Senin, 21 Juli 2014

AoC Bandung, 21 Juli 2014 (Ev. Nany Susanty - Sion)

AOC BANDUNG
21 JULI 2014

By: Ev. Nany Susanty

Seringkali yang kita anggap itu yang menurut kita baik, dan yang menurut kita baik, itu yang baik. Padahal TOV itu adalah baik menurut TUhan, bukan menurut kita. Seringkali yang baik menurut Tuhan, belum tentu yang baik menurut kita. Terkadang Tuhan merencanaan sesuatu, misalnya cara Tuhan pertama kali membuat Maria bertemu dengan Malaikat Gabriel. Menurut Tuhan, ini adalah yang terbaik, tapi yang dihadapi Maria hari demi hari, dia harus menghadapi yang namanya menunggu kandungannya keluar, dia harus naik keledai, dia tidak dapat penginapan, dll. Seringkali kita juga seperti itu, yang menurut Tuhan baik, tapi kita menghadapi hari demi hari itu seperti pergumulan yang berat.

TOV:
T
= Tuhan, harus mendahulukan Tuhan lebih dari segalanya. Dalam seluruh hidupmu, harus mendahulukan Tuhan LEBIH dari kepentinganmu sendiri,
O = Obey / Taat. Kita harus menjadikan Tuhan sebagai Raja yang berdaulat atas hidup kita, mengakibatkan apapun yang diputuskan Tuhan, kita mau lakukan semuanya, taat seperti yang Tuhan mau, dan akhirnya akan mencapai V, yaitu:
V = Victory / Kemenangan.

Ketahui kalau apapun yang kita alami hari-hari ini itu pasti yang terbaik untuk kita, sekalipun sepertinya kenyataannya tidak. Tahu persis, kalau apapun kehendak Tuhan itu pasti yang terbaik, yang baik untuk setiap kita. Namun seringkali kita tidak mengerti apa yang jadi rencana Tuhan, tapi kalau kita jalani hari demi hari baru bisa kita lihat secara keseluruhan kehendak Tuhan.

Amsal 8:6,9
6: Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat.

"aku" di sini adalah hikmat, dan hikmat itu adalah Tuhan sendiri.
9: Semuanya itu jelas bagi yang cerdas, lurus bagi yang berpengetahuan.
"itu" di sini adalah perkara-perkara yang dalam.

Apa maksudnya?
Untuk kita bisa mencapai, mengerti, dan mendapatkan perkara-perkara yang dalam ini, dibutuhkan kecerdasan. Orang yang tidak lurus, tidak akan bisa menangkap, dan artinya bukan orang yang berpengetahuan. Orang yang cerdas, tidak sekedar pandai, tapi dia cepat menangkap. Orang pandai belum tentu cepat menangkap, karena terkadang kepandaiannya untuk dirinya sendiri, untuk mengajar orang lain belum tentu bisa. Engkau mau berkata bagaimanapun, orang cerdas akan cepat menangkap dan mengerti, dan inilah yang Tuhan mau atas hidup kita. Kita harus cerdas, berpengetahuan, karena kalau tidak, kita tidak bisa menangkap, dan tidak bisa mendapatkan ketepatan itu. Di dalam Tuhan, kita tidak perlu banyak berpikir, karena ketika berpikir, seringkali akan keluar alternatif-alternatif di dalam hidup kita, dan akhirnya kita bisa gagal. Kalau mau mencapai yang TOV, harus dengan kecerdasan, harus juga dengan pengetahuan!

Tuhan itu luar biasa, tapi ketika kita mengalami, apakah engkau bisa berkata seperti itu? Yang penting sekarang bagaimana engkau bisa menjadikan Tuhan yang utama, dan taat dengan apa yang Tuhan mau.

Untuk masuk dalam TOV, diperlukan:
1. Hati hamba, hineni
Kejadian 21:9-14
9: Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. 
10: Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."
11: Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. 
12: Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. 
13: Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." 
14: Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Ada 2 hal mengenai kehambaan.
1. Abraham pada saat mendapatkan "ultimatum" dari istrinya (Sara), dia sempat sebal hatinya, namun sekalipun itu tidak cocok dengan hatinya, dia mau taat.
2. Kata Hagar itu artinya hamba. Padahal Hagar saat itu sebenarnya sudah menjadi istri Abraham, dan dalam hukum, anak sulung itu adalah Ismail, dan Hagar itu punya hak sebagai istri yang sah.

Kejadian 16:3
3: Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Tapi ketika Hagar diusir keluar, dia memang masih sebagai istri Abraham, namun dia tetap tahu persis, keputusan Abraham memang tidak masuk akalnya, tapi dia tetap sadar statusnya sebagai hamba, dia sepatah katapun tidak berbicara, dan inilah yang Tuhan rindukan dalam hidup kita. Apapun yang kita alami, kita dinista, kita dianiaya, kita tidak membantah, tidak membela diri. Saat-saat kita diperlakukan tidak benar oleh orang lain sekalipun kita benar ataupun salah, belajar untuk diam, kita adalah hamba! Alkitab tidak pernah berkata untuk kita melawan kalau ada yang berbuat jahat atas hidup kita. Belajar punya hati seorang hamba, dan Hagar ini benar-benar menjadi hamba, menjadi budak, sekalipun apapun yang terjadi, dia tetap sebagai budak.

Hagar pernah ditindas oleh Sara ketika dia sedang hamil, dia pernah tidak kuat, namun apa yang terjadi?

Kejadian 16:8-9
8: Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku."
9: Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya."

Malaikat tetap berkata kepadanya "hamba Sarai", bukanlah "istri Abraham" untuk kembali sekalipun dia ditindas, dan inilah yang namanya hati seorang hamba. Sekalipun ditindas, sadar, kalau sebenarnya kita tidak punya hak sama sekali, dan apapun yang kita alami saat-saat ini, itu agar kita mencapai TOV. Sekalipun ditindas, dan bahkan akhirnya diusir, dia tetap tidak melawan, dia tetap taat.

Kejadian 21:15-16
15: Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
16: dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. 

Bayangkan penderitaan Hagar saat itu, tapi dia tetap menjerit kepada Tuhan. Dalam penderitaan yang amat dalam, dia sempat merasa tidak sanggup, tapi telinga Tuhan tidak kurang panjang untuk mendengar setiap pergumulannya. Dalam masalah apapun, TETAP BERTAHAN, PASTI engkau akan alami pertolongan Tuhan!

Kejadian 21:17-19
17: Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 
18: Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."
19: Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. 

Kalau engkau sudah tidak kuat, Tuhan tetap akan beri pertolongan kepadamu tepat pada waktuNya, dan matamu akan dibukakan untuk bisa melihat pertolongan Tuhan. Apapun yang orang lain lakukan terhadap dirimu, jangan berkata kalau engkau tidak terima kalau engkau mau mencapai victory.

2. Tetap ada dalam jalur Tuhan, jangan keluar
Sekalipun dia sudah lari dari Sara saat itu, sudah tidak kuat, tapi akhirnya dia disuruh malaikat untuk kembali kepada Sara, dan akhirnya dia tetap masuk dalam jalur Tuhan. Tetap bertahan sampai garis akhir! FINISH STRONG!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 20 Juli 2014 (Chris - AoC Bandung)

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
20 JULI 2014

By: Christianus Pramono (AoC Bandung)

Roma 9:30 - Roma 10:3

Roma 9:30
30: Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman.
31: Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu.
32: Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan,
33: seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

Roma 10:1-3
1: Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
2: Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
3: Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.


Banyak orang Kristen yang seringkali berkata "jangan kembali ke hukum taurat, karena kita sudah masuk dalam zaman kasih karunia." Sebenarnya apa yang membedakan hukum taurat dan kasih karunia? Hukum taurat dan kasih karunia, lebih mudah yang mana? Hukum taurat dan hukum kasih karunia, yang lebih ketat itu hukum taurat, tapi yang lebih mudah digenapi itu yang hukum kasih karunia. Ketika Tuhan Yesus datang ke dunia dan datang untuk menyelamatkan manusia, sesungguhnya tidak ada satu iota pun hukum taurat yang dibatalkan, tapi semuanya digenapi. Ketika kita masuk dalam kasih karunia, apakah ada kemungkinan untuk kita melanggar hukum taurat? 

Kadang kita berpikir, kita sudah lepas dari hukum taurat, tapi tetaplah hukum itu ada dalam hidup kita, dan sebenarnya ketika Tuhan mau bawa kita ke kasih karunia, itu next levelnya dari hukum taurat. Kenapa bisa? Di hukum taurat, ada perkataan kalau jangan membunuh, dan kita berada di kasih karunia, ketika kita membunuh, apakah berdosa? Tetap berdosa! Lalu apa bedanya? Tidak ada yang salah dengan hukum taurat itu. Tapi kenapa orang Israel yang mencari hukum taurat segitu giatnya, mereka memang mendapat hukum tauratnya, tapi mereka kehilangan keintiman dengan Tuhannya. Ketika di dalam hukum taurat, kita seringkali terfokus dengan hukum taurat. Hukum taurat itu sebenarnya seperti garis yang memisahkan antara dosa dan tidak, yang Tuhan berkenan atau yang tidak.

Sejarah hukum taurat itu bagaimana? Ketika Musa naik ke gunung Sinai, kemuliaan Tuhan turun, dan di saat itulah terdapat suara Tekiah Gedolah yang tidak putus-putus, petir yang menyambar-nyambar, tapi bangsa Israel tidak ikut naik, dan hanya Musa yang naik. Banyak orang yang tidak mengerti hukum taurat itu apa, hukum kasih karunia itu apa, sehingga orang itu seringkali jatuh lagi dan jatuh lagi dalam dosa. Kesalahan bangsa Israel saat itu yaitu matanya tertuju pada hukum Taurat, tertuju pada mana yang boleh, mana yang tidak boleh, dan kalau seperti itu, sama saja seperti mereka mengambil titik terjauh dari Tuhan, dan berjalan tepat di antara dosa dan tidak dosa, dan karena dia berdiri di perbatasan itulah orang tersebut bisa dengan mudah jatuh ke dalam dosa, cepat atau lambat.

Kita harus mencari apa yang Tuhan mau, bukan cara yang pernah dilakukan orang lain untuk keluar dalam dosa. Engkau harus mengalami pengalaman pribadi dengan Tuhan, bukan tiru-tiruan dengan apa yang dialami orang lain. Kita harus di dalam pengcoveran / tudung rohani, karena kita juga butuh konfirmasi dari otoritas di atas kita itu. Tidak ada yang salah dalam hukum taurat, tapi kita harus lepas dari hukum taurat dan masuk dalam kasih karunia itu. Lepas dari hukum taurat itu! Jangan terpatok dengan hukumnya!

Jangan mengatur Tuhan mau berbicara bagaimana, apakah harus audible, dll, jangan mengatur! Kita hambaNya, Dia Tuhannya. Dia mau berbicara bagaimanapun, kita yang harus lemah lembut, kita harus menangkap perkataan Tuhan bahkan dalam cara apapun, kita harus bisa mengerti. Di dalam kasih karunia, cara pandang kita pada hukum taurat itu berbeda, mata kita tidak tertuju pada hukumnya, tidak tertuju pada batas antara dosa dan tidak dosanya. Seringkali kita bertanya, apa yang boleh, apa yang tidak, apa yang dosa, apa yang tidak, dan sebenarnya kalau engkau bertanya seperti itu, engkau itu seperti memilih jarak terjauh dari Tuhan dan sangat dekat dengan dosa. Dalam jarak yang terjauh dari Tuhan, keintiman dengan Tuhan itu tidak akan pernah bisa didapatkan.

Ketika kita fokus dengan sesuatu yang boleh dan tidak bolehnya, malah kita bisa jatuh. Kenapa pertanyaannya tidak diganti saja, bukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, tapi yang Tuhan mau seperti apa? Semakin kita bertanya apa yang Tuhan mau, di titik itulah kita semakin jauh dari garis hukum taurat itu. Engkau harus siap untuk lebih dalam lagi dengan Tuhan, cari apa yang Tuhan mau dalam hidup kita, bukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Yang Tuhan mau dalam hidup kita, harus terjadi progress dalam hidup dan keintiman kita dengan Tuhan. Ketika kita sudah mulai flat dengan Tuhan, di titik itulah sebenarnya kita menjauh dari Tuhan.

Keintiman dengan Tuhan itu seperti penyelam yang ingin mencapai dasar laut, dan ketika engkau mulai berhenti, malah engkau akan mengapung. Yang ada di dalam pengikutan dengan Tuhan, hanya ada dua hal, yaitu kita mendekat dengan Tuhan, atau kita menjauh dari Tuhan. Ketika kita sudah mulai biasa-biasa saja, kita harus siap-siap untuk next level, jangan hanya puas dengan melihat orang kesaksian, melihat orang yang mengalami hal yang wow dengan Tuhan, harusnya engkau mengenal Tuhan secara pribadi, mengalami secara pribadi dengan Tuhan, dan percayalah Tuhan akan wahyukan sesuatu yang berbeda dalam hidupmu.

Ketika Yosua ditinggal Musa, dia memilih pengenalan pribadi dengan Tuhan, dan dia mengenal Tuhan sebagai pribadi yang berbeda. Musa dan Tuhan saat itu hubungannya seperti sahabat, sangat dekat satu sama lain, dan ketika Yosua bertemu dengan Tuhan, dia bertemu dengan Jendral Besar, dan dia mengalami pengalaman pribadi yang berbeda dengan yang dialami oleh Musa.

Pribadi Tuhan itu sangat besar dan kompleks, kita tidak bisa mengenal Tuhan secara utuh, apalagi dengan pikiranmu sendiri. Ketika hubungan kita dengan Tuhan, biarkan Dia perkenalkan diriNya seperti apa yang Dia mau, karena kita spesial di hadapanNya, dan kita sebenarnya ada tempat yang spesial di hatiNya, tidak ada yang sama. Semua orang spesial, seperti misalnya baju dan celana, masing-masing punya tempatnya, dan sama-sama memiliki kegunaan yang penting dan spesial, sama seperti kita dengan Tuhan. Contohnya ketika kita melihat bulan, orang secara global hanya bisa berkata bulan itu bulat, warnanya putih atau orange, dll, dan ketika engkau bertanya pada 5 orang yang pernah mendarat di bulan, jawabannya juga bisa berbeda, karena 5 orang ini mendarat di tempat yang berbeda, namun mereka tetap pernah mendarat di bulan tapi mereka melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda, dan seperti itu juga kita semua dengan Tuhan, tidak ada yang sama.

Semakin kita intim dengan Tuhan, semakin kita tidak bisa mengerti tentang Tuhan, dan kita mengerti kalau kita HANYA mengerti sebagian kecil dari pribadi Tuhan, dan ketika itu ita tidak bisa menghakimi orang lain. Bukan karena kita bisa berbuah, tapi karena kita menempel pada Pokok Anggur, mencari apa yang Dia mau, itu yang membuat kita berbuah, bukan karena kita. Ketika kita masuk dalam kasih karunia Tuhan, Dia juga tidak memperhitungkan apa yang engkau buat untuk Tuhan bisa memberkati engkau lebih besar lagi, dan itulah kasih karunia. Namun Dia tidak hanya melihat apa yang engkau buat, tapi apa yang engkau lakukan yang keluar dari rohmu.

Tuhan akan terus uji dirimu hingga buah yang keluar dari hidupmu adalah buah yang murni. Suatu saat, Dia akan uji hatimu, engkau bukan mengejar Tuhan karena berkatNya, bukan karena surga, bukan karena ingin mengalami pengangkatan, tapi karena pribadiNya. Apakah engkau mengejar Tuhan karena itu semuaa, atau karena engkau jatuh cinta dengan Tuhan? Semakin engkau dalam dengan Tuhan, Tuhan juga akan melihat hatimu semakin dalam lagi, apakah semakin murni dengan Tuhan, apakah kita mengejar Tuhan karena berkatNya, karena surgaNya, atau karena kita jatuh cinta dengan Tuhan?

Kita harus masuk dalam kasih karunia, keluar dari hukum taurat, jalin hubungan dengan Tuhan. Yang Tuhan mau itu kita memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, ada touch antara Tuhan dengan kita. Yang Tuhan rindukan ada hubungan pribadi antara kita dengan Tuhan. Tuhan itu serius dengan setiap kita! Minta anugrah keintiman itu masuk dalam hidup kita, mengenal pribadi dengan Tuhan, dan kesaksian itu bisa mengubahkan orang lain. Dia rindu untuk kita mengenal secara pribadi denganNya.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Senin, 14 Juli 2014

AoC Bandung, 14 Juli 2014 (Ferry Effendi - AoC Jakarta)

AOC BANDUNG
14 JULI 2014

By: Pak Ferry Effendi

1 Korintus 9:22
22: Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

Belajar menjadi segala-galanya. Sudahkah kita menjadi segala-galanya bagi sekeliling kita, komunitas kita, keluarga kita, orang tua kita? Jangan hanya Tuhan saja yang jadi segala-galanya, tapi bisakah engkau jadi segala-galanya juga untuk orang lain?

Detik kita berbuah, kita bisa menjadi segala-galanya bagi orang lain. Ketika kita penuh dengan kasih, kita bisa jadi segala-galanya untuk orang lain. Jangan sampai kita dikenal sebagai orang yang paling jelek bagi orang lain. Jangan sampai engkau menjadi cemooh bagi orang lain. Jangan sampai hidup kita jadi egois, tidak mau bergaul, tidak mau jadi berkat bagi orang lain.

Mazmur 1:1-3
1: Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
2: tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
3: Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Berbahagia kalau kita ditanam di tepi aliran air, di sumber kehidupan. Sudahkah engkau ditanam di Sumber Kehidupan? Sampai kita tua pun Tuhan tetap ingin agar kita berbuah, karena ketika kita berbuah, inilah yang terjadi:

Yohanes 15:8
8: Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Ketika kita berbuah banyak, Tuhan yang dimuliakan. Tuhan mau kita berbuah! Dan ketika kita berbuah, kita dikatakan sebagai murid Tuhan!

Matius 12:33
33: Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.

Kalau engkau berbuah yang baik, Bapa dimuliakan, dan orang akan tahu itu asalnya dari mana. Buah ini begitu penting, berbuah yang baik, banyak, dan memberkati orang. Sudahkan kita berbuah, memberkati banyak orang? Jangan sampai engkau berbuah dan membuat orang "gatal", gatal kupingnya mendengar perkataan kita, dll. Jangan lawan orang lain dengan kekerasan, tapi minta hikmat dari Tuhan.

Yohanes 15:1-5
1: "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
2: Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
3: Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
4: Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
5: Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Di sini dikatakan kalau kita tinggal di dalam Tuhan baru kita bisa berbuah. Jangan keluar dari hadirat Tuhan dan keintiman dengan Tuhan! Ketika kita tidak berdoa, dosa sudah mengintai, hati-hati. Kita tidak berdoa memang Tuhan tetap mengasihi kita, Tuhan tetap baik, kita najis, Tuhan tetap mengasihi kita, tapi ada setan, dia yang akan mendakwa kita, dan mereka yang membuat kita "susah".
Ranting itu kalau tidak menempel pada pokok pohon itu, pasti mati, tidak berbuah. Kalau mau berbuah, menempellah dengan Sumber Kehidupan, dengan Tuhan!

Yohanes 15:7
7: Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Tuhan itu Tuhan yang kaya!

Ada hal yang membuat kita tidak bisa berbuah, yaitu:
1. Kikir
Orang kikir atau orang pelit biasanya tidak akan mau membayar perpuluhan.

2. Malas
Amsal 6:6-9
6: Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
7: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
8: ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
9: Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

Amsal 12:24,27
24: Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
27: Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.

3. Kepahitan
Ibrani 12:15
15: Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Kalau engkau sudah menjauh dari kasih karunia, pasti kepahitan akan masuk dalam hidupmu. Kasih karunia itulah yang membawa kita ke dalam pertobatan. Dengan kemampuan kita pun tidak bisa bertobat, hanya karena kasih karunia Tuhan. Jangan sedikit-sedikit tersinggung. Akar pahit akan tumbuh ketika kasih karunia itu hilang dari hidupmu.

4. Melanggar/melawan Otoritas

Tunduk, bukan tanduk! Kalau engkau melawan otoritasmu, malaikat yang menolong hidupmu akan pergi dari hidupmu, artinya malaikat yang menolong hidupmu tidak ada lagi. Ketika engkau melawan, kasih karunia itu pergi dari hidupmu, dan engkau akan hidup dengan kekuatanmu sendiri. Banyak yang pindah-pindah gereja juga karena itu, tidak puas dengan otoritas di atasnya.

Mazmur 92:12-14
12: Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
13: mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
14: Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Minggu, 13 Juli 2014

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 13 Juli 2014 (Ev. Nany Susanty)

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
13 JULI 2014

By: Ev. Nany Susanty

Untuk apa engkau ke gereja kalau tidak bertemu dengan yang Memiliki Gereja (Yesus)? Di rumah Tuhan ini engkau harus memiliki keinginan untuk benar-benar bertemu dengan Tuhan, setiap lagu diresapi. Miliki keinginan untuk mau mengerti setiap lagu yang dinyayikan, agar engkau bisa menikmati ibadah dan bertemu dengan Tuhan.

Tuhan itu menetapkan setiap langkah kita, dan tidak ada yang kebetulan, semua sudah ada di dalam rencana Tuhan. Setiap bayi yang lahir, Tuhan beri sebuah destiny atas hidupnya, dan ini ditentukan dari Bapa di Surga. Semuanya tidak ada yang tidak baik yang ditentukan Tuhan, semua baik. Tapi karena dosa, karena keinginan, sifat manusia yang tidak puas, akhirnya itu yang membuat mereka tidak mencapai destinynya, gagal dan gagal, bahkan tidak bisa masuk dalam keselamatan.

Engkau harus banyak baca Firman, karena terdapat banyak rahasia yang terdapat di situ. Orang yang bodoh bisa menjadi pintar, orang yang kurang berhikmat bisa menjadi berhikmat kalau membaca Firman, orang yang mau belajar tentang hukum teknologi, dll, semua itu ada di dalam Firman.

Mazmur 37:23-25
23: TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
24: apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
25: Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;


Daud benar-benar mengerti, Daud bergaul dengan Tuhan dari awal dia menjadi gembala hingga dia mencapai destinynya sebagai raja, bahkan bisa melihat penggantinya dengan tepat. Dia mengerti kalau Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang BERKENAN kepadaNya.

Mazmur 116:7-8
7: Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.
8: Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.


Daud dari seorang gembala masuk dalam rencana Tuhan yang mulia sebagai raja, bukan berarti jalannya mulus terus, tapi dia mengalami hal-hal yang bahkan hampir membuatnya tidak masuk dalam destinynya. Perjalanan Daud bukan perjalanan yang selalu mulus, tapi satu hal yang dia lakukan di Mazmur 116:7-8. DI dalam ketenangan kita bisa mengambil langkah yang tepat. Kalau engkau menghadapi segala sesuatu tidak tenang, engkau tidak bisa menghadapi hal itu dengan tepat. Kenapa banyak orang yang hidupnya tidak bisa tenang, padahal tenang ataupun tidak tenang masalahnya juga tetap seperti itu? Ini tergantung sudut pandangmu, engkau mau zoom dengan zoom dari surga, atau zoom dari matamu sendiri dan akhirnya masalah itu terlihat semakin besar?

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Jikalau engkau melihat dari kacamata Kristus, tidak ada satupun yang bisa menghalangi rencana Tuhan jadi dalam hidupmu. Memang untuk menjalaninya tidak mudah, tapi bersama dengan Tuhan, kita pasti mengalami kemenangan.

Hai jiwaku, tenanglah, karena Tuhan mempunyai rencana yang baik atas hidupku.

1 Samuel 29:1
1: Orang Filistin mengumpulkan segala tentara mereka ke Afek, sedang orang Israel berkemah dekat mata air yang di Yizreel.
2: Maka ketika raja-raja kota orang Filistin berjalan lewat dalam pasukan-pasukan seratus dan seribu, dan ketika juga Daud beserta orang-orangnya berjalan lewat di belakangnya bersama-sama dengan Akhis,
3: berkatalah para panglima orang Filistin itu: "Apa gunanya orang-orang Ibrani ini?" Jawab Akhis kepada para panglima orang Filistin itu: "Bukankah dia itu Daud, hamba Saul, raja Israel, yang sudah satu dua tahun bersama-sama dengan aku, tanpa kudapati sesuatu pun kesalahan padanya sejak saat ia membelot sampai hari ini?"
4: Tetapi para panglima orang Filistin itu menjadi marah kepadanya; serta berkata kepadanya: "Suruhlah orang itu pulang, supaya ia kembali ke tempat, yang kautunjukkan kepadanya, dan janganlah ia pergi berperang, bersama-sama dengan kita, supaya jangan ia menjadi lawan kita dalam peperangan. Sebab dengan apakah orang ini dapat menyukakan hati tuannya, kecuali dengan memberi kepala-kepala orang-orang ini?
5: Bukankah dia ini Daud yang dinyanyikan orang secara berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa?"
6: Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: "Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota.
7: Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."


Dengan kacamata surga, engkau akan lihat Tuhan menentukan langkah-langkah orang yang berkenan di hatiNya. Tuhan tahu kalau posisinya kejepit, Daud tidak bisa berbuat apa-apa, tapi saat itu Tuhan mulai turun tangan. Saat kita tidak bisa berbuat apa-apa, saat itu juga Tuhan turun tangan. Kesesakan apapun yang engkau alami, percaya Tuhan yang mengatur segala-galanya. Bukan artinya Daud dipulangkan dan Tuhan tidak punya rencana, tapi dalam menghadapi apapun, Tuhan mau agar Daud mengerti kalau Tuhan pegang kendali atas apapun.

1 Samuel 30:1
1: Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis.


Barulah Daud pulang, tiba-tiba di tengah jalan dia mulai melihat Ziklag yang dibakar, dan ini problem yang sangat berat yang dialami oleh Daud.

1 Samuel 30:2-6
2: Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorang pun; mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya.
3: Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan.
4: Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.
5: Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu.
6: Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.


Tetapi apa yang dilakukan Daud ketika dia terjepit dan orang ingin melemparinya dengan batu? Dia menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan! Akhir dari semua perjalanan ini, inilah yang terjadi:

1 Samuel 30:18-24
18: Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud.
19: idak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali.
20: Daud mengambil segala kambing domba dan lembu; semuanya itu digiring mereka di hadapannya, serta berkata: "Inilah jarahan Daud."
21: Ketika Daud sampai kepada kedua ratus orang yang telah terlalu lelah untuk mengikuti Daud, yang telah dibiarkannya tinggal di dekat sungai Besor, maka keluarlah orang-orang ini menyongsong Daud dan menyongsong rakyat yang bersama-sama dengan dia. Daud mendekati orang-orang itu dan memberi salam kepada mereka.
22: Kemudian mulailah berbicara semua orang jahat dan orang dursila di antara orang-orang, yang ikut pergi bersama-sama dengan Daud itu, katanya: "Karena mereka tidak ikut pergi bersama-sama dengan kita, janganlah kita berikan kepada mereka apa-apa dari jarahan yang kita selamatkan itu, kecuali kepada masing-masing mereka isterinya dan anak-anaknya. Itu boleh mereka bawa, dan biarlah mereka pergi!"
23: Tetapi Daud berkata: "Janganlah kamu, saudara-saudaraku, berbuat demikian, dengan apa yang diberikan TUHAN kepada kita; sebab Ia telah melindungi kita, dan menyerahkan ke dalam tangan kita gerombolan yang menyerang kita.
24: Siapa yang mau mendengarkan kamu dalam perkara ini? Sebab, bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama."


Daud itu orang yang tidak mementingkan diri sendiri. Dia memberi teladan, yang dia terima, semua barang rampasan, dia bagi rata. Dia orang yang berkenan kepada Tuhan, dia tidak melekat kepada harta, bahkan dia juga memberikan jarahan kepada tua-tua orang Israel.

Apapun yang engkau hadapi saat ini, katakan Abba Father, i run to You.
- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Senin, 07 Juli 2014

AoC Bandung, 7 Juli 2014

AOC BANDUNG
7 JULI 2014

By: Ev. Daniel Krestianto
Peperangan paling berat adalah peperangan melawan kedagingan, tapi Yesus di dalam FirmanNya pernah berkata, "tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam engkau", dan itu kemenangannya. Jangan gunakan kekuatan sendiri dan engkau merasa mampu, tapi masuk dalam kepenuhan Tuhan, keintiman dengan Yesus, itu kunci semuanya. Jangan hanya berkata TOV tapi tidak mau membayar harganya. 

Zakharia 3
1: Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.
2: Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?"
3: Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,
4: yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."
5: Kemudian ia berkata: "Taruhlah serban tahir pada kepalanya!" Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ.
6: Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya:
7: "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.
8: Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu--sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.
9: Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua--satu permata yang bermata tujuh--sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.
10: Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara."

Sebenarnya apa yang dikatakan di dalam Firman ini, inilah yang terjadi saat-saat ini, sebelum orang masuk dalam TOV, harus melalui jalur ini.

Puntung yang telah ditarik dari api (ayat 2), ini berbicara tentang proses, didikan, sesuatu yang dibakar, sesuatu yang harus melewati api pengujian, dan ini tidak gampang. Kalau sampai hari ini kita masih kuat, masih dilayakkan hidup, itu anugrah. Masuk dalam pengujian api itu tidak gampang. Kalau emas mau dimurnikan, mau benar-benar jadi emas murni, itu harus digodok, dan ketika itu, maka yang namanya bukan emas akan terpisah, dan nanti emas akan kumpul dengan emas. "Digodok" itu tidak enak, itu proses, penuh dengan tangisan. Mungkin engkau sempat merasa tidak kuat, tapi ingat, never give up, hanya seorang pengecut yang mau give up dan mengambil jalan pintas, bunuh diri, lari dari kenyataan. Jangan pernah menyerah, tidak ada kata mundur. Maju! Bahkan sampai tenggelam, artinya mati kedagingan. Orang tenggelam tidak kelihatan orangnya, yang kelihatan hanya air semuanya, karena dia di dalam air. Kalau airnya masih sepinggang, dia masih terlihat gagah dan masih merasa mampu.

Lalu Tuhan berkata pakai serban tahir (ayat 5), itu artinya otak dan pikiran yang harus diperbarui. Banyak yang hanya melawan dengan otaknya, padahal itulah yang harusnya diperbarui, yaitu pikirannya. Pikiran harus diubah.
Serban tahir, sesuatu yang melingkupi pikiran, bukan hanya sekedar teori, karena kalau teori tidak ada gunanya, tapi kalau engkau benar-benar menyerahkan pikiranmu jadi pikiran Kristus, itu yang akan jadi berbeda. Pendidikan yang Tuhan berikan, sakit, itu bergores, tergores, tidak mudah.

Puntung ditarik dari api juga artinya Tuhan tidak izinkan hingga semuanya habis, Tuhan ambil, tapi itu untuk proses, untuk sesuatu yang lebih tinggi dan besar, karena proses akan mempersiapkan untuk kita memperoleh yang lebih lagi. Puntung yang telah ditarik dari api, artinya juga ada pribadi yang menariknya keluar dari api, yaitu Yesus. Apapun masalah yang kita hadapi, tidak akan melebihi kekuatan kita, dan proses ini semuanya ujung-ujungnya Tuhan itu baik, tujuannya agar meletakkan kita di tempat yang lebih tinggi, tapi juga Tuhan tidak buat itu sebagai trauma, tapi pengalaman.

Ingat proses dari telur hingga kupu-kupu, ketika kupu-kupu itu mau keluar, kalau kita bantu, sekalipun kupu-kupu itu keluar, dia tidak akan bisa terbang. Tapi kalau tidak dibantu, dan akhirnya dia keluar, dia bisa terbang. Maksudnya engkau dengan Tuhan juga seperti itu, karena semuanya tidak akan lebih dari kekuatanmu, engkau pasti mampu, dan ketika engkau keluar, engkau bisa terbang, dan engkau next level. Belajarlah, karena ini Firman, ini akan terjadi, siap tidak siap.

Ada beberapa step yang harus diambil, yaitu:
1. Pakaian yang kotor harus ditanggalkan
Ayat 4a:
4a: yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya."

Artinya engkau harus bertobat, lepaskan pakaian kedagingan, dari semua dosa yang engkau tahu dan engkau harus berusaha untuk membuangnya. Kekuatan akan Tuhan berikan, tapi tetap kita juga harus menanggalkannya sendiri. Semua sudah siap, yang penting engkau mau menanggalkannya, dan Tuhan juga akan membantu engkau menanggalkannya.

Ayat 4b:
4: yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."

TOV. Seseorang tidak akan pernah bisa sampai masuk dalam kerajaan Surga kalau tidak berpakaian pesta, karena nanti dikatakan perjamuan kawin Anak Domba. Perjamuan kawin itu tidak mungkin engkau datang dengan pakaian tidur. Tapi itu tergantung seberapa engkau menghargai si pembuat pesta. Kalau Tuhan datang hari ini, apakah engkau sudah mengenakan pakaian pesta? Engkau boleh pelayanan, engkau boleh menduduki satu kedudukan yang tinggi dalam pelayanan, tapi itu tidak menjamin kalau engkau sekarang berbaju pesta. Apakah engkau sudah menanggalkan semua pakaian kotormu, semua pakaian yang membuat engkau tidak bisa sejalan dengan Tuhan? Hari ini koreksi hatimu, karena Tuhan rindu kita menikmati TOV.

Banyak jalan untuk masuk dalam TOV, tapi ini salah satu jalannya.
Bereskan baju kita. Baju seperti apa yang Tuhan mau? Yang harus dikenakan adalah hati yang mau bertobat, baju pertobatan, mau melepaskan semua dosa, mau melepaskan semua yang Tuhan tidak suka sekalipun engkau suka. Sebenarnya ini hal yang simple, tidak perlu keluar uang, tapi perlu kemauan. Baju pertobatan. Baju yang engkau ambil, bertolak belakang dengan dosa yang engkau sukai.

Untuk mengambil baju yang ada di surga itu, ada harga yang harus dibayar, yaitu pertobatan yang benar, bertobat dengan sungguh, dan engkau bisa ambil jubah-jubah yang di surga itu. Pakaian itu sudah siap, kita harus ganti saat ini. Engkau mau pelayanan seperti apapun tapi kalau engkau tidak ganti pakaianmu, apakah engkau bisa masuk di pesta itu? Tuhan rindu agar engkau mengerti hal ini. Tallit yang di dunia itu baik, tapi apakah engkau mengerti kenapa kepala seringkali ditudungi tallit? Itu tanda dimana engkau merendahkan diri dan mau dicover oleh Tuhan, yang kudus tidak bisa bersatu dengan yang tidak kudus. Seringkali kita melakukan, tapi tidak tahu artinya, hanya ikut-ikutan. Kenapa manusia dilepaskan dari kutuk tapi hidupnya tetap terkutuk? Karena mereka melakukan sesuatu tidak dengan pengertian yang benar, dan mereka mendatangkan kembali kutuk itu dan itu masuk dalam hidupnya, karena mereka melakukan yang tidak sesuai dengan Firman. 

Bukan keinginan Tuhan ada yang miskin ada yang kaya, Tuhan mau semua berkelimpahan, tapi kenapa ada yang tidak? Karena mereka sendiri yang membuat kutuk kemiskinan, kutuk kegagalan itu masuk dalam hidupnya, karena mereka bermain-main dalam pengikutannya pada Tuhan. Firman Tuhan sendiri yang berkata tidak ada lagi orang yang miskin di antara kita, tapi kenapa engkau tidak mengaminkannya? Engkau ingin ini, tapi mungkin ada yang terjadi, ada ada yang berkata ribuan kali tapi tidak mengalami, karena ada lubang, ada yang menghalangi. Ketika Tuhan mau memberkati, ada langit tembaga, sehingga berkatNya tidak bisa sampai, karena ada kesalahan. Hari ini Tuhan mau semua kita bebas dan menang. Masuk dalam pertobatan yang benar! Engkau klaim Firman dengan pengertian dan engkau berkata "aku mau menikmati Firman jadi daging", dan bereskan dirimu.

2. Pikiran, hitung-hitungan dunia dibuang
Seringkali kita berhitung, daripada aku tidak dapat, aku lebih baik mendahului, itu namanya menggurui Tuhan. Belajar seirama dengan Tuhan. Cara berhitungmu harus engkau tanya Tuhan yang mana yang harus diprioritaskan, yang mana yang harus dikerjakan. Ada orang yang ketika dapat berkat, dia membeli yang dia inginkan, lalu habis, ada orang lain yang tidak, menyimpan sebagian. Engkau punya Roh Kudus sebagai Penasihat yang Ajaib, kenapa engkau tidak minta bantuan Roh Kudus? Dalam waktu dekat, berkat Tuhan akan dilimpahkan dalam hidupmu, TAPI apakah engkau sudah mampu dipercaya segitu dan Tuhan naikkan karena engkau sudah lulus, atau dilihat, dan Tuhan berkata kalau engkau tidak mampu dipercaya hal yang besar itu? Apakah benar engkau suda mampu mengelola dan menjadi bendahara-bendahara Tuhan atau tidak? Pikiranmu harus pikiran Kristus.
Miliki hati yang terus mau belajar, minta Tuhan ajari.

Ayat 10:
10: Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara."

Itu artinya sangat berarti bagi orang-orang di Timur Tengah, karena itu lambang dari sesuatu kesejahteraan dan kemakmuran yang terjadi, dan berlanjut terus dalam kehidupan. Pohon anggur dan pohon ara yang jadi satu, itu artinya kesejahteraan dan kemakmuran yang terus-menerus, tidak berhenti. Ini sudah waktunya, tidak hanya sekali engkau diberkati, ini bergulung-gulung! Ini Firman untuk kita, ini benar-benar untuk kita, kelompok imam, kesejahteraan dan kemakmuran tidak hanya sekali, tapi terus berlanjut, berlanjut. Kalau engkau mengerti, engkau bisa mengalami ini! Jangan bodoh, Tuhan sudah ciptakan Firman, dan Firman tidak pernah tidak digenapi.

Kalau engkau sudah merasa puas dengan keadaanmu sekarang, itu salah, dan artinya engkau menyetop berkatmu sekarang. Tugas kita, buang semua yang tidak benar, buang pakaian kotor, pakai pakaian pertobatan, buang pikiranmu sendiri, dan akhirnya kesejahteraan dan kemakmuran yang bergulung-gulung itu jadi bagian kita.

Setiap apa yang Tuhan katakan, engkau tinggal tangkap, dan itu terjadi! Kalau tidak terjadi, dipertanyakan imanmu, pertobatanmu, pikiranmu, apakah sejalan dengan Kristus, dengan pikiran Kristus atau tidak. Tidak lama lagi engkau akan masuk dalam TOV! Awal itu adalah di Bait Allah, dan kita tinggal di Bait Allah, waktunya kita harus meraih ini, bukan hanya sesuatu yang biasa dan amin amin saja, tapi alami, karena kita yang mengambil keputusan, karena Tuhan Yesus sudah menyodorkan semuanya kepada kita. Jangan jenuh, jangan berkata "itu lagi itu lagi", tapi ini jalan lain yang Tuhan berikan.

Didikan itu untuk mempersiapkan kita lebih tinggi lagi, lebih dahsyat lagi. Izinkan Tuhan beracara!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Minggu, 06 Juli 2014

Oh Jehovah Lyric + Chord

Em
Worthy is the Lamb
         C
Who sits upon the throne
Am
Holy is the Lord
      D
The Lord of all
C                 D
Heaven and earth
Bm               Em
Bows before You
          Am               B
All creations adore You

             Em                  Am
Oh Jehovah, I worship You
          D                      G     D
Abba Father, I run to You
                 Em                    Am
My Everything, I give my heart to You
                 C           D                           Em
You're the Rose of Sharon, You're my God

                     Am     D
Lord You are holy
                      G      D       Em
Lord You are holy
                     Am
Lord You are holy
         B                             Em
Who was and is and is to come

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 6 Juli 2014 (Bu Rati - AoC Jakarta)

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
6 JULI 2014

By: Bu Ratih (AoC Jakarta)

1 Korintus 13:4
4: Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Kasih adalah suatu kekuatan dimana mujizat bisa terjadi, itu melebihi kekuatan kita.
Kasih itu sabar. Sabar itu berada di pintu gerbang pertama baru selanjutnya murah hati, tidak cemburu, mengendalikan diri, dan tidak sombong.

Sabar itu misalnya ketika masak air, perlu panci, air, api, dan kompor. Kita harus memperlambat panas dalam hati kita, "api"nya diperkecil. Ini bukan mengabaikan kesalahan, misalnya ketika anak salah, tapi kalau kita punya kesabaran, kita kecilkan "api"nya, tapi bukan berarti mengabaikan kesalahan, dan ini adalah sifat Allah. Manusia tidak punya unsur sabar, hanya Tuhan, hanya melalui Tuhan.

Menantikan itu bukan dengan sikap cuek, malas, tidak peduli, tapi sabar yang Tuhan mau adalah menantikan dengan waspada dan dengan mata yang terus fokus. Seperti waitress restoran, yang matanya fokus kepada customer, melihat apa yang mereka mau, fokus dan siap dengan apa yang diminta.

Yesaya 40:29-31
29: Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
30: Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
31: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Tuhan tidak mungkin menggenapkan seluruh rencanaNya dalam 1 langkah. Orang Kristen itu berlari seperti marathon, dan kekuatan kalian untuk berlari, bertahan, itu akan mempengaruhi akhir dari marathon itu.

Kesabaran bukan sifat manusia, tapi sifat Allah. SIfat Tuhan, Dia mau kita punya ini. Kenapa diperlukan?

Amsal 14:29
29: Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Pada kata sabar itu berkaitan dengan pengertian. Ketika pengertian itu muncul, kesabaran itu akan muncul. Kesabaran ini berkaitan dengan pengertian. Pengertian ini yang akan membuat engkau berkepala dingin dan mampu mengendalikan lidah kita. Dibutuhkan pengertian untuk bisa punya kesabaran, kepala dingin.
 
Amsal 17:27
27: Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.

Ketika engkau punya pengertian, engkau akan berkepala dingin, dan memiliki kesabaran. Ketika engkau marah, itu sama artinya dengan engkau tidak punya iman kalau orang itu tidak akan berubah. Sabar itu bukan sifat manusia, tapi sifat TUHAN. Sabar adalah iman yang diperpanjang dalam satu periode. Iman itu timbul dari pengdengaran akan Firman Tuhan, ini hanya bisa didapatkan dari Tuhan, dari mendengar Firman Tuhan.

Setiap manusia kalau mengalami 3 hal ini, pasti akan datang mencari Tuhan, yaitu:
1. Masalah Keuangan
Kalau hutang sedikit, tidak mungkin seseorang mencari Tuhan, tapi yang hutangnya milyaran, dst.
2. Masalah Kesehatan
Detik uang tidak bisa membeli kesehatan, pasti akan mencari Tuhan.
3. Kehancuran keluarga
Misalnya ketika suami dibawa perempuan lain, anak hancur, narkoba, dst.

Kaau engkau punya masalah apapun, engkau harus buat setan menyesal, dengan cara bertobat, masuk dalam panggilan Tuhan! Kalau ujungnya membuat engkau bertobat, kenal Tuhan, masuk panggilan, setan pasti menyesal! Tuhan tidak mungkin salah memberi pasangan, sabar, jalani, dan pasti akan mengalami terobosan! Hanya cinta akan membuat engkau bertanggungjawab atas setiap apapun yang terjadi atas pilihanmu. Antara kebaikan dan hukum yang engkau langgar itu tetap akan dicatat Tuhan, tidak bisa dikaitkan sama sekali, engkau harus cerdik! Sekalipun engkau berbuat baik tapi kalau engkaut idak tunduk kepada suami, tidak tunduk kepada otoritasmu, itu adalah sebuah dosa!

Dalam segala masalah itu, engkau mau pilih cara yang mana, caramu sendiri, atau cara Tuhan? Tidak ada manusia yang bisa membuat manusia lain bertobat.

Matius 7:1-2
1: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
2: Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Kalau engkau menghakimi orang dengan takaran yang engkau buat, engkau pun akan mengalami yang demikian. Pengampunan itu kasih Allah! Kesabaran adalah iman yang diperpanjang dalam sebuah case. Iman itu muncul dari engkau mendengar Firman dan melakukannya.

Matius 18:23-26
23: Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24: Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25: Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26: Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.

Ini aneh, kenapa dia tidak berkata ampuni aku, dia tidak meminta belas kasihan, tapi dia meminta, sabarlah. Orang yang memiliki kesabaran akan memiliki 2 unsur ini, yaitu:

27: Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Orang yang punya kesabaran akan mengampuni dan punya belas kasihan. Bukan hanya karakter baik, tapi juga ada power, pengmpunan dan belas kasihan. Kita manusia membutuhkan kesabaran, daya tahan agar semua rencana Tuhan jadi, finish strong.

Kesabaran adalah sebuah kunci untuk mengalami terobosan. Hamba ini meminta kesabaran pada tuannya itu, dan raja itu punya kesabaran, dan dia mengampuni hamba ini. Kesabaran adalah karakter Allah, dan Dia mau agar kita punya ini. Tuhan sabar pada setiap manusia, dan Tuhan mau agar kita punya kesabaran juga untuk orang lain / sesama,

2 Petrus 3:9
9: Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Tuhan sabar pada manusia. Tuhan tidak mau kematian salah satu orang fasik sekalipun, karena Dia mau orang ini bertobat dan kembali kepada Tuhan. Bukan untuk menghukum, membuat engkau sengsara, tapi Dia ingin berbalik. Dosa itu memiliki jangka waktunya, dan setelah beberapa waktu, orang ini baru akan jatuh.

Selama kita tidak pernah bertanya, dan tidak sadar mengenai kebutaan kita, kita tidak akan pernah dipulihkan. Ketidakbenaran sikap hati, tidak akan pernah membawa terobosan, dan kalau engkau masih belum mengalami terobosan, artinya masih ada yang salah dalam hidupmu, dan engkau bisa melihat buahnya apakah masih ada yang salah dalami hidupmu atau tidak. Semakin dosamu dibukakan di dunia, harusnya engkau bersyukur, agar engkau masih bisa bertobat. Tuhan menolong kita bukan karena perbuatan kita, tapi karena anugrah Tuhan. Orang yang dibenarkan di mata Tuhan, tidak akan bisa diganggu/dituntut lagi oleh iblis.

Matius 18:28-29
28: Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29: Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.

Hamba lain berhadapan dengan orang yang tidak punya kesabaran ini yang padahal hutangnya sudah dibebaskan. Ketika raja mendengar hal ini, apa yang terjadi?

Matius 18:30-34
30: Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31: Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32: Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33: Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34: Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Orang yang tidak punya kasih, setiap berkata apapun yang Tuhan beri dalam hidupnya, pasti akan lepas lagi, Kalau engka tidak bisa bersyukur atas apapun yang Tuhan lakukan, berkat Tuhan itu akan hilang dari hidupmu!

Orang yang tidak punya kasih, tidak punya rasa syukur kepada Tuhan, jiwanya akan "dipenjarakan", akan terus memiliki kemarahan, dll, dan apapun yang diterima pasti akan lepas. Kekristenan itu seperti ular tangga, kalau salah sekali, bisa langsung turun melorot, "ngulang lagi". Tuhan itu sabar kepada kita agar kita berbalik dan bertobat, dan Tuhan ingin agar kita memiliki kesabaran kepada orang lain.

Engkau diampuni, bisakah engkau mengampuni? Apa yang engkau dapat dari Tuhan, engkau kembalikan, dan engkau tidak akan mengalami kekurangan. Ikut Tuhan jangan tanggung-tanggung!
Tuhan lihat janda miskin, itu yang terkaya di mata Tuhan!

Lukas 7:37-38
37: Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38: Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Pada zaman itu, bahkan Tuhan Yesus berkumpul dengan laki-laki, semuanya laki-laki, dan kalau ada perempuan yang berani masuk, perempuan ini bisa dirajam, namun saat itu perempuan berdosa ini masuk dalam perkumpulan itu dengan langkah yang pasti, dia tidak punya handuk, dia punya rambutnya, dia tidak punya air, dia punya air mata, dll. Seharusnya kalau orang melihat ini, harusnya terharu, tapi apa yang dilakukan orang Farisi?

Lukas 7:39
39: Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."

Bahkan orang ini menghakimi orang berdosa. Secara kedudukan, Simon adalah pendeta. Secara derajat, pendidikan, alkitabiah, dia melebihi dari perempuan ini, tapi yang membedakannya dengan SImon adalah KASIH ALLAH! Wanita ini memiliki kasih Allah, tapi Simon mengasihi Allah dengan licik dan hitung-hitungan. Kalau engkau tidak pernah meneguk cintaNya Tuhan, enkau tidak akan pernah bisa memberkati orang lain. Mental kita harus berubah, kita tidak hidup dari barang yang kita jual, tapi berdiri sebagai penjual yang terbaik, dan Tuhan sendiri yang pasti akan menggaji hambaNya. Orang yang rendah hati, tidak akan pernah bisa "terjebak" dengan iblis. Makin engkau intim dengan Tuhan, makin terbuka segala dosa yang masih kita punya.

Di neraka, tidak ada pengharapan, tidak ada hadirat Tuhan, tidak ada ucapan syukur! Ketika kalian mau mengampuni, mau mengalah demi Tuhan Yesus, itu satu permata ditaruh di kepalamu. Hatimu apakah sudah untuk Tuhan?


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -