan. Jangan fokus dengan uangnya, tapi fokus dengan perjanjiannya.

Mengklaim janji itu tidak cukup, tapi perlu respon yang benar.
Engkau akan temukan "apabila ..." , "jika ...." untuk melakukan apa yang berada di perjanjian Tuhan.

Contoh:
Ulangan 28:1
1: "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.


Banyak yang hanya mengklaim berkatnya saja, tapi tidak melakukan syarat yang ditentukan dari perjanjian tersebut.

Yohanes 15:7
7: Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.


Banyak yang meminta kepada Tuhan tapi tidak mendapatkan, ada yang tidak meminta tapi diberikan oleh Tuhan. Syaratnya yaitu engkau tinggal di dalam Yesus dan Firman Tuhan di dalammu, baru engkau bisa meminta apapun dan engkau akan menerimanya. Respon lebih penting dibandingkan janjinya.

Yosua 1:7
7: Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.


Mau beruntung? Mau berhasil? HANYA, kuatkan dan teguhkan hatimu dengan sungguh, bertindak hati-hati sesuai dengan hukum yang telah diperintahkan Tuhan, tidak menyimpang.

Nuh menanti 120 tahun janji Tuhan, dia berdiri di atas perjanjian Tuhan. Abraham menanti dan tetap berdiri di atas perjanjian Tuhan hingga ia mendapatkan Ishak anak perjanjian. Musa, Yusuf, Daud, dan banyak yang lainnya, mereka tetap memegang perjanjian Tuhan hingga akhirnya perjanjian Tuhan digenapi dalam hidup mereka.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Senin, 23 Februari 2015

KKR 6 Hamba Tuhan, 23 Febuari 2015 (Bandung)

KKR 6 HAMBA TUHAN
23 FEBUARI 2015

By: Pdt. Petrus Agung Purnomo

Bahtera ini sudah masuk tahun ke-10. Seringkali kita mengalami open heaven, surga terbuka yang luar biasa, dll, dan itu berkali-kali terjadi, tapi setiap kita memiliki arena untuk mengalahkan ego dan kedagingan kita masing-masing. Ada value utama dari keluarga Bahtera ini, yaitu perubahan. Dari satu perubahan ke perubahan berikutnya, mencoba menjadi elastis di tangan Tuhan, dan ini hal yang penting dan tidak tergantikan untuk kita. Banyak orang yang sudah terbentuk, tercetak, kaku, tidak elastis, sehingga tidak bisa menerima anggur yang baru dari Tuhan. Kita tidak bisa hidup dengan pengurapan kemarin ataupun tadi pagi, tapi pengurapan yang Tuhan beri dalam hidup kita sekarang ini. Kalau engkau tetap elastis, semua akan terus jauh lebih ajaib. Butuh kerendahan hati, kesediaan untuk mengalami perubahan yang akan suatu saat terjadi. Tuhan membentuk kita dengan cara yang unik. Dalam segala hal, tetap Tuhan pegang kendali. Biar kita tetap memiliki spirit yang elastis, mau dibentuk atau dibawa kemanapun kita bisa ikuti, sehingga hidup kita terus berada di dalam perkenanan Tuhan yang ajaib.

Mengapa kita harus terus berubah selama berada di dunia? Karena setelah kita pulang, keadaan akan berbeda.

Lukas 16:19-31
19: "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
20: Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
21: dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
22: Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23: Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24: Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25: Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
26: Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
27: Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
28: sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29: Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
30: Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
31: Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Bahkan penderitaan di neraka tidak akan mengubah orang. Orang kaya ini terbiasa untuk hidup seperti orang muda, berpesta pora, sehingga ketika dia di neraka, dia melihat Bapa Abraham memangku Lazarus. Sikapnya tidak berubah, dia menyuruh Abraham untuk Lazarus mencelupkan tangannya ke mulutnya. Jiwamu seperti apa di bumi, mau nanti ketika di surga cetakan jiwamu ya seperti itu juga, karena itu ada yang diobati ketika di surga. Di tengah-tengah penyiksaan di neraka, orang kaya ini tetap "nge-boss", karena yang dia ingat Lazarus miskin dan dia orang kaya yang bisa mengatur orang seenanya. Ada Alkitab di tangannya, kalau itu tidak bisa mengubah hidupnya, itu tidak akan bisa mengubah hidupnya, dan bahkan ada orang yang bisa menjadi makin pahit ketika berada di dalam penderitaan. Selama ada nafas dalam hidup kita, minta untuk kita diubah semakin serupa dengan Kristus. Dalam penderitaan sekalipun orang itu mengatur Abraham dan menyuruh Lazarus. Seringkali kita tidak mengerti jiwa kita, perubahan itu pun kesempatan dari Tuhan untuk kita. Kalau orang tidak berubah dan tidak bisa berubah, ujungnya tertinggal. Biar kita berubah seperti yang Tuhan inginkan, biar hati dan jiwa kita diubahkan dalam anugrah Tuhan seperti yang Tuhan mau.


By: Ev. Iin Tjipto

"Terserah Tuhan". Kalau kita menetapkan, iblis bisa menuntut apa yang kita katakan ketika apa yang kita tetapkan itu benar-benar sudah terjadi. Tapi ketika kita berkata "terserah Tuhan", iblis tidak bisa menuntut apapun lagi. Setiap penyerahan sekecil apapun sekalipun itu tidak segenap hati dan hanya sampai di mulut, itu sudah diperhitungkan Tuhan. Dengan hati kita percaya, dengan mulut kita diselamatkan. Untuk semua hal, ada perhitungannya, setiap kita itu diperhitungkan. Yang dihitung bukan hanya yang pergi pelayanan, menari, tapi reaksi setiap hari, ucapan setiap hari. Apakah kata-katamu setiap hari menyenangkan Tuhan atau menyakiti Tuhan? APakah kata-katamu setiap hari keluar cinta, atau kata-katamu keluar dari kebekuan atau kemarahan?

Semua dihitung. Engkau kena macet untuk melayani, engkau berdoa tengah malam, engkau mengasihi Tuhan seberapa, itu diperhitungkan Tuhan dan ditimbang. Jumlah timbangannya semua dibukukan di surga, dicatat semuanya. Jangan letih, jangan lelah! Bahtera sudah Tuhan bawa sejauh ini, jangan pernah berpikir apa yang telah kita lakukan, deklarasi, pendamaian, semuanya diperhitungkan Tuhan. Hari ini, Tuhan ingin kita menghitung banyak hal. Kesalahan kita juga diperhitungkan iblis. Kita tidak menurut, perkataan kita marah, hati kita kecewa, malas pelayanan, semuanya itu dihitung iblis. Kalau engkau setiap kali melakukan pentahiran, cukup dengan hati engkau percaya dan engkau berkata "Tuhan, tahirkan aku", dan dengan mulutmu itu mengaku, semua ada hitungannya. Hari-hari ini, hitung dengan baik, kesalahanmu, kelemahanmu, angkat di hadapan Tuhan, gumulkan dan teriakkan di hadapan Tuhan, engkau potong semua itu di hadapan Tuhan, dan Tuhan akan perhitungkan itu.

Diubah. Sadari kelemahan kita, berdiri di hadapan Tuhan, potong semuanya di hadapan Tuhan, katakan pada jiwamu apa yang jadi keputusanmu untuk engkau berubah dan diubahkan Tuhan. Semuanya diperhitungkan Tuhan. Tuhan mau tahirkan setiap kita. Engkau mengucap sekali dengan mengucap sepuluh kali, semua ada perhitungannya, semua dicatat dengan sangat serius setiap harinya. Semua ada hitungannya, tapi seberapa engkau percaya, seberapa engkau bertahan, seberapa engkau cinta Tuhan, dll.


By: Ev. Daniel Krestianto

Semua tergantung pengertian dan kerinduanmu, seberapa persen engkau merindukan untuk Tuhan tahirkan. Bisa hanya seperempat, bisa sebagian, bisa seluruhnya. Kerinduan dan pengertian kita itu yang diperhitungkan, seberapa engkau mengerti makna dari pentahiran. Lembaran-lembaran kain putih dari surga sudah disiapkan. Kalau engkau bisa menangkap apa itu pentahiran, maka kita itu bisa sampai seperti sesuatu yang bersih dan apapun yang kita perbuat di masa lalu itu hilang, bahkan tidak ada nodanya lagi, dan itu yang terjadi. Tapi seberapa engkau mau dan merindukan, Tuhan akan berikan. Semua berdoa, katakan pada jiwamu, dan rindukan pentahiran. Katakan pada jiwamu kalau engkau butuh pentahiran, akui semua dosa, akui semua kesalahan. Kalau engkau tidak akui, tidak bisa ditahirkan. Tapi semua yang engkau akui, hari ini Tuhan perlihatkan Kayu Salib. Iri hati, kesombongan, kurang penundukkan diri, ingin dihargai, tidak mau kalah, memakai cara dan pikiran sendiri lebih daripada Tuhan, tidak taat, dll.

Pentahiran ini adalah hadiah untuk kita juga, Tuhan akan putihkan semuanya, hati yang putih bersih. Engkau cukup berkata, "Aku mau, Tuhan". Ada yang kepahitan dengan Tuhan, iri, kehendaknya harus terjadi, iri terhadap atasan, teman, masih ada kemarahan, kejengkelan, menjamah orang-orang yang diurapi, dan semuanya ini akan habis lenyap saat ini. Detik kita buka dan tuangkan di atas kepala kita, maka pentahiran itu terjadi. Jadi ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Jangan dengar perkataan setan sehingga engkau ragu-ragu, semua sudah TUNTAS! Darah Yesus sudah menuntaskan semuanya, setiap kita sudah tahir! Tuhan ingatkan mengenai perkara baca Alkitab, karena semua sudah berlalu, dan isi dirimu dengan membaca Alkitab.


By: Ev. Nany Susanty

Semua yang baik, semua yang Tuhan anugrahkan pada Ibu Yusak, akan diimpartasikan untuk kita, misalnya kepandaian memasak, mengasihi orang-orang miskin, mengalah kepada suami (untuk istri-istri ataupun calon istri), dll.


By: Pdt. Petrus Hadi

Kadang kita melihat tindakan profetik di dalam keluarga bahtera, dan mungkin akhir-akhir ini setiap kita sedang mendengar mengenai kutuk, kehidupan masa lalu, mapping pribadi, dll. Mungkin ada orang yang bertanya, "Ada apa?" Tahun 2015 ini adalah tahun yang Tuhan mau terjadi Yobel besar, peristiwa / masa yang akan terjadi yang belum pernah terjadi sebelumya, dan itu dibutuhkan iman, respon, dan hati yang terbuka. Kita harus lebih hati-hati dengan intimidasi si jahat. Firman Tuhan berkata:

1 Petrus 5:8
8: Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Setan itu mengaum-ngaum. Singa penyusup ketika akan memasuki teritorial lawan, dia ingin mendudukinya, cara yang pasti dilakukannya adalah mengaum sebanyak mungkin. Singa yang berada di teritorialnya, harus memperhatikan karena sekalipun singa suaranya sama, mereka mengerti jumlahnya berapa, berapa yang jantan berapa yang betina, dia juga bisa menghitung seberapa keberanian singa itu untuk masuk ke teritorialnya, dll. Singa itu harus terus mengaum dan meyakinkan kalau jumlahnya lebih banyak dan tidak takut kepada singa yang mencoba masuk tersebut. Singa penyusup itu menghitung, kalau dia menghitung dia tidak bisa melawan, dia akan pergi. Hari-hari ini, auman singa itu bisa intimidasi, sesuatu yang menakutkan, entah dari televisi, ataupun teman-teman kita, tipu muslihat, tawaran cepat kaya.

Yobel besar itu akan memberikan kemerdekaan di seluruh aspek kehidupan kita, dan setan itu tidak mau, setan mencari cara agar kita tergiur kepada iblis dan tidak mendapatkan yang maksimal. Sering-sering perkatakan, deklarasi agar singa penyusup itu tidak masuk dalam hidupmu. Hati-hati dengan intimidasi, tipu daya iblis, dll. Malaikat Tuhan itu jauh lebih banyak dari iblis, karena itu engkau harus terus mengaum, berkata yang positif, jangan takut dengan intimidasi iblis.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Minggu, 22 Februari 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 22 Febuari 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
22 FEBUARI 2015

By: Ps. Robert Lie
"MENYELESAIKAN PELAYANAN YANG DITUGASKAN"

Kisah Para Rasul 20:18-24
18: Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
19: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
20: Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;
21: aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
22: Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
23: selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
24: Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Mengenal Tuhan secara pribadi, mengalami Tuhan secara pribadi. Kita tidak hanya mengenal hadirat Tuhan, tapi juga harus mengalami kalau Tuhan berada di tengah-tengah kita. Setelah kita mengalami, apalagi? Ya melayani. Ketika engkau sudah mengalami Tuhan, masuk dalam kedalaman, ujung-ujungnya itu untuk pelayanan kepada Tuhan, apapun pelayananmu. Bukan suatu beban kalau engkau bisa melayani Tuhan, tapi itu adalah kehormatan bagi kita kalau bisa melayani Raja segala raja. Gereja harus membawa orang tidak hanya mengenal dan mengalami Tuhan, tapi juga bawa mereka untuk melayani Tuhan.

Di Efesus 4 dikatakan kalau kita memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing. Gereja dikatakan gereja sehat kalau jemaatnya mengerti untuk berfungsi sesuai dengan karunia dan kemampuan masing-masing. Gereja dimana ada fungsi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, membutuhkan "kesembuhan" yang dari Tuhan.

Paulus mengatakan kalau dia adalah tawanan roh, dan ketika dia disuruh ke suatu tempat, dia tahu apa yang akan terjadi di sana, dia tahu dia harus diancam, bahkan diancam nyawanya, namun dia tidak berhenti melayani Tuhan. Banyak kali orang Kristen berkata mau menyenangkan hati Tuhan, tapi ketika mengalami yang tidak enak, orang ini meninggalkan Tuhan, "cuti" pelayanan, dll. Siapa kita sehingga kita bisa melayani Raja segala raja? Pelayanan itu harusnya menjadi sesuatu yang excited untuk hidup kita. Pelayanan bukan sebuah beban, tapi sebuah kehormatan. Paulus mengetahui hal ini sehingga dia pun berani berkata baginya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Paulus bukan orang bodoh yang berkata "ngawur", bahkan dia adalah ahli taurat, dia berkata semuanya adalah sampah, tidak ada yang bisa membandingkan dengan Kristus. Banyak yang mengalami penderitaan sedikit, susah sedikit, berhenti pelayanan. Paulus tahu penjara menunggunya, dia akan dipukul, dll, tapi ada yang baru mengalami sedikit dan bahkan tidak sebanding dengan yang Paulus alami. Paulus pun tidak mau melayani hanya biasa, tapi menghasilkan buah, bahkan sebelum dia pergi, dia sudah melakukan regenerasi, yaitu Timotius.

Paulus menyelesaikan panggilannya hingga garis akhir. Pelayanan itu identik dengan pengorbanan, tapi apapun yang engkau korbankan, tidak akan pernah sebanding dengan apa yang Tuhan sudah lakukan untuk hidup kita.

2 Korintus 11:23-27
23: Apakah mereka pelayan Kristus? -- aku berkata seperti orang gila -- aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
24: Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
25: tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26: Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
27: Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

Paulus tidak pernah mengeluh mengenai pelayanan sekalipun dia mengalami hal yang seperti itu, tapi sekarang ini banyak yang berkata sudah melayani tapi tidak mendapat ini, mendapat itu, dll. Kalau engkau melayani, sedikit sedikit minta ini, itu, artinya pelayananmu itu tidak ada "value"nya. Kalau engkau melayani Tuhan tanpa engkau komplain atau menuntut apapun, Tuhan tahu untuk memberi yang terbaik untukmu. Jangan kecewa dengan Tuhan, harusnya kita melayani Tuhan. Kita tidak perlu pengakuan dari manusia manapun, yang penting engkau cari Tuhan sungguh-sungguh. Kalau engkau mau melayani, minimal engkau harus bertobat, sungguh-sungguh mencari Tuhan, memperbaiki diri.

Apa yang membuat Paulus bisa menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan? Ada 4 hal yang dilakukan Paulus:

1. Paulus menyadari panggilan pelayanannya
Tahukah engkau kalau engkau dipanggil untuk melayani? Sejak dari kandungan ibu, Tuhan sudah mempersiapkan kita, sudah menyiapkan mandat untuk hidup kita.

Galatia 1:15-16
15: Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
16: berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Sebelum menjadi Paulus, dia adalah Saulus yang mengejar-ngejar pengikut Tuhan sampai pada akhirnya dia mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Paulus menyadari, bukan ketika dia bertemu dengan sinar ketika perjalanan, tapi sebenarnya semua sudah ditetapkan Tuhan sejak kita berada di kandungan ibu kita. Pertanyaannya sederhana, apakah engkau tahu kalau engkau dipanggil Tuhan untuk melayani? Kalau engkau mau menjadi orang yang radikal, engkau harus tahu yang memanggil kita untuk melayani itu bukan pemimpin kita, tapi TUHAN. Paulus tahu yang memanggil dia untuk pelayanan adalah Tuhan, sehingga dia tidak kecewa, tidak komplain, dll. TUHAN punya panggilan untuk kita, Tuhan yang memanggil kita untuk pelayanan.


2. Paulus memilki komitmen yang tinggi dalam melayani
Banyak yang melakukan komitmen hanya ketika semua baik, semua sejalan. Dibutuhkan komitmen yang sangat tinggi untuk melayani. Dalam pelayanan, engkau pasti akan bertemu orang yang membuat engkau mengalami gesekan untuk membuatmu menjadi lebih indah. Bagi Paulus hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan, dan itu adalah komitmen Paulus yang sangat kuat.

Kolose 1:29
29: Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Orang yang commit, melakukan dengan segenap hati dan segenap tenaga. Banyak yang pelayanan tidak segenap hati, karena terpaksa, tanpa passion. Apa yang membuktikan Paulus? Dia mencurahkan semua pemikirannya untuk pemberitaan Injil sekalipun akan banyak penganiayaan dalam hidupnya. Orang yang sudah commit, tidak peduli rintangan apapun, dia akan tetap melayani. Komitmen itu ketika engkau mengalami tantangan dalam pelayanan, engkau tidak berhenti dan tetap melayani, kehidupanmu berubah ke arah yang lebih baik. Banyak orang yang dengan mudah menangis ketika altar call, setelah itu, tidak ada perubahan. Komitmen itu diperlukan konsistensi, tidak hanya ngomong saja, tidak hanya melakukan sekali dua kali saja, tapi tetap konsisten.

1 Korintus 15:58
58: Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Semua persekutuan pekerjaan Tuhan tidak akan pernah sia-sia, semua diperhitungkan Tuhan. Jika tidak ada komitmen, akan membuat malas, jenuh, dan ketika ada masalah, ada benturan, dia menjadi malas, bosan, stop, jenuh, dll. Kalau engkau tiba-tiba jenuh, malas, itu artinya passionmu sedang hilang. Orang yang memiliki komitmen, memiliki sasaran yang benar, melakukan semuanya dengan sungguh-sungguh dengan passion yang berbeda dengan orang yang tidak memiliki komitmen. Engkau bisa menipu manusia, tapi engkaut tidak bisa menipu Tuhan.


3. Paulus mengasihi Allah dan mengasihi umat Tuhan
Ini adalah salah satu yang dilakukan oleh Daud, yaitu love God love people. Keberhasilan dalam pelayanan itu adalah dimilikinya hati Allah dalam pelayanan yang berguna untuk mengembangkan orang lain, membangun orang lain. Apa yang membuat Paulus mau ke Yerusalem sekalipun dia mengetahui kalau dia akan didera, dll? Karena dia benar-benar cinta Tuhan dan umat Tuhan.

Filipi 3:7-8
7:  Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
8: Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

1 Korintus 9:19
19: Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Beranikah engkau berkata seperti itu? Kita tidak dibayar, tapi kita melayani karena mengasihi Tuhan dan umat Tuhan.

1 Korintus 9:19 (BIS)
19: Saya ini bukan hamba siapa pun; saya bebas. Meskipun begitu, saya sudah menjadikan diri saya ini hamba kepada semua orang. Saya lakukan itu supaya saya bisa memenangkan sebanyak mungkin orang untuk Kristus.
 
Paulus berkata kalau dia bebas, dia tidak dibayar, tapi dia memberikan seluruh hidupnya untuk Tuhan dan jemaat Tuhan, memberikan dirinya untuk menjadi hamba bagi semua orang. Terlalu banyak yang berkata commit, tapi meremehkan komitmen. Apa yang engkau katakan kepada Tuhan, ya pegang hal itu!

1 Korintus 9:19 (TSI)
19: Jadi pekerjaan pelayanan saya bebas dari segala macam pikiran tentang upah jasmani dan tidak berkewajiban kepada siapa pun. Biarpun begitu, saya menjadikan diri saya sebagai hamba yang melayani semua orang, supaya saya bisa memenangkan sebanyak mungkin orang bagi Kristus.

Sekalipun dia disakiti oleh manusia, tapi Paulus tetap melayani Tuhan. Lepaskan hak untuk dihromati, hak untuk dihargai. Miliki dasar yang kuat yaitu mengasihi Tuhan dan sesama.


4. Kerendahan hati yang luar biasa
Efesus 3:7-8
7: Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
8: Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,

2 Korintus 10:17
17: "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Banyak orang yang memiliki kharisma, karunia yang hebat, tapi tidak memiliki kerendahan hati. Kharisma dan karunia hanya membawamu ke puncak, tapi yang membuatnya bisa tetap bertahan dan bahkan terus naik yaitu kerendahan hati. Kunci keberhasilan adalah kerendahan hati. Kalau engkau mau menjadi yang terbesar, jadilah hamba dan melayani orang lain. Semakin engkau rendah hati, semakin Tuhan akan bawa kita terbang tinggi. Kerendahan hati sangat langka hari-hari ini, seringkali banyak yang merasa dipakai Tuhan karena sudah membayar harga. Kalau engkau bisa dipakai Tuhan itu anugrah, kemurahan Tuhan, dan pekerjaan Roh Kudus di dalam kita. Percuma kita memiliki karunia kalau kita tidak mencerminkan Kristus.

VIDEO CLIP:

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Minggu, 15 Februari 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 15 Febuari 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
15 FEBUARI 2015

By: Ps. Robert Lie

Roma 8:28
28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Segala sesuatu, artinya segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu mendatangkan kebaikan. Tapi tidak mendatangkan kebaikan ke semua orang, tapi semuanya mendatangkan kebaikan kepada orang yang tergolong mengasihi Tuhan.

Roma 8:28 (BIMK)
28: Kita tahu bahwa Allah mengatur segala hal, sehingga menghasilkan yang baik untuk orang-orang yang mengasihi Dia dan yang dipanggilnya sesuai dengan rencana-Nya.


Siapa kita kalau Tuhan Raja segala raja mau mengatur hidup kita?

Roma 8:28 (TSI)
28: Sekarang kita boleh yakin bahwa bagi kita semua yang mengasihi Dia, Allah selalu mengatur semua hal yang kita alami dan hadapi, supaya hal-hal itu menghasilkan kebaikan. Karena kita adalah orang-orang yang sudah diilih-Nya sesuai dengan rencana-Nya.


Apa itu semua? Pekerjaan, keluarga, pasangan, kehidupan, bisnis, semuanya diatur yang terbaik bagi kita.

Romans 8:28 (The Message)
28: That's why we can be so sure that every detail in our lives of love for God is worked into something good.


Kalau engkau benar-benar percaya ayat itu, pasti tidak akan ada orang yang bersungut-sungut, karena engkau tahu kalau semuanya diatur untuk kebaikan

Romans 8:28 (AMP)
28: We are assuerd and know that [God being a partner in their labor] all things work together and are [fitting into a plan] for good to and for those who love God and are called according to [His] desgin and purpose.


Ada sesuatu di belakang dari yang kita alami, yaitu tujuan Tuhan yang mulia untuk membentuk kita, serupa segambar dengan AnakNya. Ada hal-hal tertentu dalam tanda kutip Dia membuat skenarioNya, seolah-olah kok seperti ini, kok seperti itu, dll. Pengaturan Tuhan adalah pengaturan yang paling sempurna. Hidupmu pasti akan mendatangkan kemuliaan kalau engkau mengizinkan Tuhan mengatur kehidupanmu. Seringkali ada kalanya apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan, tapi mengertilah Tuhan sudah merancangkan semuanya yang terbaik untuk hidup kita. Apapun yang terjadi, jangan pernah berkeluh-kesah, karena semuanya adalah skenario terbaik dalam hidup kita.

Ada kesaksian, ada sebuah keluarga yang sudah merencanakan untuk berlibur di Singapura, sesaat sebelum pada hari keberangkatan, mereka melakukan perjamuan kudus, lalu mereka pergi ke Airport, dan ternyata pesawat itu sudah berangkat terlebih dahulu dan mereka ditinggal. Pada mulanya mereka komplain ke pihak Airlines, namun beberapa jam kemudian mereka baru mendengar kalau pesawatnya hilang dan hingga sekarang belum ditemukan, yaitu pesawat Air Asia kemarin. Satu keluarga ini akhirnya mengucap syukur dan mengerti kalau pengaturan Tuhan itu memang yang terbaik, dan mereka sangat menyadari bahwa siapapun yang memiliki minyak dan anggur tidak akan dirusakkan, sehingga Tuhan menghalau keberangkatan mereka.

Semua yang mengasihi Tuhan, kehidupannya pasti akan diatur Tuhan, tapi kalau engkau tidak tergolong orang yang mengasihi Tuhan, engkau hanya akan mengurus dirimu sendiri tanpa Tuhan. Hidup ini untuk apa kalau engkau tidak mencari Tuhan sungguh-sungguh? Semua yang engkau timbun akan sia-sia kalau engkau tidak mengasihi Tuhan. Apapun peristiwa yang kurang baik yang terjadi dalam hidupmu, kalau engkau tergolong orang yang mengasihi Tuhan, sebenarnya itu adalah yang terbaik untuk hidupmu. Demikian juga Tuhan kadang "merusak" karya kita untuk menyelamatkan jiwa kita. Kadang kita sudah membuat rencana yang indah untuk hidup kita, tapi seolah-olah Tuhan "merusak" semuanya, itu sebenarnya bukan merusak, tapi itu karena Tuhan mau memberi yang terbaik untuk kita. Kadang ketika Tuhan merusak, mengutak-atik impian kita, sebenarnya itu bukan karena Tuhan jahat, tapi karena Tuhan ingin menyelamatkan jiwa kita.

Roma 8:26-30

Tuhan masih mengontrol kehidupan anak-anakNya untuk mendatangkan kebaikan.

Dalam menanggapi segala kebaikan yang kita rancangkan, seringkali kita menafsir dari sudut pandang jasmani kita sendiri, misalnya kesembuhan kita, keberhasilan kita, tapi sebenarnya itu bukan hal yang terbaik untuk hidup kita. Seringkali engkau belum diberkati Tuhan karena Tuhan tidak mau engkau menjadi jauh dari Tuhan dan Tuhan masih sayang padamu. Untuk apa engkau diberkati banyak tapi engkau malah jauh dan bahkan lupa pada Tuhan. Apakah ketika engkau diberkati, itu membuat engkau lebih dekat lagi pada Tuhan dan engkau bisa mengatur semuanya tanpa kebohongan?

Barangsiapa memberi, akan diberkati. Seringkali di khotbah orang memang setuju lebih suka memberi daripada menerima, namun prakteknya tidak bisa. Lebih mudah unta masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk kerajaan Surga. Seringkali orang kaya tidak bisa masuk kerajaan Surga karena orang itu terlalu kaya, sehingga orang itu merasa tidak membutuhkan Tuhan. Ketika kita tidak berani untuk memberi, artinya kita itu lupa kalau hidup kita adalah pemberian Tuhan. Kalau engkau sadar hidupmu adalah pemberian Tuhan, kenapa engkau tidak mau melanjutkannya? Pertanyaannya, beranikah engkau memberi?

Seringkali ketika omsetmu turun, engkau seringkali bisa ngomel, menggerutu kepada Tuhan, tapi ketika diberkati lebih, engkau tidak pernah mengomel kepada Tuhan kenapa Tuhan berkati sangat banyak. Percayakan hidupmu diatur oleh pengaturan Tuhan yang sempurna.

Roma 8:29
29: Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.


Bagaimana caranya Tuhan mendatangkan kebaikan ketika kita menghadapi proses?
1. Tuhan bekerja secara utuh
Tuhan itu akan tetap bersama-sama dengan engkau hingga proses itu selesai, namun seringkali kita bersungut-sungut sehingga Tuhan tidak bekerja, dan engkau semakin jauh dengan destinymu. Kita harus berserah total, maka Tuhan akan bekerja. Semua proses mendatangkan kebaikan untuk kita karena itu melatih kita untuk menjadi orang Kristen yang kuat di dalam Tuhan dan di dalam kuasaNya. Percuma kalau kita datang ke gereja tapi tidak menjadi orang yang kuat di dalamNya. Kalau engkau mengalami proses dan engkau tahu kalau Tuhan mengontrol hidupmu, engkau akan tahu kalau sebenarnya Tuhan sedang melatih hidupmu agar engkau kuat. Semuanya itu akan membuatmu menumbuhkan ketekunan dalam hidupmu dan itu akan menimbulkan tahan uji. Tuhan sedang mencari orang-orang "besar", hatinya yang besar untuk dipercayakan kemuliaan dan kekayaan yang besar. Salah satu pewahyuan mengenai akhir zaman yaitu berkat dari bangsa-bangsa. Tapi ketika engkau diberi uang oleh Tuhan, engkau salah dalam mengelola, artinya engkau belum siap untuk menerima uang yang lebih besar.

Ayub 2:9
9: Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"


Tapi apa respon Ayub?

Ayub 2:10
10: Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ayub 1:21
21: katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"


Ketika dia diproses Tuhan, dia bisa menang dari proses, artinya tidak hanya tahan uji, tapi dia dipercaya dengan hal yang 2x lipat, tapi banyak orang yang tidak tahan uji, ketika diproses, marah pada Tuhan, kecewa. Biar kita menjadi unshakable generation, generasi yang tidak tergoncangkan yang akan diberikan kepercayaan demi kepercayaan dari Tuhan. Untuk membuat kita kaya, itu sangat mudah bagi Tuhan, tapi kenapa Tuhan belum mau membuat engkau kaya? Karena Tuhan ingin mempersiapkan hidupmu terlebih dahulu. Kalau engkau mau diberkati, engkau juga harus menyalurkan berkat, siapkan saluran berkat yang banyak. We are limited, but we believe, in God, our limitation is unlimitted.


2. Tuhan bekerja secara aktif.
Dia tidak hanya ada dalam hidup kita, tapi Dia juga bekerja secara aktif dalam kehidupan orang percaya.

Yusuf tidak bersalah, tapi dia dipenjara karena dia difitnah. Namun kalau saat itu Tuhan tidak berada bersama-sama dengannya, dia tidak akan bisa menjadi orang hebat di Mesir. Kalau Dia bukan Tuhan yang bekerja secara utuh dan aktif dalam hidupnya Yusuf, dia tidak akan bisa jadi orang besar. Bukannya Tuhan tidak mau membela, tapi Tuhan masih tetap berada dan bekerja dalam hidup Yusuf sekalipun seolah-olah mimpi Yusuf hilang dan tidak mungkin terjadi ketika Yusuf dipenjara. Saudara-saudara merancangkan hal yang jelek untuk Yusuf, tapi Tuhan mengerjakan semuanya untuk kebaikan Yusuf, dan begitu juga kepada kita. Dalam masalah apapun, Tuhan sebenarnya tetap ada bersama kita, tapi kita seringkali tidak sadar dan kita komplain kepada Tuhan. Dalam penjara pun Tuhan bisa angkat Yusuf. Kalau saat itu Tuhan intervensi ketika Yusuf difitnah dan Tuhan membela Yusuf, Yusuf akan tetap seumur hidup menjadi budak, tidak akan bisa menjadi penguasa. Semua sudah diatur oleh Tuhan, tidak ada satu orangpun yang bisa mencelakakan dirimu, merusakkan impianmu, karena semuanya ada di bawah kontrol Tuhan.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Senin, 09 Februari 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 8 Febuari 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
8 FEBUARI 2015

By: Ps. Pendy Sofian

Imamat 25:8-18
8: Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
9: Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
10: Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
11: Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.
12: Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.
13: Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.
14: Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.
15: Apabila engkau membeli dari sesamamu haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel, dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen.
16: Makin besar jumlah tahun itu, makin besarlah pembeliannya, dan makin kecil jumlah tahun itu, makin kecillah pembeliannya, karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu.
17: Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.
18:  Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.

Tahun Yobel di tahun ini adalah tahun Yobel ke-70 bagi bangsa Israel, yang pertama dialami Yosua ketika masuk dalam tanah perjanjian. Bagi para budak yang memiliki hutang, mereka snagat menunggu tahun Yobel, karena di tahun ini semua hutangnya akan lunas. Setiap 50 tahun mereka merayakan ini, tahun ini yang ke-70 kali mereka merayakan tahun Yobel yang bertepatan dengan Blood Moon. Engkau harus bisa melepaskan yang namanya kekecewaan, sakit hati, kepahitan dalam hidupmu, karena kalau engkau masih memegang hal ini, engkau tidak bisa masuk ke tahun Yobel.

Ketika semua budak bebas di tahun Yobel, sebenarnya itu tahun yang memang menyenangkan bagi para budak, tapi tidak enak bagi para tuannya, karena dia akan kehilangan semua budaknya. Tapi di antara semua budaknya, ada budak yang memutuskan untuk tetap melayani tuannya karena cintanya pada tuannya, yaitu hineni.

Keluaran 21:2:6
2: Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.
3: Jika ia datang seorang diri saja, maka keluar pun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.
4: Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.
5: Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka,
6: maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.


Di tahun ini engkau memiliki janji akan mengalami kemerdekaan. Kalau engkau melihat dari sudut pandang tuannya, ketika engkau melihat ada seorang budak yang datang padamu dan berkata seperti ini, pasti engkau akan mengalami kelegaan dan bahkan budak itu akan menjadi budak kepercayaan bagi tuannya. Di tahun ini Tuhan akan genapi semuanya, tapi setelah digenapi, waktunya Tuhan menunggu, apakah semua yang sudah mengalami penggenapan janji Tuhan itu akan tetap ikut Tuhan atau hilang? Karena tuan tersebut tidak bisa memaksa budak tersebut untuk ikut dia, tapi ketika ada budak yang berkata hineni, mau tetap mengabdi pada tuannya, dia pasti akan menjadi budak yang dipercayai lebih oleh tuannya. Di tahun Yobel, pasti akan sulit untuk tuan mencari budak, karena semua budak mengalami kelepasan, tidak ada hutang lagi, mungkin setelah 2-3 tahun kemudian baru mereka bisa mendapatkan budak. Pilihannya ada di tanganmu, apakah engkau tetap memilih untuk tetap mengikut Tuhan ketika semua penggenapan itu terjadi, atau engkau meninggalkan Tuhan? Banyak yang mengikuti Tuhan karena sedang berada dalam pergumulan, sedang menunggu jawaban dari Tuhan untuk hidupnya. Tapi ketika semua sudah dijawab Tuhan, sudah digenapi Tuhan, apakah dia akan tetap mengikuti Tuhan?

Hineni itu adalah kunci dari tahun ini. Ketika semua yang engkau butuhkan sudah digenapi Tuhan, engkau belum tentu bisa memastikan dirimu sendiri untuk tetap mengikuti Tuhan, karena engkau sudah mendapatkan semuanya dan seolah-olah engkau tidak membutuhkan Tuhan lagi. Namun di sinilah engkau benar-benar harus memiliki sikap hati hineni.

Melepaskan sakit hati, kekecewaan adalah kunci pertama sebelum masuk tahun Yobel, karena ketika seorang budak sakit hati kepada tuannya atau rekan kerjanya, lalu dia memutuskan keluar dari rumah tuannya, dia tidak akan bisa mengalami tahun Yobel itu, karena surat pembebasan hanya bisa diberikan oleh tuannya, dan dia akan tetap menyandang status budak sekalipun dia keluar dari rumah tuannya itu.

Amazing God. Kuncinya adalah percaya pada Tuhan. Kalau engkau tidak percaya, janji Tuhan itu tidak akan terjadi dalam hidupmu, karena percaya itu sangat mudah untuk dikatakan tapi tidak mudah untuk dilakukan.

Roma 4:13
13: Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Romans 4:13 (The Message)
13: That famous promise God gave Abraham--that he and his children would possess the earth--was not given because of something Abraham did or would do. It was based on God's decision to put everything together for him, which Abraham then entered when he believed. 

Janji Tuhan diberikan kepada Abraham bukan didasarkan pada apa yang Abraham lakukan atau apa yang Abraham akan lakukan, tapi itu semua diberikan kepada Abraham karena memang keputusan Tuhan (God's decision) atas hidupnya, destiny Tuhan atas Abraham. Setiap kita punya destiny mengapa kita diciptakan, dan hanya engkau saja yang bisa menggenapi destiny Tuhan atas hidupmu. Bagaimana cara Abraham bisa menerima perjanjian itu? Ketika dia PERCAYA kepada Tuhan. Ketika Firman Tuhan datang dalam hidupnya, kalau dia tidak percaya, ya itu tidak akan terjadi dalam hidupnya. Memang mudah untuk berkata percaya, tapi ketika mimpi itu seperti tidak terlihat lagi, semua keadaan sepertinya tidak mungkin, apakah engkau masih bisa percaya? Katakan pada jiwamu, "Hai jiwaku, percaya pada Tuhan". Kuatkan pikiranmu, hatimu, jiwamu untuk tetap percaya kepada Tuhan. Kalau engkau tidak percaya, maka tidak akan ada janji apapun yang akan jadi sekalipun banyak janji yang Tuhan berikan dalam hidupmu.

Roma 4:16,18
16: Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --
18: Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Romans 4:16 (The Message)
16: This is why the fulfillment of God's promise depends entirely on trusting God and his way, and then simply embracing him and what he does. God's promise arrives as pure gift. That's the only way everyone can be sure to get in on it, those who keep the religious traditions and those who have never heard of them. For Abraham is father of us all. He is not our racial father--that's reading the story backwards. He is our faith father. 

Penggenapan janji Allah dalam hidup Abraham tergantung bagaimana percayanya Abraham pada Tuhan dan jalan Tuhan, bukan jalannya kita.

Romans 4:18 (The Message)
18: When everything was hopeless, Abraham believed anyway, deciding to live not on the basis of what he saw he couldn't do but on what God said he would do. And so he was made father of a multitude of peoples. God himself said to him, "You're going to have a big family, Abraham!" 

Abraham memutuskan untuk hidup bukan berdasarkan pada apa yang dia bisa lakukan atau dia tidak bisa lakukan, tapi dia bergantung pada apa yang Tuhan bisa lakukan. Sekalipun putus asa, tidak ada jalan keluar, tubuhnya sudah lemah, istrinya sudah mati haid, di titik itu semuanya hopeless bagi Abraham. Tapi Abraham memutuskan untuk hidup bukan dengan apa yang dia bisa lakukan dan apa yang dia tidak bisa lakukan. Seringkali setiap kita mengukur diri kita sendiri untuk menerima janji Tuhan, tapi sebenarnya kita tidak akan bisa menggenapi janji Tuhan dengan apa yang kita lakukan. Abraham tidak melakukan hal itu, tapi dia memutuskan untuk hidup menurut apa yang Tuhan bisa lakuakn dalam hidupnya. Ketika kita menghadapi masalah yang sepertinya tidak ada yang bisa dilakukan lagi, lihat ke atas, jangan lihat ke bawah, jangan lihat masalahmu.

Suatu saat ketika Abraham berkata dengan Lot untuk memilih tanah, Lot memilih tanah yang bagus, dan ketika itu Abraham sempat down, dan ada Firman Tuhan atas Abraham, yaitu Tuhan menyuruhnya untuk melihat ke atas, melihat ke bintang-bintang, dan Tuhan memberkati Abraham. Secara medis ketika engkau sedang berada di dalam tekanan, engkau cukup melihat ke atas, dengan engkau melihat ke atas, otakmu akan mengeluarkan suatu hormon yang akan membuatmu menjadi lebih rileks. Ketika engkau mengalami pergumulan yang luar biasa, stop melihat situasimu, stop melihat apa yang engkau harus lakukan untuk menyelesaikan semuanya, tapi lihat ke atas, lihat kepada apa yang Tuhan bisa lakukan, bukan apa yang engkau tidak bisa lakukan atau apa yang engkau bisa lakukan. Abraham tidak melihat situasinya, tapi dia melihat ke atas, melihat ke Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan atas hidupnya.

Salah satu ujian terbesar di dalam hidup Abraham adalah ketika Ishak akan diserahkan kepada Tuhan, dan ada satu kunci yang Abraham lakukan dan katakan sehingga dia bisa lulus dalam ujiannya. Ketika Tuhan memanggil Abraham, Abraham menjawab ya Tuhan, ini aku Tuhan. Di dalam bahasa Ibrani, dikatakan Hineni, Here i am, ini aku Tuhan. Dari awal dia mengalami ujian hingga dia menyelesaikan ujiannya, dia mengawali dan mengakhirinya dengan kata hineni.

Engkau akan mengalami ujian seperti ini di tahun ini, engkau akan mengalami pembebasan dari Tuhan, semuanya sudah digenapi Tuhan, tapi di situlah ujianmu, apakah engkau tetap memutuskan untuk tetap mengikuti Tuhan atau tidak, namun kuncinya agar engkau bisa lulus adalah hineni. Bagaimana seorang budak bisa naik ke level selanjutnya? Ketika semua budak yang lain pulang, ada seorang budak yang bisa melewati ujian tersebut jika budaknya berkata hineni, karena dia cinta kepada tuannya. Orang yang mengalami perbudakan akan memiliki mentalitas budak, sehingga sekalipun dia mengalami pembebasan, budak itu akan tetap hidup dengan mentalitas budak, uangnya habis, dan kemudia kembali lagi menjadi budak. Bagaimana budak bisa lulus dalam ujiannya dan siklus budaknya itu? Dengan hineni. Memang dia masih menyandang status budak, tapi dia akan diangkat oleh tuannya. dipercayakan lebih lagi oleh tuannya, dan itu akan memutuskan siklus perbudakan dalam kehidupannya.

Apa yang engkau ingin Tuhan lakukan di hari ini? Minta untuk tetap bisa hineni, tetap memiliki kerendahan hati, karena ketika engkau diberkati Tuhan secara luar biasa, engkau bisa dengan mudah jauh dari Tuhan karena seolah-olah engkau bisa tidak memerlukan Tuhan lagi. Seorang tuan akan siap kehilangan budaknya di tahun Yobel, karena itu ketika di tahun Yobel, tidak ada yang menanam. Di tahun ke-50, tidak ada yang ditanam, tanah itu menjadi tanah kudus, bukan hanya karena itu, tapi karena memang tidak ada lagi budak / pegawai di tahun tersebut. Ini adalah keputusan yang harus kita ambil masing-masing untuk tetap hineni. Tahun Yobel adalah tahun pembebasan, tapi ini adalah tahun yang penuh resiko untuk Tuhan kehilangan anak-anakNya karena semua anakNya mendapatkan apa yang dikejar. Tuhan tidak bisa memaksa, tapi ini keputusanmu.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Senin, 02 Februari 2015

AoC Bandung, 2 Febuari 2015

AOC BANDUNG
2 FEBUARI 2015

By: Ev. Daniel Krestianto

Kalau ada urapan, untuk apa? Apa untuk kekayaan, kehormatan, dan harga dirimu sendiri? Apakah agar apa yang diinginkan bisa dicapai? Ada yang menyanyi meminta urapan tapi tidak mengeti apa-apa, hanya menyanyi. Ada yang meminta urapan untuk kepuasan pribadi, memang bukan untuk dilihat orang, tapi untuk kepuasan pribadi. Namun ada yang memintanya untuk menyelesaikan destiny, bukan karena ingin kaya, bukan karena ingin terkenal, bukan karena ingin kepuasan pribadi, tapi karena ingin destinynya harus tercapai.

Akhir dari semuanya akan terlihat, rumah bangunan apa yang engkau dirikan? Apakah terbuat dari kayu, jerami, besi, batu permata, emas? Engkau yang menentukan semuanya! Tuhan mengasihi kita semua. Apa yang jadi kerinduan kita akan tercapai, karena waktunya sudah sangat singkat, bahkan waktunya sudah tidak bisa lagi diperlama, karena penggenapan sudah harus terjadi. Apa ending yang akan engkau dapatkan? Apa akhir yang sebenarnya engkau inginkan?

Banyak yang sungkan dengan manusia lebih dari sungkan dengan Tuhan, karena berpikir Tuhan pasti mengerti kita. Memang Tuhan mengerti kita, tapi tidak untuk selamanya kehendakmu yang harus terjadi. Harusnya kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendak kita. Bisa atau tidak kita bawa keinginan dan impian kita, kita bawa semua mimpi-mimpi kita ke altar Tuhan? Taruh di kaki Yesus, engkau berkata "Here I Am, Lord, Hineni", dan itu tingkat yang paling akhir, dan tingkat yang Tuhan kehendaki agar kita mengerti. Sebelum Yesus berjalan dan menuntaskan Karya Salib, di Taman Getsemani Dia berteriak "Thy Will Be Done", Dia berteriak "Hineni", bukan sesuatu yang mudah, Dia serahkan semua impianNya dan semua keinginanNya, dan berkata "Here I Am". Sebelum Yesus sampai dan mencapai kemuliaan, Dia harus melalui Jalan Salib, dan Tuhan berkata, "Sekarang sudah selesai, sudah Kubayar semuanya, Sudah Genap!" Tugas kita hanya tinggal di dalam Yesus dan Yesus di dalam kita. Iman, kasih, dan pengharapan, itu yang harus ada di hidup kita.

Mari kita mulai dari awal, kita lihat hidup kita, apakah kita masih punya pengharapan, atau kita sebenarnya sudah membeku seperti es? Apakah pengharapan itu masih ada dalam hidupmu? Atau engkau kecewa karena apa yang engkau lihat dan engkau dengar tidak sama dengan teorimu dan keinginanmu sehingga engkau kecewa dan kecewa hingga engkau membeku dan tidak ada lagi pengharapan di hidupmu? Engkau seperti orang yang diam, kecewa, menjadi penonton, mengambil langkah untuk lebih banyak diam dan tidak banyak berbicara karena sebenarnya pengharapan sudah hancur. Hari ini lihat, koreksi hatimu.

Iman, apakah masih ada iman itu di hatimu? Setiap kali Tuhan beri kesempatan, setiap kali Tuhan beri kairos demi kairos, tapi seringkali kita tidak punya tangan untuk menggenggam, jari-jari kita tidak bisa menggenggam janji Tuhan karena engkau sebenarnya pahit dan imanmu gugur sampai engkau sendiri kadang-kadang tidak percaya dengan yang namanya janji dan nubuatan. Engkau bisa sepertinya bersukacita di hadapan orang lain tapi sebenarnya yang paling dalam engkau tidak percaya Tuhan, engkau berkata apakah Tuhan itu ada. Hari ini ambil keputusan, karena ini adalah puncak, ada persimpangan jalan di depanmu.

Terus raih kemenangan demi kemenangan dan tidak gugur seperti anak yang gugur di kandungan. Dalam menanti 9 bulan 10 hari, akhirnya ada beberapa yang gugur, mati, tidak jadi lahir. Waktunya tinggal sebentar, bahkan di orang lain, bukan di antara orang Kristen pun berkata waktunya tinggal 3 menit. Iman apakah masih Tuhan dapati di hatimu, di hidupmu? Semuanya akan hilang kecuali kasih, karena kasih adalah Bapa sendiri. Bapa menghembuskan dan nafas kehidupan itu masuk, tapi apakah itu menguasai hidupmu, atau hanya sekedar teori? Kasih agape, kasih yang tidak menuntut apapun, hanya melakukan karena mengasihi, tidak minta imbalan, tidak meminta batasan, dan tidak meminta balasan.

Koreksi hati kita, hidup kita, karena Tuhan mau bawa kita ke next level lagi, tapi diperlukan passion, kasih kepada Tuhan tanpa pamrih, diperlukan ketekadan dan kenekatan, Tuhan akan bawa kita ke next level, apa yang tidak pernah terpikirkan terjadi! Hari ini, ada berkat yang akan Tuhan berikan, yang besar, yang tidak pernah dipikirkan itu terjadi dan terjadi saat ini, tapi sebenarnya hanya yang meresponi yang akan dapat. Lompati tembokmu, keterbatasanmu, raih, karena Tuhan sudah menunggu kita, lari ke Tuhan, fokus sampai pada tujuan. Terbang ke next level, bersihkan sayap-sayapmu, dari semua kepahitan, sakit hati, mengasihani diri sendiri. Lari pada Yesus, tinggalkan semua dosa!

Banyak yang membatasi Tuhan dengan berkata tidak mungkin, padahal Tuhan berkata hanya lakukan saja, jangan banyak berpikir, lakukan dalam ketaatan, OBEY, maka engkau akan lihat yang tidak ada jadi ada. Hormati Tuhan lebih dari segalanya, lebih dari orang yang engkau kasihi. Hargai Tuhan, hormati Tuhanmu. Ada orang yang terlalu sayang dengan orang tuanya, bahkan orang tua nomor satu, Tuhan nomor dua, padahal engkau harusnya tahu, Yesus tetap nomor satu. Yang tahu hatimu hanya Yesus, Dia tidak pernah meninggalkanmu, Dia bahkan lebih dekat dari pakaian yang engkau pakai. Setan selalu mengajak kita untuk yang nyaman, tapi Roh Kudus selalu mengajak kita untuk berjalan bersama Dia, tantangan akan ada, harga yang dibayar akan ada, tapi sekali kita mengikuti, ada jaminannya, kita akan keluar sebagai pemenang, hanya ikuti Dia!

Terpeleset itu biasa, tapi jangan tergeletak, bangkit, kejar ketertinggalanmu, bayar dari setiap dosa yang dilakukan, tapi tidak mengasihani diri sendiri. Bangkit! Jangan seperti pengecut, ayo hadapi bersama dengan Tuhan! Tuhan itu mengerti kita, karena Dia pernah tinggal di dunia, Dia mengerti apa yang kita alami, lari kepada Yesus, karena ada jalan keluar di dalamNya. Jangan buat dirimu berputar-putar seperti bangsa Israel, ini waktunya engkau menerobos, dan engkau akan berkata AMAZING GOD, karena Dia melakukan untuk kita semua, semua karena Yesus, bukan karena usaha manusia, sampai kita bisa berkata AMAZING GOD! Semua tanah yang berlubang diratakan, gunung-gunung dipangkas, dan biarkan Tuhan kerjakan bangunanNya di situ. Biar saat ini kita mengerti kalau rencana Tuhan itu sangat baik, tidak ada yang gagal, jangan seperti Yudas karena tidak membuang kelemahan sehingga akhirnya terhilang.

Yesaya 45:1-3
1: Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
2: Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.
3: Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.

Nama kita itu sangat sangat menentukan. Kita seharusnya mengerti arti nama kita itu apa, karena kehidupanmu tidak akan pernah keluar dari situ. Contoh, Daniel, artinya Tuhan adalah Hakim, artinya timbangan itu selalu ada di dalam hidupnya, kalau melenceng, ya berkatnya kurang, tapi kalau hidup berkenan, berkat itu akan melimpah. Jadi namamu itu sangat penting! Nama itu mempengaruhi kehidupan sangat banyak, dan engkau harus mengerti mengenai hal ini. Kalau namamu kurang bagus, minta dengan Tuhan dengan nama apa engkau dipanggil, dan ketika itulah akan mempengaruhi hidupmu. Banyak yang senang nama Maria, padahal arti nama Maria adalah pahit. Tapi siapa yang bisa mengubah kepahitan itu menjadi kemanisan?

Yesaya 45:4-7
4: Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.
5: Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
6: supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,
7: yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

Jadi kalau engkau misalnya memiliki nama Maria, artinya engkau harus berjuang agar kepahitan tidak menghantam hidupmu. Siapa yang bisa mengubah semuanya? Yesus! Sadari semuanya, kenal Yesus, berharap pada Tuhan, hidup di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam engkau, maka Tuhan akan sanggup mengubah hidupmu. Dari kepahitan akan berubah menjadi kemanisan, karena Tuhan yang mengubah hidupmu dan nasibmu. Tuhan akan memberi nama dan Tuhan juga yang akan memberikan solusi.

Waktunya sudah sangat dekat, bahkan para ilmuan juga menemukan, waktunya hanya tinggal 4 menitan, padahal mereka bukan Kristen. Kenapa seperti itu? Karena ketika Tuhan berfirman, Dia tidak hanya berfirman kepada kita, tapi ke juga keluar kelompok kita. Maranatha itu sebentar lagi, ini serius! Keputusan itu ada di pihak pribadi, bukan di Tuhan lagi. Sanggupkah engkau membayar keselamatanmu?

Tidak ada yang bisa terjadi tanpa seizin Tuhan. Kita harus benar-benar lebih melekat lagi kepada Tuhan, harus berharap kepada Tuhan, bahkan istilahnya mati pun engkau tetap bisa bangkit karena iman, karena segala sesuatu terjadi karena seizin Tuhan. Iman itu bisa mengalahkan semuanya. Biarpun secara dunia, secara pandangan mata habis, tapi karena iman, bangkit, dan itu yang harus kita miliki saat ini. Jangan hidup dari apa yang engkau lihat dan dengar, jangan hidup dari teori, karena itu 0. Kalau engkau tidak punya iman, semuanya tidak akan terjadi.

Yesaya 45:8
8: Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan, dan baiklah ditumbuhkannya keadilan! Akulah TUHAN yang menciptakan semuanya ini."

Ujung-ujungnya Tuhan lagi. Jangan sombong, jangan gunakan kekuatan sendiri, ayo hineni, perkatakan, kalau perlu, buat kata-kata yang besar, hineni, sehingga ketika engkau bangun, engkau baca kata hineni tersebut. SIapa yang mengandalkan kekuatannya dan otaknya, semuanya akan 0. Tapi ketika engkau berkata hineni, Tuhan yang dimuliakan, tanpa engkau pikirkan, tanpa engkau duga, semuanya itu akan terjadi. Engkau harus benar-benar punya sifat yang seperti spons, ketika ada air, spons itu langsung menyerap.

Hidup dengan lemah lembut dan rendah hati. Apa itu lemah lembut? Tidak kaku, tidak banyak menggunakan teori sendiri seperti orang Farisi. Sebenarnya banyak hal yang masih kita belum tahu, tapi belajar fleksibel, lemah lembut dan rendah hati. Kemanapun Tuhan bawa kita, ikuti! Anggur baru yang dicurahkan harus menggunakan kantong anggur yang baru juga, bukan yang lama, karena kalau engkau pakai wadah yang lama, pikiran dan teorimu sendiri, pengalamanmu, ketika anggur yang baru itu dimasukkan, itu tidak akan bisa. Ikuti Tuhan dengan benar!

Buang semua ikatan yang mengikat hidupmu. Rendahkan hatimu, karena engkau sebenarnya tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan dan semua karena Tuhan. JanjiNya akan jadi kenyataan! Amazing God itu sebenarnya bukan karena kekuatan manusia, tapi karena Tuhan. Sadar, dan siapkan dirmu!

Lompati setiap tembok yang menghalangi, yang tidak mungkin, yang rasanya susah dan sangat berat untuk dilewati. Engkau tidak sendiri, karena engkau bersama dengan Tuhan! Belajar bergandengan tangan, bukan untuk kesombongan atau untuk kekayaan, tapi supaya rencanaNya jadi dalam hidup kita.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -