Selasa, 17 Maret 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 15 Maret 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
15 MARET 2015

By: Ps. Robert Lie

In God, our limitation is unlimitted. Jangan batasi diri kita, sekalipun kita terbatas, tapi kita punya Tuhan yang tidak terbata, sehingga keterbatasan kita menjadi tidak terbatas.

Yesaya 44:3
3: Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

Yoel 2:23-26
23: Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.
24: Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.
25: Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.
26: Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.


Tuhan tidak membuat kita malu lagi, tempat pengirikan akan dipenuhi gandum, tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak, karena Dia mencurahkan hujan yang ajaib di dalam hidup kita. Kita jangan hanya punya mental untuk menerima orang yang memberkati kita, tapi juga kita harus memiliki mental untuk memberikan sesuatu untuk orang tersebut.

Bagaimana agar mengalami hujan itu? Harus memiliki haus dan lapar akan Tuhan! Hati kita ini diibaratkan tanah, kenapa harus jadi tanah yang haus, hati yang haus?

1. Orang lapar / haus akan mencari terus-menerus hingga dipuaskan
Kalau engkau cuma mencari makan, itu berbeda dengan ketika engkau kelaparan / kehausan. Orang yang sedang kehausan / kelaparan itu akan menerima dengan cara yang berbeda.

Matius 5:6
6: Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.


Engkau akan menjadi orang yang bahagia kalau engkau memiliki roh yang haus dan lapar akan kebenaran! Seringkali kita tidka menerima pewahyuan karena kita tidak sungguh-sungguh mencari, tidak memiliki kehausan. Kalau engkau datang dengan hati yang haus dan lapar, maka engkau akan dipuaskan oleh Tuhan. Orang yang haus dan lapar akan Tuhan tidak akan peduli dengan kiri kanannya, dan seringkali kita terlalu peduli dengan apa kata orang, apa yang orang lihat tentang dirinya. Di dalam gerejapun, dalam penyembahan yang sama, semuanya sama, tapi kenapa ada yang rohaninya lebih cepat bertumbuh, ada yang dijamah Tuhan, ada yang tidak mengalami apa-apa? Karena rasa haus dan lapar itu yang akan membedakan! Respon hati yang berbeda juga akan menghasilkan hasil yang berbeda. Mau engkau berada dimanapun kalau engkau tidak memiliki sikap hati yang haus dan lapar, engkau tidak akan mengalami apapun!

Apa yang harus kita lakukan dan hal apa yang harus kita rindukan dengan haus dan lapar?

1. Kehadiran Tuhan

Ulangan 4:29
29: Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.


Banyak yang belum bisa bertemu dengan Tuhan karena belum mencari dengan segenap hatinya.

Ulangan 4:29 (BIMK)
29: Lalu kamu akan mencari TUHAN Allahmu, dan kalau kamu mencari-Nya dengan segenap hatimu, kamu akan menemukan Dia.


Kalau engkau mencari dengan segenap hatimu, maka engkau akan menemukan Dia. Haus akan kehadiran Tuhan, karena kehadiran Tuhan adalah segala-galanya untuk kita. Banyak yang datang ke gereja karena ingin tangan Tuhan, bukan pribadiNya, bukan kehadiranNya.


2. Firman Tuhan

Mazmur 119:9-11
9: Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
10: Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
11: Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Kalau engkau haus dan lapar akan FirmanNya, maka FirmanNya akan jadi nyata dalam hidupmu. Banyak yang membaca Alkitab tapi tidak bertumbuh, karena hanya sekedar membaca tapi tidak merenungkannya. Kalau engkau haus dan lapar akan Firman itu, maka Firman itu akan jadi nyata. Banyak yang hanya tahu Firman, tapi tidak hidup di dalam Firman. Percuma kalau engkau tidak menjadi pelaku Firman sekalipun engkau sudah berkali-kali membaca Alkitab. Ezra berkata kalau dia tidak hanya membaca Firman, tapi juga melakukan Firman tersebut.

Yosua 1:8
8: Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.


Orang yang haus dan lapar akan Firman akan dipuaskan oleh Firman tersebut. Firman itu adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Kalau engkau punya hati yang haus dan lapar akan Firman, maka engkau akan jadi terang karena engkau memiliki pelita tersebut. Belajar mencintai Firman lebih dari yang lain.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Senin, 09 Maret 2015

AoC Bandung, 9 Maret 2015

AOC BANDUNG
9 MARET 2015

By: Ev. Pramono Limanto

Kalau Tuhan beserta dengan kita, Dia akan suka memberi "surprise" untuk hidup kita. Sifat dasar Tuhan kita adalah Tuhan yang suka memberi surprise dalam hidup kita.

1 Korintus 2:9
9: Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Kalau Tuhan beserta kita, Imanuel beserta kita, salah satu cirinyaadalah surprise akan datang dalam hidup kita.

Efesus 3:20
20: Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 

Dia lakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan, apakah itu bukan surprise? Entah dengan sekolah, rumah tangga, pelayanan, pekerjaan, apapun yang dijalaninya, Tuhan bekerja jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan dan pikirkan. Kita harus lakukan apa agar kejutan itu muncul? Kalau mau 2 ayat itu terjadi, kita tidak bisa hanya menunggu secara pasif, karena pemikiran seperti itu tidak sepenuhnya benar sekalipun Keluaran 14:14 kita hanya perlu diam.

Keluaran 14:14
14: TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." 

1 Raja-Raja 3:4-14
4: Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.
5: Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." 
6: Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
7: Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.
8: Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.
9: Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" 
10: Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
11: Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,
12: maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.
13: Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja.
14: Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu."

Setelah mereka mempersembahkan korban yang banyak, Tuhan datang lewat mimpi kepada Salomo. Ketika Salomo ditanyai mengenai hal tersebut, jawaban Salomo itu dia meminta hikmat, dan hikmat yang diminta Salomo adalah di luar perkiraannya Tuhan, terbukti dengan apa yang dikatakan Tuhan demikian di ayat 11, sehingga apa yang diminta Salomo, Tuhan beri semuanya, bahkan lebih dari apa yang diminta Salomo dan apa yang bahkan juga tidak dipikirkan Salomo pun diberikan Tuhan. Kalau engkau mau mendapatkan surprise dari Surga, engkau juga harus memberikan surprise terlebih dahulu ke Tuhan. Mungkin ada yang bertanya, kan ada ayat yang berkata kalau bahkan sebelum kita berdoa pun Tuhan sudah tahu apa yang kita doakan? Yesus yang kita sembah, seringkali "membatasi" kemahatahuannya, Dia seringkali membatasi kemahatahuannya hingga sesuatu yang heroik itu keluar dari batasan kita.

Dia Tuhan yang maha kuasa, tapi tahukah Tuhan yang kita sembah, ketika Dia berurusan dengan kita manusia, seringkali Dia tidak menggunakan kemahakuasaannya, buktinya Dia berikan kepada kita free will, kehendak bebas, kemauan bebas, Dia tidak memprogram hidup kita, sehingga ketika menciptakan manusia, bisa ada yang menolak Dia, ada yang menerima Dia. Ketika kita memutuskan kita mau menerima Tuhan, itu seperti surprise juga untuk Tuhan, karena ada kemungkinan juga untuk kita menolak Tuhan, ketika kita memutuskan untuk mencintai Tuhan pun itu juga menjadi surprise untuk Tuhan, karena dari kita pun bisa ada kesempatan untuk kita membenci Tuhan. Ketika yang "keren" itu muncul dari hidup kita, yang "keren" dari surga juga akan terjadi atas hidup kita.

Orang kedua yang Tuhan katakan apa yang engkau mau untuk Aku perbuat bagimu selain pada Salomo, adalah pada orang buta di Bartimeus. Ketika Yesus bertanya, sebenarnya Dia itu juga punya perkiraan daftar mengenai apa yang mungkin akan orang ini minta, dan ternyata apa yang diminta Bartimeus itu ada di dalam daftarnya Tuhan, masih "in the box". Selama jawaban doamu standar, Tuhan tahu apa yang akan engkau minta, tapi apa yang dijawab Salomo itu "out of the box" nya Tuhan. Jangan jadi Kristen standar kalau engkau mau dapat yang lebih dari Tuhan! Buat Tuhan terkejut dengan responmu, dengan doamu, dengan tindakanmu, maka Tuhan akan buat di luar dari perkiraanmu.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 8 Maret 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
8 MARET 2015

By: Ps. Pendy Sofian

Seringkali yang menghalangi kita menerima janji Tuhan adalah ketikdakpercayaannya kita, kita mungkin percaya Tuhan baik, tapi seringkali kita tidak percaya kalau Tuhan itu baik dalam hidup kita.

1. Sungguh-sungguh percaya kalau Tuhan itu sanggup dan mau menggenapi perjanjian Tuhan
Trust is build based on relationship. Kita tidak bisa percaya pada orang yang tidak kita kenal, kita hanya bisa percaya pada orang yang kita kenal. Kepercayaan itu timbul dari sebuah hubungan, dan begitu juga kita dengan Tuhan, seringkali kita tidak bisa percaya pada penggenapan janji Tuhan juga karena kita belum mengenal Tuhan kalau Tuhan itu baik dalam hidup kita, tidak hanya baik bagi orang lain. Kita datang doa pagi bukan untuk kita diurapi, bukan untuk kelihatan keren, tapi kita itu berjuang untuk mengenal lebih dalam lagi pada Tuhan. Salah satu cara untuk mengenal Tuhan ya habiskan waktu lebih banyak kepada Tuhan.

Kenapa kita bisa timbul rasa percaya? Juga karena pengalaman kita bersama dengan Tuhan, kita melihat apa yang Tuhan katakan itu menjadi nyata. Yang sulit adalah ketika kita hanya tahu Tuhan tapi tanpa kita mengalami Tuhan, karena itu seringkali kita bisa tidak percaya pada Tuhan. Bangun hubungan kita dengan Tuhan, bangun kepercayaanmu kepada Tuhan. Seringkali kita juga memiliki konsep yang salah tentang Tuhan, ada yang berpikir Tuhan itu yang sadis, kejam, seperti di perjanjian lama.

Pengertian kita tentang Tuhan akan mempengaruhi pengenalan kita kepada Tuhan. Orang yang memiliki gambaran bapak jasmani rusak, dia akan sulit untuk bisa mengenal Tuhan yang baik, karena orang ini akan berpikir Tuhan itu seperti bapak jasmaninya karena itu sudah tertanam dalam mindset orang tersebut. Banyak orang tidak bisa intim dengan Tuhan karena dia tidak intim dengan bapak jasmaninya.

Seperti halnya kita dengan Tuhan, kita sering berkata Tuhan sanggup melakukan ini itu, tapi ketika pertanyaan itu dikembalikan ke dalam hatimu, apakah engkau benar-benar percaya kalau Dia Allah yang sanggup bekerja dalam kehidupanmu, bukan hanya pada orang lain? Seringkali kita hanya percaya Tuhan sanggup, tapi kita tidak percaya kalau Tuhan sanggup melakukan semuanya dalam kehidupan kita.


2. Jangan terlalu sibuk memikirkan bagaimana cara Tuhan menggenapi janjiNya
Kita seringkali terlalu sibuk memikirkan bagaimana cara Tuhan menggenapi janjiNya dalam hidup kita, padahal dalam sebuah perjanjian, yang harusnya jadi fokus kita adalah bagaimana kita menggenapi apa yang menjadi syarat dan perjanjian yang diberi dalam hidup kita. Misalnya ketika kita akan membeli mobil, yang penting kita siapkan uangnya, bukannya memikirkan bagaimana mobil itu dibuat, bagaimana mobilnya dikirim, dll. Bagaimana cara Tuhan menggenapi janjiNya dalam hidup kita bukanlah jadi fokus kita, tapi kita fokus dengan apa yang jadi bagian kita dalam perjanjian tersebut. Contoh lain ketika seorang anak dijanjikan sepeda ketika juara 1, yang jadi fokus si anak adalah bagaimana dia menjadi juara 1, bukannya sibuk ingin tahu bagaimana cara si bapak mendapatkan uang, dll. Yang jadi fokus kita adalah apa yang jadi bagian kita dalam perjanjian itu.

Imanuel adalah Tuhan beserta kita, dan kata ini pertama kali diucapkan di Yesaya 7:14
Yesaya 7:14
14: Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Kapan penggenapannya?

Matius 1:22-23
22: Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

Semua nubuatan di perjanjian lama, ujungnya digenapi ketika Imanuel datang. Bahkan ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, sebelum mereka diusir, Tuhan sempat berkata kepada ular kalau keturunan Adam dan Hawa akan menginjak dan menghancurkan ular tersebut, dan itu digenapi oleh Tuhan Yesus ketika mengalahkan maut. Penggenapan hukum taurat digenapi oleh Tuhan Yesus, sehingga kita tidak lagi hidup dalam kutuk hukum taurat. Dari keturunan Daud pun Tuhan berkata akan lahir raja yang sangat luar biasa, akan lahir Mesias, dan itu digenapi ketika Imanuel lahir. Semua kitab dari Kejadian hingga Maleakhi, semuanya berujung pada kelahiran Yesus Kristus. Penggenapan perjanjian itu jadi ketika Imanuel lahir, artinya penggenapan janji Tuhan akan terjadi dalam kehidupan kita ketika Tuhan menyatakan diriNya pada kita sebagai Imanuel. Bulan ini adalah bulan yang sangat penting dalam hidup kita, ketika engkau tangkap hal ini, engkau tangkap benar-benar mengenai Imanuel, penggenapan perjanjian itu akan jadi dalam hidupmu.

Penggenapan janji ketika Imanuel lahir itu bukan berarti semua yang baik saja yang akan terjadi dalam hidup kita, tapi semuanya memang dilakukan agar penggenapan janji itu jadi. Ketika Imanuel lahir, semua anak di bawah 2 tahun mati dibunuh.

Matius 2:16-18
16: Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
17: Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
18: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."

Ketika Imanuel datang, tidak hanya ada gembala-gembala yang bergembira, tapi ada juga ratap tangis di Betlehem, dan kalau dipandang dari kacamata dunia, orang bisa bertanya, bagaimana Dia bisa menjadi Imanuel tapi kedatanganNya saja membawa kematian? Ketika Tuhan ingin menggenapi perjanjianNya dalam hidup kita, bukan berarti semua yang baik yang akan terjadi dalam kehidupan kita, tapi mungkin sebagian kita akan mengalami yang tidak enak, tapi semuanya dirancang Tuhan agar penggenapan perjanjian Tuhan itu jadi dalam hidup kita. Mungkin memang selama proses tidak enak, tapi ujung-ujungnya itu semua dilakukan Tuhan agar Tuhan bisa menggenapi perjanjianNya dalam hidup kita.

Mazmur 23
1: Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
2: Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
3: Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
4: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
5: Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
6: Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Dimana Daud melihat penyertaan Tuhan yang sangat ajaib dalam hidupnya? Daud tidak berkata ketika dia mengalahkan Goliat, tapi dia berkata ketika dia berada dalam masa kekelaman. Bukan berarti kita selalu berjalan di atas rumput hijau, di tepi sungai, tapi kita tetap akan melewati lembah kekelaman, dan tongkat serta gada Tuhanlah yang menghibur kita. Seringkali kita baru bisa melihat semuanya ini, kita baru bisa melihatnya ketika kita sudah melewati semuanya itu. Tanamkan dalam hatimu kalau semuanya baik, semuanya demi satu tujuan, yaitu penggenapan janji Tuhan dalam hidupnya. Seringkali Tuhan juga memaksa untuk kita bisa menggenapi bagian kita dalam perjanjian tersebut, dan itu tidak enak, membuat kita berdoa kepada Tuhan, dan itupun tujuannya agar kita mengenal Tuhan dan akhirnya mengalami perjanjian Tuhan.

Ketika engkau berdosa, dampaknya tidak hanya pada dirimu, tapi juga berdampak bagi orang di sekelilingmu. Perhatikan cara hidupmu baik-baik! Tuhan ingin genapi perjanjianNya dalam hidup kita, tapi kalau kita tidak hidup kudus, Tuhan tidak bisa menggenapi perjanjianNya dalam hidup kita. Seringkali Tuhan akan paksa sedemikian rupa, bahkan Tuhan bisa habiskan apa yang harus dihabiskan dalam hidupmu agar engkau bisa menggenapi apa yang jadi bagianmu dalam perjanjian dengan Tuhan. Tuhan itu sangat serius untuk menggenapi janjiNya dalam hidup kita. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. Imanuel hadir artinya Dia mau menggenapi perjanjianNya dalam hidup kita!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Selasa, 03 Maret 2015

AoC Bandung, 2 Maret 2015

AOC BANDUNG
2 MARET 2015

By: Ps. Robert Lie
"Menyelesaikan Pelayanan yang Ditugaskan"

2 tahun ini adalah tahun yang ajaib, dan setiap 20 tahun itu ada satu momen yang ajaib sekali yang Tuhan bangkitkan, dan tahun ini tidka bisa diulang lagi di depannya. Tuhan tidak mau kita hanya hidup dalam anugrah demi anugrah, tapi mau dalam kesempurnaan. Tahun ini adalah tahun yang ajaib sekali, dan kalau engkau bisa hidup dengan sungguh-sungguh dan sejalan dalam Tuhan, engkau akan alami yang belum pernah engkau alami sebelumnya! Kita tidak akan bisa berjalan bersama Tuhan kalau kita tidak bisa mengerti tentang perjanjian.

Amos 3:3
3: Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Allah kita tidak pernah mengingkari apa yang telah Dia janjikan! Ketika ada hadirat Allah, sesuatu yang berbeda akan terjadi! Hujan awal dan hujan akhir sudah disatukan di tengah-tengah kita, sehingga kalau kita melayani dan mencari Tuhan sungguh-sungguh, engkau akan melayani dengan kemuliaan Tuhan yang dahsyat! Sebelum Dia datang, Dia akan lakukan apa yang tidak pernah kita lihat, tidak pernah kita dengar, ujungnya agar kemuliaan Tuhan dinyatakan! Layani Tuhan sungguh-sungguh! Kalau Imanuel itu ada bersama kita, kita pasti akan berjalan dalam supranatural!

Seringkali kita tidak sadar kalau kita melayani itu adalah sebuah kehormatan, bukan beban! Terlalu banyak keluhan demi keluhan yang membuat kita tidak bisa menerima janji Tuhan. Kenapa kita seringkali tidak mengalami berkat Tuhan? Karena hanya selalu memikirkan untuk diri sendiri dan tidak mengerti yang namanya menjadi saluran berkat! Ketika engkau melayani, mungkin engkau tidak dihargai manusia, itu tidak apa, karena rewardnya langsung dari Tuhan, Dia yang bertanggungjawab atas hidup kita.

Paulus awalnya bukan orang yang takut akan Tuhan, bahkan dia penganiaya umat Tuhan, namun ketika dia berjumpa dengan Tuhan, dia menerima panggilan dari Tuhan untuk melayani umat Tuhan.

2 Korintus 11:23-27
23: Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
24: Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
25: tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26: Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
27: Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

Banyak yang berkata semangat untuk pelayanan, tapi ketika ada tantangan, berhenti, mundur, dll. Paulus bahkan berkata hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Puasa kedagingan artinya bukan hanya tidak makan daging, tapi memotong semua kedagingan dalam hidupmu. Secara medis, kalau engkau makan buah selama 3 hari tanpa makan minyak / daging, itu akan mendetox tubuhmu. Kalau engkau tidak nonton gosip, tidak nonton TV, tidak memasukkan yang seperti itu selama 3 hari, itu artinya akan mendetox rohmu! Puasa kedagingan itu artinya tidak membiarkan ada kedagingan dalam manusia rohmu. Jangan beri makan manusia rohmu dengan kedagingan apapun!

Apa yang membuat Paulus berhasil menyelesaikan tugas dan pelayanannya dengan baik?

* Paulus menyadari yang memanggilnya pelayanan adalah Tuhan, bukan orang lain.
Setiap kita ditugaskan untuk melayani. Dari kandungan pun Tuhan sudah menetapkan kita untuk melayaninya. Setiap kita sebelum lahir diberikan mandat, dan kita lahir, itulah destiny yang diberikan pada kita. Apa yang membuat Paulus bisa menyelesaikan itu sekalipun dia sudah banyak mengalami yang tidak baik. Paulus bukan hanya rela menderita, tapi dia rela mati demi pekerjaan Tuhan, sehingga penderitaan pun tidak akan menyurutkan mentalnya untuk melayani Tuhan, dan dia sadar yang memanggilnya pelayanan adalah Tuhan. Bentrok akan tetap ada, tapi itu tidak boleh menghentikanmu untuk pelayanan. Lakukan yang terbaik untuk Tuhan!

* Paulus punya komitmen dalam melayani
Komitmen bukan hanya komat-kamit, tapi ada buktinya, yaitu bekerja dengan sepenuh hati, giat, sekuat tenaga, karena akan keluar tindakan yang tidak akan tergoyahkan, tidak hanya ngomong doang. Banyak yang hanya mau diam dan terima, itu tidak bisa, memang kita berada di dalam hadirat Allah, tapi kita juga harus lakukan sesuatu, karena komitmen itu dibuktikan dengan kerja keras, kerja sepenuh hati. Komitmen itu tidak mencari pengakuan dari orang lain! Komitmen tidak akan menyia-nyiakan kasih karunia dan kesempatan yang diberikan Tuhan.

Kalau engkau takut untuk memberi, artinya engkau tidak sadar kalau hidupmu adalah pemberian Tuhan. Kalau engkau tidak bisa memberi yang terbaik (tidak hanya uang, tapi semua hal), artinya engkau tidak sadar kalau hidupmu adalah pemberian Tuhan. Jangan pernah sia-siakan semua pemberian Tuhan! Orang yang tidak komitmen itu ciri-cirinya malas, sedikit-sedikit jenuh, bosan, capek, dengan mudah cuti pelayanan. Begitu mudah orang berkata ingin menyenangkan Tuhan, tapi dengan mudah juga orang meninggalkan Tuhan ketika mengalami rintangan, dll. Paulus buktikan dengan dedikasinya kalau dia komitmen dengan Tuhan dan pelayanan yang diberikan bahkan hingga dia tidak menyayangkan nyawanya, apa yang dulu dia anggap untung adalah kerugian karena dia sudah mengenal Kristus.

Tuhan tidak berjanji untuk berjalan dengan orang yang hanya sekedar komat-kamit, tapi Tuhan akan berjalan dengan orang yang benar-benar komitmen dengan Tuhan. Orang yang komitmen kadang memang agak nekat dan memiliki tekad yang kuat, dia akan mendengar apa yang Tuhan mau sekalipun aneh-aneh ataupun akan tidak disukai orang lain.

* Paulus memiliki filosofi yaitu keberhasilan dalam pelayanan adalah memiliki hati Allah, hati untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Mengasihi Allah dengan segenap hatimu, jiwamu, dan akal budimu, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Semua kemuliaan yang dipercayakan Tuhan itu untuk memberkati umat Tuhan, bukan untuk dirimu sendiri! Kenapa kita terkadang mau mengasihi Tuhan dan sulit mengasihi Tuhan? Karena berpikir mengasihi Tuhan yang tidak pernah mengecewakan, karena manusia sering mengecewakan. Ubah hati kita agar bisa mengasihi umat Tuhan. Kenapa seringkali orang merasa lebih hebat dari Tuhan dengan tidak mau melepaskan pengampunan, padahal Tuhan pun selalu mengampuni anak-anakNya? Tuhan tidak pernah mau memakai orang yang tidak bisa menjadi saluran berkat untuk orang lain. Kalau engkau bangga dengan apa yang engkau alami masa lalu, engkau tidak akan mengalami yang luar biasa di depanmu. Kasihi Tuhan, kasihi sesama.

* Paulus memiliki kerendahan hati dalam melayani
Efesus 3:7-8
7: Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
8: Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,

Dia ini orang hebat, tapi dia tidak merasa pintar. Kalau engkau mau jadi yang paling besar, jadi pelayan, jadi hamba, dan seberapa engkau ditinggikan Tuhan akan ditentukan seberapa dalam engkau mau merendahkan dirimu. Dia tidak hanya menyelesaikan pelayanan, tapi dia menyiapkan generasi selanjutnya untuk melanjutkan pelayanannya. Seringkali banyak pemimpin yang tidak bisa membangkitkan anak-anak rohani yang minimal memiliki pengurapan dengan kapasitas yang sama dengan pemimpin tersebut. Harusnya Gehazi pun mendapat 4 bagian dari Roh Elia, namun dia tidak memiliki kerendahan hati, sehingga dia tidak bisa mendapatkan hal tersebut. Rendah hati adalah sifat Tuhan, karena Dia lemah lembut dan rendah hati, dan ini yang harus dimiliki kalau engkau mau mengalami kemuliaan Tuhan yang lebih dahsyat lagi. Penderitaan harus mendahului kemuliaan, dan juga ada ayat yang berkata:

Filipi 3:10
10: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 3 Maret 2015

AOC BANDUNG
3 MARET 2015

By: Ps. Robert Lie

Dia adalah Tuhan Master of Breakthrough! Banyak orang Kristen "latah", mau janji Tuhan, tapi tidak mau masuk dalam perjanjian Tuhan. Maunya hanya berkat, tapi tidak mengerti kalau sebelum blessing itu terjadi, harus ada yang dilakukan.

85% pendeta lebih suka copy paste apa yang orang lain dapatkan dan dibagikan lagi. Tidak ada yang salah dengan ini, tapi yang salah ketika engkau tidak pernah mau berusaha mencari pewahyuan dari Tuhan, tapi maunya meniru dari apa yang orang lain lakukan. 10% pendeta mendengar sesuatu dari orang lain, mengkonfirmasikannya pada Tuhan, baru menjabarkannya. Hanya ada 5% orang yang mau mencari Tuhan mati-matian, dan mau mendapatkan yang original dari Tuhan. Kenapa orang tidak tahan dalam berdoa? Karena tidak bertemu Tuhan, itu yang sulit, sehingga rasanya bisa sangat lama dan tidak tahan. Tuhan tidak mau kita hanya masuk dari anugrah demi anugrah, tapi dalam kesempurnaan.

Ketika engkau berkata tidak bisa, ya itu tidak akan pernah terjadi dalam hidupmu. Tuhan menciptakan kita sempurna, Kejadian 1:26, artinya apapun yang Tuhan lakukan, engkau bisa lakukan, karena kalau engkau percaya, engkau akan bisa lakukan bahkan yang lebih besar dari yang pernah dia lakukan.

Kejadian 1:26
26: Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Yohanes 14:12
12: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
Yohanes 15:7
7: Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Masalahnya banyak yang hanya mengaku tinggal di dalam Tuhan, tapi sebenarnya hanya di dalam gereja, di dalam gedung, di dalam organisasi, bukan di dalam Tuhan. Kalau engkau berjalan bersama Tuhan, hidupmu tidak akan biasa-biasa, tapi akan terjadi yang sangat dahsyat!

Efesus 5:15
15: Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

Perhatikan caramu hidup.

Efesus 5:15 (BIMK)
15: Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidupmu. Jangan hidup seperti orang-orang bodoh; hiduplah seperti orang-orang bijak.

Efesus 5:15 (TSI)
15: Jadi, berhati-hatilah dengan cara hidup kalian masing-masing. Jangan hidup seperti orang bodoh, tetapi hiduplah seperti orang bijaksana.


Cara hidupmu akan menentukan apa yang akan Tuhan lakukan dalam hidupmu! Cara hidupmu akan menentukan seluruh kehidupanmu. Untuk engkau mengalami perjanjian Tuhan, tidak cukup hanya engkau klaim, tapi engkau harus mengerti perjanjian

Ada hukum yang tidak bisa dilanggar siapapun termasuk Tuhan, yaitu yang kudus tidak bisa bersatu dengan yang tidak kudus. Yesus yang di Kayu Salib pun tidak bisa bertemu dengan Bapa, sehingga sebelumnya di Getsemani Dia sempat merasakan takut dan Dia mengerti kalau Dia akan menjadi tidak kudus ketika disalib sehingga Dia akan berpisah dengan Bapa dan Roh Kudus, dan itulah yang sebenarnya membuat Dia sedih, karena Dia tidak bisa melanggar hukum itu.

Hujan awal adalah orang yang mengalami lawatan Tuhan di generasi pertama, dan hujan akhir adalah kita yang mengalami lawatan Tuhan di akhir zaman, dan hujan awal dan hujan akhir bersatu artinya orang yang sudah menyelesaikan tugasnya di generasi dahulu akan mementori kita yang berada di generasi akhir.

Hidup ini harus habis-habisan dengan Tuhan, harus total! Tidak ada kemuliaan tanpa engkau mencari Tuhan dengan habis-habisan. Yang gratis hanya masuk surga ketika engkau mengaku dan terima Yesus. Tuhan tidak akan percayakan apapun kalau engkau tidak bisa dipercayakan mengenai apapun! Kalau engkau mau masuk yang khusus dengan Tuhan, Tuhan juga akan mengkhususkan dirimu! Cara hidupmu harus diperbaiki kalau engkau mau mengalami kemuliaan demi kemuliaan. Orang yang hidup dalam roh, akan berpikir secara roh, orang yang hidup dalam daging, akan berpikir secara daging. Kalau engkau tidak mengizinkan dagingmu berkuasa, tapi rohmu yang berkuasa, engkau tidak akan berpikir yang aneh-aneh. Apapun yang kita bayar harganya, tidak akan pernah sebanding dengan apa yang Tuhan lakukan di dalam hidup kita.

Puasa daging bukan berarti kita tidak makan daging, tapi juga kita tidak mengizinkan kedagingan kita memenuhi hidup kita. Stop cara hidup yang tidak benar, hidup kita harus sesuai dengan apa yang kita katakan. Kuduskanlah dirimu sebab Aku (Tuhan) kudus. Tuhan selalu akan memberi kekuatan, tapi tergantung engkau mau atau tidak.Tuhan hanya mau engkau memiliki hati yang mau, baru nanti Tuhan akan beri kemampuan dan beri jalannya. Kalau engkau tidak pernah bisa menjaga dirimu dengan baik, engkau tidak akan bisa berjalan bersama dengan Tuhan. Yang kudus tidak akan bisa berjalan dengan yang tidak kudus. Kenapa Henokh tidak mengalami kematian? Karena dia berkata kalau dia tidak mau mati, dia ingin diangkat hidup-hidup, karena hidupnya juga didapati berkenan di hadapan Tuhan. Jangan hidup seperti orang bodoh, hati-hati dengan cara hidupmu.

Kalau engkau tidak mema diperhatikan hidupmu baik-baik, ya hidupmu tidak akan menjadi baik. Paulus mengeluarkan statement yang ajaib, bagiku adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan, dan kalau aku hidup, aku menghasilkan buah bagi Kristus. Kita bisa jadi sombong kalau kita tidak memiliki penguasaan diri. Minta Tuhan ubah cara hidupmu yang lama, maka Tuhan akan lakukan sesuatu yang ajaib dalam hidupmu.

Apa yang harus diubah? Caramu beribadah.

1 Timotius 4:8
8: Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Caramu beribadah dengan Tuhan harus diperbaiki. Sikap hati dalam ibadah akan menentukan apa yang akan engkau alami ketika beribadah, dan beribadah tidak hanya di gereja, di AoC, tapi juga ketika di rumah. Banyak orang yang datang ke gereja / persekutuan, tapi hatinya di tempat lain. Kalau engkau beribadah dengan Tuhan sungguh-sungguh, itu mengandung janji Tuhan dan itu akan bermanfaat untuk hidupmu. If you respect Him, He will respect you! Kebersihan adalah sebagian dari iman. Kalau yang di luar yang kelihatan saja tidak bisa bersih, bagaimana yang di dalam?

Ibadahmu kepada Tuhan itu mengandung sebuah janji, tapi kenapa kadang janji itu batal? Karena ada yang salah dalam hidupmu.

Yakobus 1:26
26: Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Amsal 18:21
21: Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.


Jaga lidahmu baik-baik, karena dengan lidah yang sama engkau bisa memberkati orang, bisa menyembah Tuhan, tapi dengan lidah yang sama juga engkau bisa menyakiti orang, mengutuki orang lain. Bangsa Israel menjadi bertahun-tahun keliling di padang gurun karena dosa lidah. Kedewasaan kekristenan tidak dinilai dari jabatan kita, dari berapa lama kita ikut Tuhan, tapi salah satunya adalah lidah kita, perkataan yang keluar dari lidah kita. Harusnya setiap kita berani berkata contohlah teladan hidupku, itu bukan karena kita sudah sempurna, tapi kita bertekad untuk hidup sempurna dan menjadi berkat bagi orang lain. Banyak orang Kristen bodoh karena perkataannya sehingga janji Tuhan yang sudah di depan matanya hilang. Kita bukan hakim untuk menghakimi orang lain, kalau ada orang lain yang tidak benar, itu urusan mereka dengan Tuhan, dan bagian kita itu mendoakan dia di hadapan Tuhan. Lidah ini seperti api, yang walaupun kecil, bisa membakar semua hutan. Kalau engkau mau hidup dan dipakai secara dahsyat oleh Tuhan, kendalikan lidahmu! Kalau engkau membicarakan orang lain, apakah hidupmu lebih baik dari orang lain itu?

Zakharia 8:23
23: Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!"


Salah satu ciri orang yang masuk dalam kedalaman yaitu ada karakter Kristus yang muncul dari hidupnya. Tidak ada yang bisa kita banggakan dari hidup kita selain Tuhan. Keberhasilan dalam pelayanan ketika engkau memiliki hati Allah untuk orang lain, tapi hati-hati, perbaiki cara hidupmu, jangan sampai orang melihat hidupmu dan orang lain itu kecewa. The best preaching itu bukan ketika di gereja, tapi ketika orang lain melihat hidup kita. Ketika engkau tidak berbicara, engkau tidak berkhotbah, apakah orang lain melihat Kristus di dalam hidupmu? Beri rohmu makan terus, agar manusia rohmu menjadi kuat, dan kedaginganmu semakin dipangkas.

Banyak orang yang melayani dan menggunakan pelayanan sebagai topeng untuk menutupi hal-hal lain yang jorok dan cara hidup yang tidak benar. Kalau hari ini engkau persiapkan hidupmu, besok persiapkan hidupmu untuk terima blessing yang dari Tuhan! Sunat semuanya, sunat hati, karena itu akan membuat perjanjian yang baru dengan Tuhan, dan Tuhan akan ubah hidupmu sehingga Tuhan akan lakukan hal yang ajaib dalam hidupmu!

By: Ev. Johan Surja

Kita perlu untuk memetakan diri kita, karena setiap kita punya pengertian dan arti masing-masing, misalnya dari nama. Namamu pun bisa menentukan bagaimana hidupmu kemudian. Ketika itu Malaikat datang kepada Maria dan harus memberiNya nama Yesus. Misalnya cari orang yang namanya sama denganmu, cari tahu mengenai orang tersebut. Selain nama, tanggal lahir, cari di tanggal lahir itu ada kejadian apa saja, karena itu juga bisa mempengaruhi hidupmu, atau misalnya siapa yang lahir di tanggal tersebut karakternya bagaimana, dll. Patahkan setiap kelemahan yang sudah engkau temukan itu, misalnya pemarah, keras, ego, ingin menang sendiri, setiap hari engkau harus patahkan, dan kelebihannya engkau harus deklarasikan dan dikembalikan bagi kemuliaan Tuhan. Lalu dari zodiak, kita memang tidak percaya pada zodiak, shio, semuanya serahkan kepada Tuhan yang positif, yang negatif dibakar, dihabiskan.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Minggu, 01 Maret 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 1 Maret 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
1 MARET 2015

By: Ps. Robert Lie

Amos 3:3
3: Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Tidak mungkin orang akan berjalan bersama-sama jika belum berjanji. Siapa kita kalau Tuhan mau mengikat perjanjian dengan kita? Dia adalah Pencipta, yang Empunya Segalanya, tapi Dia mau mengikat perjanjian dengan kita, bukankah itu sesuatu yang luar biasa dalma hidup kita? Kita tidak akan pernah bisa melakukan apapun yang setimpal dengan apa yang sudah Tuhan lakukan.

Tuhan segera menggenapi perjanjianNya. Apapun yang Dia katakan, yang Dia janjikan, sudah pasti 100% akan terjadi! Kalau engkau tidak percaya, engkau tidak akan melihat kemuliaan Tuhan. Semua tergantung padamu, kalau engkau percaya, you will see the glory of God!

Berdasarkan artikel dunia, tubuh kita kalau tidak makan minyak, daging, tapi hanya makan buah, itu akan men-detox seluruh tubuh, dan terutama makan buah apel. Puasa daging artinya engkau menghilangkan semua kedagingan dalam hidupmu, bukan sekedar tidak makan daging. Kita perlu juga meyalibkan kedagingan untuk bisa bertemu dengan Tuhan.

1. Bagaimana mengerti perjanjian Tuhan
2. Bagaimana merespon perjanjian Tuhan
3. Bagaimana menerima / mengalami perjanjian Tuhan

Kalau engkau mengerti perjanjian Tuhan, engkau akan mengalami hal yang dahsyat dalam hidupmu. Apa itu perjanjian? 2 orang sepakat melakukan sesuatu, keduanya memiliki persyaratan, dan memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Tuhan membuat perjanjian, tapi sayangnya banyak orang yang tidak mengerti mengenai perjanjian Tuhan.

Kenapa Daud berani melawan Goliat? Karena Saul memberikan sayembara, yang mengalahkan Goliat, akan diberikan kekayaan, harta, seluruh keluarga bebas pajak, anak Saul diberikan menjadi istrinya. Ketika engkau ingin sukses itu tidak salah, tapi yang salah itu ketika engkau sudah sukses tapi engkau lupa dengan Tuhan.

Daud tidak hanya sampai di situ saja, dia tidak mati konyol dengan menantang Goliat, tapi dia mengerti bagaimana cara mengalahkan Goliat, yaitu ketika Daud berdiri di atas perjanjian Tuhan. Daud mengerti kalau dia berasal dar golongan orang bersunat dan Goliat bukan dari orang bersunat. Semua laki-laki Israel harus disunat, karena itu perjanjian antara Abraham dengan Tuhan. Daud memiliki janji Tuhan dari perjanjian Abraham itu, yaitu orang yang memberkati akan diberkati, yang mengutuk, kutuknya akan kembali ke orang tersebut. Daud datang dalam nama Tuhan, dia percaya pada perjanjian Tuhan sekalipun dari skill dan pengalamn dia kalah. Ketika itu Tuhan bukan memandang Daud, tapi memandang perjanjian sahabatNya yaitu Abraham.

Pertanyaannya apakah engkau peraya pada janji Tuhan? Padahal kalau engkau bisa pegang perjanjian Tuhan itu, engkau akan mengalami semuanya, tidak ada yang mustahil. Berdiri di atas perjanjian Tuhan. Saat itu Tuhan membuat perjanjian darah kepada Bangsa Israel ketika berada di Mesir, sehingga mereka diluputkan, dan anak sulung apapun dari bangsa Mesir itu semuanya mati. Engkau harus berdiri di atas perjanjian Tuhan secara pribadi.

Harusnya apa yang Tuhan janjikan atas gereja ini, engkau akan mengalaminya asal engkau covenant dengan gereja ini. Kalau engkau berdiri di atas perjanjian Tuhan, engkau akan mengalami hal-hal yang dahsyat yang dari Tuhan! Apapun yang Dia katakan, pasti jadi, asal engkau tetap berdiri di atas perjanjian. Banyak yang ketika melihat kenyataa, mereka akhirnya pergi meninggalkan perjanjian tersebut, dan akhirnya tidak mengalami apa yang Tuhan janjikan. Kita harus berdiri di atas perjanjian Tuhan, sekalipun bukan kita yang melakukan perjanjian, tapi kalau engkau lakukan dan berdiri di atas perjanjian itu, engkau akan  mengalami perjanjian tersebut.

Tidak ada raja yang akan menyamai Salomo baik sebelum atau sesudahnya. Salomo berdiri di atas perjanjian Daud dengan Tuhan, sehingga ia bisa mengalami hal-hal yang baik. Kalau engkau mau mengalami berkat Abraham, ya lakukan perjanjian yang dilakukan Abraham. Sunat hati lebih sulit dari sunat fisik, karena sunat hati itu harus setiap hari. Perjanjian sunat secara fisik saja sudah sangat ajaib, apalagi engkau berdiri di atas perjanjian darah Yesus?

Kenapa kita seringkali tidak mengalami perjanjian? Karena tidak berdiri di perjanjian tersebut. Ketika engkau mengalami kesulitan, engkau mencari orang lain, atau cari Tuhan terlebih dahulu? Kalau engkau mendengar Firman Allah dan melakukannya dengan setia, hidupmu akan terus naik dan tidak akan turun, menjadi kepala dan bukan ekor, bukan kadang-kadang kepala, kadang-kadang jadi ekor.

Dalam kejadian Kekristenan, Tuhan Yesus sudah membayar semuanya, tapi kenapa kita tidak terima? Karena kita tidak membaca Alkitab, tidak hidup sesuai dengan perjanjian tersebut. Setiap kita destinynya adalah hidup berkelimpahan agar engkau bisa menjadi saluran berkat, karena Yesus datang memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan, dan Dia yang kaya rela jadi miskin agar kita menjadi kaya. Kita hanya harus pegang perjanjian yang Tuhan berikan, karena Tuhan sudah membayar semuanya lunas dengan darahNya sendiri. Kenapa masih ada yang hidup dalam dosa? Karena tidak sadar kalau Yesus sudah menebus semuanya. Ketika engkau memegang perjanjian darah Yesus di dalam hidupmu, engkau harusnya mengerti kalau tidak ada dosa apapun yang kebal di dalam hidup kita. Dengan kekuatan kita, kita tidak akan bisa hidup sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan. DarahNya terlalu mahal kalau hanya untuk memberkati hidup kita!

Tuhan sudah berikan legalitas untuk hidup kita, di Alkitab sudah tertulis sangat banyak perjanjian Tuhan atas hidup kita, tapi seringkali kita tidak menyadarinya. Seringkali orang lebih mencari uang, padahal Tuhan sudah memberikan kemampuan untuk kita memperoleh kekayaan. Yang membuat kita bisa menjadi kaya pun itu karena perjanjian Tuhan, karena Tuhan yang memberikan kemampuan untuk kita memperoleh kekayaan. Jangan fokus dengan uangnya, tapi fokus dengan perjanjiannya.

Mengklaim janji itu tidak cukup, tapi perlu respon yang benar.
Engkau akan temukan "apabila ..." , "jika ...." untuk melakukan apa yang berada di perjanjian Tuhan.

Contoh:
Ulangan 28:1
1: "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.


Banyak yang hanya mengklaim berkatnya saja, tapi tidak melakukan syarat yang ditentukan dari perjanjian tersebut.

Yohanes 15:7
7: Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.


Banyak yang meminta kepada Tuhan tapi tidak mendapatkan, ada yang tidak meminta tapi diberikan oleh Tuhan. Syaratnya yaitu engkau tinggal di dalam Yesus dan Firman Tuhan di dalammu, baru engkau bisa meminta apapun dan engkau akan menerimanya. Respon lebih penting dibandingkan janjinya.

Yosua 1:7
7: Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.


Mau beruntung? Mau berhasil? HANYA, kuatkan dan teguhkan hatimu dengan sungguh, bertindak hati-hati sesuai dengan hukum yang telah diperintahkan Tuhan, tidak menyimpang.

Nuh menanti 120 tahun janji Tuhan, dia berdiri di atas perjanjian Tuhan. Abraham menanti dan tetap berdiri di atas perjanjian Tuhan hingga ia mendapatkan Ishak anak perjanjian. Musa, Yusuf, Daud, dan banyak yang lainnya, mereka tetap memegang perjanjian Tuhan hingga akhirnya perjanjian Tuhan digenapi dalam hidup mereka.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Senin, 23 Februari 2015

KKR 6 Hamba Tuhan, 23 Febuari 2015 (Bandung)

KKR 6 HAMBA TUHAN
23 FEBUARI 2015

By: Pdt. Petrus Agung Purnomo

Bahtera ini sudah masuk tahun ke-10. Seringkali kita mengalami open heaven, surga terbuka yang luar biasa, dll, dan itu berkali-kali terjadi, tapi setiap kita memiliki arena untuk mengalahkan ego dan kedagingan kita masing-masing. Ada value utama dari keluarga Bahtera ini, yaitu perubahan. Dari satu perubahan ke perubahan berikutnya, mencoba menjadi elastis di tangan Tuhan, dan ini hal yang penting dan tidak tergantikan untuk kita. Banyak orang yang sudah terbentuk, tercetak, kaku, tidak elastis, sehingga tidak bisa menerima anggur yang baru dari Tuhan. Kita tidak bisa hidup dengan pengurapan kemarin ataupun tadi pagi, tapi pengurapan yang Tuhan beri dalam hidup kita sekarang ini. Kalau engkau tetap elastis, semua akan terus jauh lebih ajaib. Butuh kerendahan hati, kesediaan untuk mengalami perubahan yang akan suatu saat terjadi. Tuhan membentuk kita dengan cara yang unik. Dalam segala hal, tetap Tuhan pegang kendali. Biar kita tetap memiliki spirit yang elastis, mau dibentuk atau dibawa kemanapun kita bisa ikuti, sehingga hidup kita terus berada di dalam perkenanan Tuhan yang ajaib.

Mengapa kita harus terus berubah selama berada di dunia? Karena setelah kita pulang, keadaan akan berbeda.

Lukas 16:19-31
19: "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
20: Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
21: dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
22: Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23: Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24: Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25: Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
26: Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
27: Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
28: sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29: Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
30: Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
31: Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Bahkan penderitaan di neraka tidak akan mengubah orang. Orang kaya ini terbiasa untuk hidup seperti orang muda, berpesta pora, sehingga ketika dia di neraka, dia melihat Bapa Abraham memangku Lazarus. Sikapnya tidak berubah, dia menyuruh Abraham untuk Lazarus mencelupkan tangannya ke mulutnya. Jiwamu seperti apa di bumi, mau nanti ketika di surga cetakan jiwamu ya seperti itu juga, karena itu ada yang diobati ketika di surga. Di tengah-tengah penyiksaan di neraka, orang kaya ini tetap "nge-boss", karena yang dia ingat Lazarus miskin dan dia orang kaya yang bisa mengatur orang seenanya. Ada Alkitab di tangannya, kalau itu tidak bisa mengubah hidupnya, itu tidak akan bisa mengubah hidupnya, dan bahkan ada orang yang bisa menjadi makin pahit ketika berada di dalam penderitaan. Selama ada nafas dalam hidup kita, minta untuk kita diubah semakin serupa dengan Kristus. Dalam penderitaan sekalipun orang itu mengatur Abraham dan menyuruh Lazarus. Seringkali kita tidak mengerti jiwa kita, perubahan itu pun kesempatan dari Tuhan untuk kita. Kalau orang tidak berubah dan tidak bisa berubah, ujungnya tertinggal. Biar kita berubah seperti yang Tuhan inginkan, biar hati dan jiwa kita diubahkan dalam anugrah Tuhan seperti yang Tuhan mau.


By: Ev. Iin Tjipto

"Terserah Tuhan". Kalau kita menetapkan, iblis bisa menuntut apa yang kita katakan ketika apa yang kita tetapkan itu benar-benar sudah terjadi. Tapi ketika kita berkata "terserah Tuhan", iblis tidak bisa menuntut apapun lagi. Setiap penyerahan sekecil apapun sekalipun itu tidak segenap hati dan hanya sampai di mulut, itu sudah diperhitungkan Tuhan. Dengan hati kita percaya, dengan mulut kita diselamatkan. Untuk semua hal, ada perhitungannya, setiap kita itu diperhitungkan. Yang dihitung bukan hanya yang pergi pelayanan, menari, tapi reaksi setiap hari, ucapan setiap hari. Apakah kata-katamu setiap hari menyenangkan Tuhan atau menyakiti Tuhan? APakah kata-katamu setiap hari keluar cinta, atau kata-katamu keluar dari kebekuan atau kemarahan?

Semua dihitung. Engkau kena macet untuk melayani, engkau berdoa tengah malam, engkau mengasihi Tuhan seberapa, itu diperhitungkan Tuhan dan ditimbang. Jumlah timbangannya semua dibukukan di surga, dicatat semuanya. Jangan letih, jangan lelah! Bahtera sudah Tuhan bawa sejauh ini, jangan pernah berpikir apa yang telah kita lakukan, deklarasi, pendamaian, semuanya diperhitungkan Tuhan. Hari ini, Tuhan ingin kita menghitung banyak hal. Kesalahan kita juga diperhitungkan iblis. Kita tidak menurut, perkataan kita marah, hati kita kecewa, malas pelayanan, semuanya itu dihitung iblis. Kalau engkau setiap kali melakukan pentahiran, cukup dengan hati engkau percaya dan engkau berkata "Tuhan, tahirkan aku", dan dengan mulutmu itu mengaku, semua ada hitungannya. Hari-hari ini, hitung dengan baik, kesalahanmu, kelemahanmu, angkat di hadapan Tuhan, gumulkan dan teriakkan di hadapan Tuhan, engkau potong semua itu di hadapan Tuhan, dan Tuhan akan perhitungkan itu.

Diubah. Sadari kelemahan kita, berdiri di hadapan Tuhan, potong semuanya di hadapan Tuhan, katakan pada jiwamu apa yang jadi keputusanmu untuk engkau berubah dan diubahkan Tuhan. Semuanya diperhitungkan Tuhan. Tuhan mau tahirkan setiap kita. Engkau mengucap sekali dengan mengucap sepuluh kali, semua ada perhitungannya, semua dicatat dengan sangat serius setiap harinya. Semua ada hitungannya, tapi seberapa engkau percaya, seberapa engkau bertahan, seberapa engkau cinta Tuhan, dll.


By: Ev. Daniel Krestianto

Semua tergantung pengertian dan kerinduanmu, seberapa persen engkau merindukan untuk Tuhan tahirkan. Bisa hanya seperempat, bisa sebagian, bisa seluruhnya. Kerinduan dan pengertian kita itu yang diperhitungkan, seberapa engkau mengerti makna dari pentahiran. Lembaran-lembaran kain putih dari surga sudah disiapkan. Kalau engkau bisa menangkap apa itu pentahiran, maka kita itu bisa sampai seperti sesuatu yang bersih dan apapun yang kita perbuat di masa lalu itu hilang, bahkan tidak ada nodanya lagi, dan itu yang terjadi. Tapi seberapa engkau mau dan merindukan, Tuhan akan berikan. Semua berdoa, katakan pada jiwamu, dan rindukan pentahiran. Katakan pada jiwamu kalau engkau butuh pentahiran, akui semua dosa, akui semua kesalahan. Kalau engkau tidak akui, tidak bisa ditahirkan. Tapi semua yang engkau akui, hari ini Tuhan perlihatkan Kayu Salib. Iri hati, kesombongan, kurang penundukkan diri, ingin dihargai, tidak mau kalah, memakai cara dan pikiran sendiri lebih daripada Tuhan, tidak taat, dll.

Pentahiran ini adalah hadiah untuk kita juga, Tuhan akan putihkan semuanya, hati yang putih bersih. Engkau cukup berkata, "Aku mau, Tuhan". Ada yang kepahitan dengan Tuhan, iri, kehendaknya harus terjadi, iri terhadap atasan, teman, masih ada kemarahan, kejengkelan, menjamah orang-orang yang diurapi, dan semuanya ini akan habis lenyap saat ini. Detik kita buka dan tuangkan di atas kepala kita, maka pentahiran itu terjadi. Jadi ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Jangan dengar perkataan setan sehingga engkau ragu-ragu, semua sudah TUNTAS! Darah Yesus sudah menuntaskan semuanya, setiap kita sudah tahir! Tuhan ingatkan mengenai perkara baca Alkitab, karena semua sudah berlalu, dan isi dirimu dengan membaca Alkitab.


By: Ev. Nany Susanty

Semua yang baik, semua yang Tuhan anugrahkan pada Ibu Yusak, akan diimpartasikan untuk kita, misalnya kepandaian memasak, mengasihi orang-orang miskin, mengalah kepada suami (untuk istri-istri ataupun calon istri), dll.


By: Pdt. Petrus Hadi

Kadang kita melihat tindakan profetik di dalam keluarga bahtera, dan mungkin akhir-akhir ini setiap kita sedang mendengar mengenai kutuk, kehidupan masa lalu, mapping pribadi, dll. Mungkin ada orang yang bertanya, "Ada apa?" Tahun 2015 ini adalah tahun yang Tuhan mau terjadi Yobel besar, peristiwa / masa yang akan terjadi yang belum pernah terjadi sebelumya, dan itu dibutuhkan iman, respon, dan hati yang terbuka. Kita harus lebih hati-hati dengan intimidasi si jahat. Firman Tuhan berkata:

1 Petrus 5:8
8: Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Setan itu mengaum-ngaum. Singa penyusup ketika akan memasuki teritorial lawan, dia ingin mendudukinya, cara yang pasti dilakukannya adalah mengaum sebanyak mungkin. Singa yang berada di teritorialnya, harus memperhatikan karena sekalipun singa suaranya sama, mereka mengerti jumlahnya berapa, berapa yang jantan berapa yang betina, dia juga bisa menghitung seberapa keberanian singa itu untuk masuk ke teritorialnya, dll. Singa itu harus terus mengaum dan meyakinkan kalau jumlahnya lebih banyak dan tidak takut kepada singa yang mencoba masuk tersebut. Singa penyusup itu menghitung, kalau dia menghitung dia tidak bisa melawan, dia akan pergi. Hari-hari ini, auman singa itu bisa intimidasi, sesuatu yang menakutkan, entah dari televisi, ataupun teman-teman kita, tipu muslihat, tawaran cepat kaya.

Yobel besar itu akan memberikan kemerdekaan di seluruh aspek kehidupan kita, dan setan itu tidak mau, setan mencari cara agar kita tergiur kepada iblis dan tidak mendapatkan yang maksimal. Sering-sering perkatakan, deklarasi agar singa penyusup itu tidak masuk dalam hidupmu. Hati-hati dengan intimidasi, tipu daya iblis, dll. Malaikat Tuhan itu jauh lebih banyak dari iblis, karena itu engkau harus terus mengaum, berkata yang positif, jangan takut dengan intimidasi iblis.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -