Minggu, 31 Agustus 2014

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 31 Agustus 2014 (Jedidiah Tham)

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
31 AGUSTUS 2014

By: Ps. Jedidiah Tham


LET US GO UP TO THE MOUNTAIN OF GOD

Siapa saja yang dilahirkan kembali di dalam Kerajaan Tuhan, harus naik ke atas gunungnya Tuhan. Semua yang disebut orang Kristen harus naik ke atas gunungnya Tuhan.Setiap engkau minimal harus sekali ke Israel seumur hidupmu, dan salah satu tempat yang paling suci di muka bumi ini. Apa arti profetik dari gunung Tuhan? Kenapa kita perlu naik ke atas gunungnya Tuhan?

Yesaya 56:7
7: mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.


Ini bukan hanya naik ke gunung itu, tapi kerinduan Tuhan sendiri itu yang mau memawa kita ke atas gunungNya yang kudus. Itu adalah keinginan Tuhan agar kita naik ke atas gunungnya Tuhan. Kenapa Tuhan mau membawa kita ke atas gunungNya? Untuk membuat kita bersukacita di dalam rumah doaNya Tuhan. Ketika engkau naik ke atas gunung ini, Tuhan akan mengurapimu untuk pelayanan doa dan bersyafaat.

Di sana korban persembahan kita akan diterima oleh Tuhan. Mungkin kita setiap minggu atau setiap bulan memberikan persembahan, tapi apakah itu dijamin kalau akan diterima oleh Tuhan? Ketika kita naik ke gunung Tuhan itu, persembahan itu akan diterima 100% oleh Tuhan Yesus!

Ketika engkau naik ke atas gunung Tuhan, engkau akan berikan pelayanan internasional, berdampak bagi bangsa-bangsa! Engkau akan memiliki panggilan profetik sebagai rumah doa bagi segala bangsa!

Ikuti Yesus saja, walau kita tidak mengerti! Di Kitab Yosua, keimaman bangsa Israel tidak akan kemana-mana tanpa tabut perjanjian itu! Ketika engkau memiliki gagasan untuk membangun tabut itu, itulah saat pertama gereja itu dibangun secara roh. Gereja akan mengikuti tabut perjanjian itu, dan tabut perjanjian itu selalu ada di atas gunungnya Tuhan. Ketika engkau membangun taman di sini, engkau sedang mendirikan panggilan pertama untuk gereja ini. Keika engkau naik ke atas gunung Tuhan, engkau sedang memulai untuk ikut dalam pelayanan keimaman, mempersembahkan persembahan di hadapan Tuhan.

Wahyu 21:1-2
1: Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.


Ketika surga dan bumi berlalu, gunung Tuhan selalu tetap ada untuk selama-lamanya. Kenapa harus naik ke atas gunung Tuhan?

2: Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

10: Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.


Ada Yerusalem fisik di Israel, tapi ada juga Yerusalem yang kudus dan roh di dalam dunia roh. Apa gunung ini? Disebut mempelai wanitanya Tuhan. Engkau dipanggil naik ke atas gunung karena engkau dipanggil sebagai mempelai wanita Yesus Kristus. Ketika engkau naik ke atas gunungnya Tuhan, maka engkau sedang meneguhkan hubungan awalmu dengan Tuhan Yesus Kristus, karena Yesus adalah mempelai laki-lakinya. Engkau adalah mempelai wanitanya Tuhan. Engkau naik gunung itu untuk meneguhkan keimamanmu dan meneguhkan panggilan sebagai mempelai wanita dari Kristus Yesus.

Di Kitab Keluaran 3, ketika Tuhan memanggil Musa ke atas gunung, dia naik, dia melepaskan kasutnya, karena tempat itu adalah tempat yang kudus. Lalu untuk pertama kalinya dia mendengarkan suara Tuhan Allah yang hidup, dan dia memperkenalkan diriNya sebagai I AM WHO I AM. Ketika engkau naik ke gunungnya Tuhan, Tuhan akan nyatakan sesuatu yang baru dalam hidupmu, Dia akan menyingkapkan tujuan hidupmu di atas gunung itu. Di atas gunung itu Musa mendengarkan suara Tuhan, dan setiap engkau naik ke gunung Tuhan itu, Tuhan akan berbicara secara pribadi untuk engkau! Semua kehendak Tuhan akan disingkapkan di atas gunungNya!

Yohanes 4:12
12: Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"


Orang ini berkata kepada Yesus apakah Engkau lebih besar dari bapa kami Yakub? Yakub adalah nenek moyang Israel, tidak ada yang lebih besar dari Yakub selain Abraham dan Ishak. Ketika engkau naik ke atas gunung Tuhan, Tuhan akan menaikkan tingkat kebesaranmu dan kedahsyatanmu! Ketika engkau naik ke gunung Tuhan, Tuhan akan berikan warisan! Di mana ada warisan itu? Itu selalu, selalu, SELALU ada di atas gunungnya Tuhan.

Perempuan ini sedang menunjukkan dua gunung, gunung berkat dan gunung kutuk yang dulu di Kitab Ulangan dilepaskan peraturan mengenai berkat dan kutuk. Ketika engkau naik ke atas gunung Tuhan, berkat Tuhan di Ulangan 28 akan engkau alami!

Air hidup itu ditemukan di atas gunung. Sumber mata air yang hidup itu dinyatakan di tempat ini. Di seluruh gunung di dunia selalu ada mata air yang mengalir, dan mata air akan selalu ditemukan di atas gunung.

Ayat 18:
18: sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."


Perempuan ini menjawab pertanyaan Yesus dengan benar, dia dulunya memiliki hubungan dengan 5 laki-laki yang berbeda, dan laki-laki yang keenam itu juga hanya tinggal serumah dengannya. Lalu Yesus mulai menggeser topik pembicaraan dan Yesus berkata untuk menyembah Bapa di dalam roh dan kebenaran. Apa maksudnya untuk naik ke atas gunung Tuhan? Menemukan hubungan yang baru, membangun perjanjian yang baru yaitu dengan Tuhan Yesus Kristus!

Naik ke atas gunung itu berbicara tentang penyembahan. Ketika Yesus berbicara di Yohanes 4 ini, Tuhan Yesus berata untuk menyembah dalam roh dan kebenaran. Ketika engkau naik ke gunung Tuhan itu, engkau sedang membangun dirimu sebagai penyembah yang sejati di hadapan Tuhan. Apa itu worship? Ini jauh melebihi dari ekspresi musik, tarian, dll, tapi penyembahan ini selalu berhubungan dengan hubunganmu dengan Tuhan! Engkau menyembah Tuhan karena engkau memiliki satu perjanjian hubungan dengan Tuhan! Penyembahan itu adalah ekspresi cintamu kepada Tuhan Yesus!

Perempuan ini mulai mengetahui mengenai penyembahan, dan itu selalu dimulai dari hubungan. Dan di ayat 29, dia mulai bersaksi dan menginjil untuk yang pertama kali di perjanjian baru. Suatu pelayanan itu selalu dimulai dari kepenuhanmu dengan Tuhan, penuh dengan sukacita, penuh dengan Air Kehidupan, dll.

The fullness of Passion to Jesus!
Kita harus naik lebih tinggi lagi, dan penyembahan yang keluar dari cinta, dari kasihmu kepada Yesus, dan itu akan melahirkan sesuatu yang baru. Semua orang harus mencintai Tuhan dengan segenap hati, jiwa, kekuatan, dan akal budi mereka!

Deeper in love with Jesus! Deeper and deeper in love with Jesus!
Lord i want to be like Jesus in my heart.. Kami mau menjadi Yesus yang mengasihi Bapa sedemikian rupa.
Just to be close to Thee.. Just to know Your lov..... Just to live to worship You and to see Your Holy face. Draw me, draw me, draw me close to Thee. Nearer.. Nearer.. Nearer close to Thee. Just to live to worship You and to see Your Holy face. Draw me, draw me, draw me close to Thee.

Hari ini Tuhan mau memantik api gelora cintamu lagi kepada Tuhan, dan tujuan penyembahanmu itu adalah memandang wajah Yesus yang kudus. Biar hari ini Tuhan berikan gelora cinta yang baru, dan Tuhan mau pulihkan ini!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Selasa, 26 Agustus 2014

AoC Bandung, 26 Agustus 2014 (Ps. Robert Lie - AoC Palembang)

AOC BANDUNG
26 AGUSTUS 2014

By: Ps. Robert Lie


Untuk berjalan bersama Tuhan, ada hal-hal yang harus dilepaskan, salah satunya mengenai keuangan. Contohnya seperti seorang kaya yang mendatangi Tuhan Yesus, dia ingin mengikuti Tuhan, tapi Tuhan Yesus berkata ada yang kurang, yaitu menjual hartanya lalu mengikut Yesus. Namun orang ini menjadi kecewa. Tuhan tidak melarang kita memiliki uang, tapi Tuhan tidak suka kalau kita memiliki yang namanya cinta uang. Karena uang saja keluarga bisa saling membunuh. Kita ini memang membutuhkan uang, bahkan ada pepatah yang mengatakan uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang, bahkan buang air kecil pun harus bayar. Uang bisa membeli rumah tapi tidak bisa memberi kenyamanan, uang bisa membeli obat, tapi tidak bisa membeli kesehatan, dll.

Bagaimana kita bisa memberkati orang kalau kita tidak diberkati Tuhan? Kalau orang Kristen mengikuti dirimu, itu wajar, tapi bagaimana orang dunia akan mengikuti engkau kalau engkau hidupnya tidak berubah menjadi lebih baik, tidak sukses?

Lepaskan cinta uang! Karena ini adalah akar dari semua kejahatan. Jangan salahkan uangnya, tapi yang salah adalah ketika kita mencintai uang lebih dari Tuhan dan hati kita melekat kepada uang. Untuk mengalami Jehovah Jireh, engkau harus berani melepaskan yang terbaik. Abraham ketika itu merespon apa yang Abraham lakukan, dan saat itu Tuhan bahkan mengubah janjiNya menjadi sumpahNya kepada Abraham demi dirinya sendiri. Dari hanya sebuah perjanjian, diubah menjadi sumpah. Janji ini artinya kalau Abraham mati, janji itu selesai, tapi Tuhan bersumpah demi diriNya sendiri, itu artinya Tuhan akan lakukan sumpah itu. Kalau seseorang bersumpah, itu baru batal ketika orang itu mati, tapi ini Tuhan yang bersumpah, artinya janjiNya itu akan terus ada, sumpah itu kekal dan tidak akan berakhir dalam hidup kita!

Kalau engkau berani memberi yang terbaik, bahkan apa yang sudah engkau cita-citakan engkau serahkan kepada Tuhan, dan itu bahkan sangat sakit dalam hidupmu, tidak hanya dirimu yang akan mengalami Jehovah Jireh, tapi juga bahkan keturunanmu akan mengalami hal ini.

Engkau mau hidup secara supranatural, atau mau yang natural? Bagaimana engkau mau mengalami yang supranatural kalau engkau tidak pernah berkata-kata, memikirkan, dan percaya dengan hal yang supranatural? Tuhan kita bukan Tuhan yang hanya biasa-biasa! Kejar Tuhan, bukan kejar uangnya. Harusnya di rumah Tuhan tidak ada yang kekurangan, bahkan harusnya berkelimpahan secara ajaib! Dia bisa buat apa yang tidak mungkin jadi mungkin! If you believe that, you will receive! Kalau engkau kejar Tuhan sungguh-sungguh, uang itu akan mengejar engkau, tapi kalau engkau mengejar uang, uang itu akan terbang darimu dan engkau tidak dapat Tuhan, sehingga malah engkau tidak dapat dua-duanya.

Kalau engkau mau mengalami financial breakthrough, cari Tuhan, kejar Tuhan habis-habisan! Seringkali hidp kita hanya fokus kepada berkat yang Tuhan beri, tapi tidak fokus pada si Pemberi Berkat tersebut. Kalau engkau tidak pernah menabur, jangan berharap engkau akan menuai.

Ada 3 tipe orang yang memberi:
1. Batu
Batu akan mengeluarkan api ketika digesekkan dengan batu lainnya. Ini seperti pemberi yang dipaksa, dan yang diberi pun hanya ketika dipaksa.
2. Spons
Tipe Spons ini kalau tidak dipencet, tidak ditakut-takuti, tidak memberi. Tipe ini harus dikhotbahkan, ditakut-takuti, altar call dulu baru mau memberi.
3. Sarang Tawon
Sarang tawon tidak perlu diapa-apain, sekalipun disedot, tetap keluar madu, tidak ada komplain sama sekali.

Semakin engkau banyak memberi, akan semakin banyak diberkati. Tidak ada orang miskin di antara kita, dan kalau ada yang masih miskin dan kekurangan, artinya ada sesuatu yang salah dalam hidup kita, dan yang salah bukan Tuhan, tapi di orang tersebut. Jangan berpikir apa yang bisa kita dapat dari gereja, tapi apa yang kita bisa bagi gereja!

Dimensi Keuangan
- Apakah uangmu memberi nilai tambah bagi orang lain? Tidak perlu jauh-jauh, minimal orang tuamu. Kalau engkau mengurus orang tuamu, memberkati orang tuamu, lakukan yang terbaik, engkau pasti juga akan mengalami breakthrough dalam keuangan. Siapa yang menabur banyak, menuai banyak, dan sebaliknya.
- Apakah uangmu memberi value kepada next generation? Ini kapastias yang lebih besar. Kalau berbicara tentang generasi, ini mengenai jangka panjang. Nabur apa untuk next generation? Bisa mengenai beasiswa, bisa mengenai menabur untuk rumah Tuhan. Banyak juga yang hanya memperhatikan rumah sendiri dan sibuk masing-masing, tapi orang yang memperhatikan rumah Tuhan, Tuhan sendiri yang pasti akan memberkati hidupmu. Tuhan adalah Tuhan dari generasi ke generasi, Dia sangat konsen untuk mempersiapkan generasi demi generasi. Kalau engkau punya hati seperti ini, sama seperti Yesus, uangmu juga akan terus bermultiplikasi.
- Apakah ketika engkau punya uang, engkau menjadi lebih dekat dengan Tuhan atau tidak? Kalau engkau malah menjauh dari Tuhan ketika punya uang, ya Tuhan akan ambil uangmu, itu demi kebaikanmu agar engkau tetap mencari Tuhan dan bergantung kepada Tuhan, bukan melekat kepada uang. Tuhan lebih sayang dirimu daripada apapun, sehingga kalau ada apapun yang membuatmu jauh, itu akan diambil dan dijauhkan Tuhan dari hidupmu.
- Apakah engkau jujur dalam mengelola uang? Kalau engkau tidak setia dengan perkara kecil, engkau tidak akan bisa dipercayakan hal yang lebih besar. Kalau semua anak Tuhan jujur dalam mengelola keuangan dan perpuluhan, tidak mungkin ada gereja yang kekurangan ataupun minus. Kalau engkau tidak jujur mengelola uang, itulah waktunya keuanganmu semuanya stop.

Yohanes 10:10
10: Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.


Kelimpahan artinya luber, tumpah, artinya engkau menikmati sampai cukup dan bahkan masih bisa memberkati orang lain. Kalau hidupmu hanya untuk dirimu sendiri dan tidak bisa memberkati orang lain, itu artinya engkau belum berkelimpahan. Orang yang berkelimpahan itu ketika dia menerima berkat Tuhan dan bisa memberkati orang lain dengan berkat itu. Seperti di cerita Elia dan janda sarfat, sebenarnya yang beruntung itu siapa? Mungkin ada yang berkata Elia, tapi juga ada yang berkata Elia jahat, tapi sebenarnya Tuhan mau memberkati janda sarfat ini dengan berkat nabi, sehingga Tuhan beri kesempatan untuk janda ini memberkati Elia.

Ketika engkau berani melepaskan berkat yang Tuhan percayakan kepadamu, saat itu juga Tuhan akan makin memberkatimu, uangmu tidak akan berkekurangan. Alkitab mengatakan kita akan terus naik dan tidak turun, akan jadi kepala dan bukan ekor, akan menjadi berkat dan memberkati banyak orang. Kalau engkau melekat dengan Tuhan, Tuhan yang akan memberi proteksi dalam hidupmu, dan Tuhan akan bawa engkau ke atas gunung kemuliaan, asalkan engkau tetap melekat kepada Tuhan. Semakin banyak engkau memberi, semakin Tuhan akan memberkati hidupmu! Hidupmu tidak bergantung dari apa yang orang lain katakan, tapi apa yang Tuhan katakan dalam hidupmu. Jangan bohongi Tuhan lagi, jujurlah dalam mengelola keuangan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hukum Tabur Tuai

Dalam Kerajaan Allah, ada hukum yang tidak bisa dipungkiri, tidak bisa disangkali.

Kejadian 8:22
22: Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."


Hukum yang pertama yang ada dalam Kerajaan Allah, yaitu (1) ada hukum tabur tuai.

2 Korintus 9:6
6: Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.


Ini hukum lainnya, kalau engkau mau menuai banyak, artinya engkau harus menabur banyak. Engkau (2) menabur banyak, menuai banyak, menabur sedikit, menuai sedikit.

Galatia 6:7
7: Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.


(3) Apa yang engkau tabur, itu yang engkau tuai.

Amsal 11:24
24: Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.


(4) Ada yang sering nabur, tapi malah diberkati Tuhan.

Kejadian 26:12
12: Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.


Terkadang malah menabur ketika masa kesulitan, Tuhan kembalikan hingga berkali-kali lipat.

Hukum Tuhan berbeda dengan hukum dunia. Dalam ilmu dunia, hemat pangkal kaya, tapi di Amsal tadi berbeda, menyebar harta malah bertambah kaya. Tapi bukan berarti engkau menabur sembarangan, semua harus tepat.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hukum roti dan benih.

2 Korintus 9:10
10: Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Yesaya 55:10
10: Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,


Ada 2 pengertian, ternyata semua uang yang Tuhan beri dalam hidup kita, ada roti, ada benih. Yang roti, artinya kita boleh makan. Yang benih, itu yang harus ditabur, tidak bisa dimakan. Kalau engkau menabur roti, ya busuk, engkau tidak bisa menuainya. Tuhan itu Tuhan yang baik, Dia senang kalau engkau diberkati, dan ada waktunya memang engkau harus menikmati berkat Tuhan. Roti untuk kita nikmati, benih itu untuk ditabur, agar Tuhan bisa melipatgandakannya untuk bulan-bulan berikutnya. Benih itu efektif untuk dilipatgandakan, untuk ditabur.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hukum Investasi

Dalam Kerajaan Allah, berlaku hukum investasi, seperti di Matius 25:14-30. Hanya Tuhan Yesus yang diberikan secara gratis, barangsiapa yang percaya akan beroleh hidup yang kekal. Tapi untuk tinggal tetap di situ, ada sistem Kerajaan yang harus dimengerti, yaitu sistem investasi. Kalau hukum Kerajaan Surga hanya pinjam, artinya ketika dipercayakan satu, ya dikembalikan satu, tapi di ayat tersebut berlaku hukum investasi. Cara memberimu pun diperhitungkan Tuhan dalam bagaimana Dia akan mempercayakan banyak hal dalam hidupmu. Tuhan bisa buat dari yang tidak ada jadi ada, dan juga dari yang ada menjadi tidak ada apa-apa, jadi hati-hati. Waktu kita tidak sampai 5 menit lagi, kumpulkan harta di surga!

Investasi ini sebenarnya tes dari Tuhan. Kalau engkau melihat di ayat tadi, setelah orang itu dipercayakan dan bisa mengelola berkat yang dipercayakan, orang itu dipercayakan hal yang lebih besar lagi. Apakah engkau bisa dipercaya Tuhan untuk berkat yang lebih besar lagi? Kalau engkau bisa dipercaya dalam berkat Tuhan, engkau artinya akan menjadi ahli waris, dan engkau akan menerima segalanya. Tuhan bisa mendatangkan uang dengan cara yang supranatural, seperti ketika Tuhan menyuruh Petrus untuk memancing ikan dan di dalam mulutnya ada uangnya. Ujungnya ketika engkau bisa dipercaya, engkau akan menjadi ahli warisnya Tuhan!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hukum Kapasitas
Kapasitas sangat penting untuk dipersiapkan sebelum engkau akan menerima berkat yang dari Tuhan.

Lukas 6:38
38: Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."


Kapasitas untuk tidak menjadi sombong ketika diberkati Tuhan. Ketinggian sebuah gedung, tergantung dari seberapa dalam fondasi yang dibangun. Tuhan ingin semua kita diberkati! Kaya itu sudah jadi takdir kita, tapi kalau engkau masih berdoa untuk menjadi kaya, itu goblok, karena Tuhan rela jadi miskin agar engkau jadi kaya, dan olehmu semua bangsa akan diberkati Tuhan! Kalau engkau belum kaya, ya perbaiki dirimu, persiapkan kapasitasmu sehingga ketika engkau diberkati, engkau tidak menjadi sombong. Kapasitasmu harus diperbaiki!

Kapasitas tidak melupakan Tuhan saat sudah diberkati. Banyak yang belum kaya, belum diberkati, masih mencari Tuhan. Tapi ketika diberkati, malah berkata tidak bisa ke gereja, sibuk, banyak meeting, dll. Hati-hati. Miliki kapasitas yang mengerti siapa yang memberkatimu! Kalau engkau sadar untuk menempatkan Yesus di depanmu, itu yang akan membuat dirimu berarti.

Kapasitas untuk tidak menjadi tamak ketika diberkati. Ada yang tamak ketika melihat orang diberkati, mau semuanya. Jangan engkau melihat banyak hamba Tuhan, dan engkau mau semuanya. Engkau itu luar biasa, tidak ada yang sama, dan setiap kita miliki kapasitas kita masing-masing. Setiap kita itu penting, semua punya fungsinya masing-masing. Dalam Kerajaan Allah, semuanya penting dan semuanya berguna. Jangan tamak! Kalau karuniamu banyak tapi tidak didukung karakter, engkau akan habis! Karunia hanya bisa membuatmu naik ke puncak, tapi karakter yang akan membuatmu bisa bertahan dan naik ke puncak yang lainnya. Jangan saling iri, jangan saling dengki, karena setiap orang sudah ada bagiannya masing-masing. Kita tidak bisa berjalan sendiri, kita membutuhkan orang lain.

Kapasitas untuk tidak menjadi kikir. Semakin engkau mau berbagi, menjadi saluran berkat, semakin Tuhan juga akan senang. Elia mewariskan dua kali lipat kepada Elisa, dan seharusnya kalau Gehazi hidupnya benar, dia akan mendapatkan dua kali dari Elisa, dan artinya empat kali dari Elia. Jangan punya hati pelit, tapi berbagilah.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 25 Agustus 2014 (Ps. Robert - AoC Palembang)

AOC BANDUNG
25 AGUSTUS 2014

By: Ps. Robert Lie

Tanggal 1 setiap awal bulan itu penting, karena ada streaming dan ada arahan untuk bulan itu, dan itu tindakan profetik kita mempersembahkan satu bulan itu ke hadapan Tuhan.

Kalau Tuhan berbicara mengenai Jehovah Jireh, engkau harusnya tahu kalau Tuhan akan memberkatimu, namun sikap hatimu kalau "uang lagi, uang lagi", engkau tidak akan mengalaminya! Bagaimana kita bisa berkata OUR GOD IS A REAL GOD tapi hidup kita tidak menjadi teladan bagi orang lain?

Tuhan tidak menghendaki kita hidup kekurangan, melarat, ataupun pas-pasan!

Yohanes 10:10
10: Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.


Tuhan tidak pernah janji hidup kita pas-pasan, maksudnya habis bulan habis gaji. Tuhan datang membawa hidup dan kelimpahan! Selain itu Tuhan rela jadi miskin agar kita menjadi kaya!

Seperti janji Tuhan kepada Abraham di Kejadian 12:3

Kejadian 12:3
3: Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."


Karena itu, Tuhan tidak menghendaki kita hidup biasa-biasa!

Apakah engkau alami Tuhan Jehovah Jireh? Terkadang kita terlalu mudah ngomong ini, tapi apakah engkau mengalami Jehovah Jireh dalam hidupmu? Seringkali kita maunya melihat hal yang besar-besar mengenai Jehovah Jireh, tapi seringkali kita tidak melihat berkat-berkat yang Tuhan sediakan selama ini, makanan, minuman, bahkan bisa pergi ke Semarang, bisa buat jubah, bisa ikut Retreat, bisa ke Israel, dll. Seringkali manusia terbuai dan terlalu berharap yang sangat besar, mobil mewah, rumah mewah, dll, padahal Tuhan Jehovah Jireh sudah menyediakan semuanya dalam hidupmu.

Panggilan setiap kita adalah untuk jadi berkat dan memberkati!

Zakharia 8:23
23: Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!"


Ini tidak hanya mengenai yang supranatural, tapi juga bisa karena engkau tergolong orang yang sukses dari apa yang engkau kerjakan! Ini tidak hanya mengenai yang rohani, karena orang dunia tidak tertarik hal yang rohani, tapi orang dunia akan tertarik ketika seseorang yang berkekurangan hidupnya diubah menjadi sukses! Destiny kita itu besar! Tuhan bukan hanya mencukupi keperluanmu, tapi bahkan menyediakan hal yang tidak engkau pikirkan, dll.

Tapi apa yang menjadi penghambat untuk orang mengalami ini? Karena ada yang tidak berani melakukan apa yang telah dinazarkannya kepada Tuhan.

Bilangan 30:2
2: Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.


Persis, tepat seperti apa yang orang itu katakan.

Banyak orang yang tidak mengerti mengenai nazar, dan kalau belum mengerti, bagaimana orang bisa melakukan nazar dengan tepat?

Perbedaan Janji, sumpah, dan nazar.
Janji: melibatkan 2 pihak, sebuah perkataan yang diucapkan kepada orang lain, dan dikuatkan dengan sebuah materai, atau sebuah cap legalitas, contohnya ketika membuka usaha dengan seseorang.
Sumpah: biasa dilakukan ketika diangkat menjadi pejabat, misalnya sumpah jabatan, dan sumpah ini kepada banyak orang (rakyat) atau pada orang yang memberikan kepercayaan kepadanya, dan ini tergantung kepercayaannya masing-masing, berdasarkan kitab sucinya masing-masing.
Nazar: sumpah kepada Tuhan, yang diikat dalam nama Tuhan Yesus. Ini melibatkan pihak Tuhan, karena ini pribadi kita yang bersumpah dengan Tuhan.

Nazar itu mendorong permintaan kita hingga kita mengalami terobosan, yang bisa menjebol apa yang mungkin sudah engau doakan dan bahkan engkau puasa namun belum jebol / belum jadi.

Ada harga dari sebuah nazar, dan kita akan belajar dari dua tokoh di Alkitab.
1. Yefta
Hakim-Hakim 11:29-31
29: Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.
30: Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
31: maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."


Ketika Yefta berperang melawan bani Amon, dia mulai bernazar kepada Tuhan, dan masing-masing ada tanggungjawab untuk melakukan kewajibannya. Dari pihak Yefta dia akan memberikan apa yang keluar dari rumahnya kepada Tuhan, dan kewajiban dari pihak Tuhan adalah memberikan kemenangan kepada pihak Yefta. Kalau misalnya Yefta tidak menang perang, dia tidak perlu memberikan apa yang keluar pertama kali dari rumahnya kepada Tuhan, tapi kalau dia menang, dia harus lakukan apa yang menjadi nazarnya itu.

Secara hukum, nazar Yefta ini sebenarnya cacat hukum. Apapun yang keluar dari rumahnya, dia akan persembahkan jadi korban bakaran. Ini sebenarnya tidak jelas.

Ayat 34-36:
34: Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
35: Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
36: Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."


Dia tidak ada ekspektasi kalau anaknya yang akan keluar, dan inilah yang cacat.

Ayat 37-38:
37: Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
38: Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.


Ketika Yefta mengalami kemenangan, dia sangat sedih karena melihat anaknya yang keluar pertama kali. Anaknya mengerti mengenai nazar ini, sehingga dia meminta waktu untuk bisa menangisi kegadisannya. Tapi sebenarnya anak ini tidak mati, karena dia menangisi kegadisannya, bukan menangisi kematiannya itu. Dalam terjemahan bahasa lain, dikatakan kalau anaknya ini berkata kalau dia tidak akan menikah. Tuhan ketika meminta seseorang membayar nazar saat itu, tidak akan melanggar hukum taurat, karena orang tua tidak boleh mempersembahkan anaknya sebagai korban bakaran, contohnya seperti Ishak yang akan dipersembahkan Abraham.

Zaman dulu ketika dikatakan anak yang dipersembahkan kepada Tuhan, ini artinya seperti Samuel, anaknya akan tinggal dan hidup di Bait Allah. Yefta sedih karena anaknya tidak akan menikah dan dia tidak akan memiliki keturunan lagi. Tuhan tidak jahat, tapi sebenarnya yang salah itu Yefta karena dia tidak jelas dalam bernazar, karena dia tidak memiliki ekspektasi kalau anaknya yang akan keluar, sehingga dia harus menerima konsekuensi dari yang dia katakan.


2. Hana
1 Samuel 1:11
11: Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan
mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."


Ada perbedaan antara nazar Yefta dan Hana, dan kalau Hana mengucapkan nazarnya secara terperinci. Dia meminta hal yang spesifik, dia mengerti mengenai nazar yang benar, dan dia juga tahu kalau bernazar itu dia harus berkata yang benar dan terperinci. Misalnya ketika engkau bernazar akan memberikan mobil untuk Tuhan kalau Tuhan tolong, itu masih tidak jelas, karena tidak jelas mobil apa, merk apa, jenis apa. 5 tahun setelah Yefta menang atas bani Amon, dia meninggal, itu juga karena hidupnya tidak tentram, karena sering memikirkan mengenai anaknya dan kesalahannya dalam bernazar kepada Tuhan. Tidak seperti Hana, dia bernazar akan memberikan anaknya kepada Tuhan seumur hidupnya, dan ini dia katakan secara spesifik.

Banyak orang yang ngawur berbicaranya kepada Tuhan. Dan selain itu juga banyak yang tidak mengalami Jehovah Jireh karena menunda-nunda nazarnya. Salomo pun bahkan mengatakan (dalam kitab Pengkhotbah) kalau yang menunda-nunda untuk melakukan nazarnya itu disamakan seperti orang bodoh. Tuhan itu seringkali ingin menguji kita, apakah kita mengelola berkat Tuhan dan keuangan itu dengan benar atau tidak. Nazar itu mengikat kita dengan Tuhan untuk Dia melakukan hal yang dahsyat.

Ketika Tuhan melakukan apa yang dinazarkan Hana, Hana tidak kaget. Jehovah Jireh tidak hanya tentang uang, tapi juga semua aspek dalam hidupmu. Ada harga yang mahal kalau engkau mau mengalami keajaiban-keajaiban yang Tuhan beri. Jangan sampai engkau salah berkata-kata kepada Tuhan! Jangan pernah minta fasilitas atau privilege apapun! Ketika engkau melakukan bagianmu, Tuhan juga pasti akan melakukan yang jadi bagianNya atas hidupmu. Kalau engkau sampai tidak mengalami Jehovah Jireh, artinya ada sesuatu yang salah dalam hidupmu! Coba cek hidupmu, apakah engkau benar melakukan apa yang engkau nazarkan kepada Tuhan? Kalau engkau tidak mau bayar harga, engkau tidak akan bisa mengalami keajaiban Tuhan!

Tuhan tidak pernah membatalkan janjiNya kepada Tuhan, tapi yang bisa membuat itu tidak terjadi karena apa yang engkau lakukan dan apa yang jadi keputusanmu. Banyak orang yang sudah diberkati Tuhan tapi tidak bisa mengelolanya, sehingga engkau tidak bisa dipercayakan hal yang lebih besar lagi. Banyak yang tidak mengalami Jehovah Jireh karena tidak jujur mengenai keuangannya.

Semua uang yang diberikan Tuhan kepadamu, ada benih untuk ditabur dan ada roti untuk dinikmati. Hanya benih yang ditabur / ditanam, bukan roti untuk dilipatgandakan. Ada kalanya kita menikmati roti yang Tuhan beri, tapi juga kalau engkau menikmati benih, itu juga salah! Memberkati tidak hanya dengan doamu, tapi dengan keuangan yang ada padamu. Kita ditakdirkan Tuhan untuk memberkati, dan bagaimana engkau bisa memberkati kalau engkau hanya pas-pasan? Memang awalnya harus dimulai melalui pas-pasan, tapi kalau engkau lakukan semuanya dengan setia, engkau pun akan diberkati Tuhan secara ajaib!

Ketika Hana bernazar dengan ketulusan hati dan Tuhan genapi nazarnya, respon Hana itu yang akan menentukan apakah dia akan dibawa ke next level atau tidak, sama seperti kita, kalau respon kita salah, kita akan stuck di titik tersebut! Ketika Samuel lahir, Hana tidak kaget. Ketika Tuhan menggenapi nazarmu, apa yang engkau lakukan?

Hana saat itu kisahnya seperti Abraham yang hampir mengalami kegagalan dalam rencana Tuhan, tapi ujungnya dia tetap mau mempersembahkan Ishak, dan di situlah tes yang sebenarnya. Tuhan tidak mati kalau engkau tidak menggenapi nazarmu, tapi engkau yang akan "mati" ketika tidak menggenapi nazarmu, dan yang rugi adalah engkau sendiri kalau engkau tidak melakukan nazarmu.

Tuhan tidak pernah minta dari apa yang kita tidak punya! Ketika Tuhan minta Ishak, Tuhan sudah siapkan pengganti Ishak. Kalau Tuhan minta sesuatu dari hidup kita, itu sebenarnya ada dalam hidup kita, tidak pernah tidak ada dari hidup kita! Mungkin kita bisa lupa, tapi sebenarnya semuanya ada dalam hidup kita!

Ketika kita menggenapi nazar kita, yang untung itu kita, kenapa?

1 Samuel 2:20-21
20: Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya.
21:Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.


Ketika Hana mandul, dan ketika nazarnya digenapi dan Hana memberikan Samuel sebagai nazarnya, kemudian dia diberkati 5 anak. Kenapa 5? Artinya abundant grace, karena ini adalah anugrah. Kalau engkau bisa menggenapi nazarmu, engkau akan hidup dalam abundant grace, anugrah demi anugrah dalam hidupmu. Dia beri yang terbaik, dan Tuhan lipatgandakan apa yang telah dia berikan kepada Tuhan, dia diberkati dengan anugrah yang melimpah dari Tuhan!

Tuhan tidak pernah berhutang!

Selain itu, nama Hana dicatat di dalam Alkitab sebagai contoh yang baik. Apa bedanya dengan Yefta? Ketika dia mengalmai kemenangan, dia merespon dengan sikap hati yang tidak baik, dan bahkan akhir hidupnya juga kurang baik, tidak seperti Hana, dia menggenapkan nazarnya dengan bahagia, sehingga dia mengalami anugrah demi anugrah dari Tuhan.

Hana dan Yefta sama-sama bernazar, sama-sama nazarnya digenapi oleh Tuhan, tapi yang membedakannya adalah responnya. Masalahnya Yefta kecewa, sehingga dia tidak mendapatkan pengganti untuk anaknya itu. Bahkan yang lebih berpotensi untuk memiliki anak itu Yefta dan istrinya, karena Hana mandul, tapi justru Yefta tidak memiliki anak hingga dia mati karena dia kecewa. Ini yang seringkali terjadi pada orang Kristen, sering membuat aturan sendiri, dan dia sendiri yang melanggar, dan ketika tidak digenapi, malah marah.

Sebuah kehormatan kalau engkau bisa melayani Tuhan! Sebuah kehormatan kalau engkau bisa melayani Tuhan sepenuh waktu! Apa yang dipandang rendah oleh manusia, selama engkau sungguh-sungguh dengan Tuhan, engkau akan bisa diangkat oleh Tuhan sendiri selama engkau tidak sombong dan melakukan setiap nazar yang digenapi Tuhan.

Jehovah Jireh tidak dibatasi dengan hal-hal keuangan, tapi juga semua aspek hidupmu. Kalau engkau punya sikap hati seperti Hana, ketika engkau tidak punya dan Tuhan berkati jadi punya, dan engkau kembalikan kepada Tuhan, engkau akan hidup dalam abundant grace dari Tuhan!


By: Ev. Daniel Krestianto
Tuhan lihat hatimu, tidak ada satupun yang terlewat! Tuhan lihat hatimu! Mungkin engkau berkata "kok aku tidak dijamah, tidak dipegang?" Tuhan lihat hatimu, tidak ada satupun yang terlewat, semua dapat bagiannya masing-masing.

Mulai benahi tentang perpuluhan! Ini mengenai Jehovah Jireh! Banyak yang terhambat karena salah dalam perpuluhan! Ada yang salah perpuluhan karena melepaskan perpuluhannya kepada orang yang tidak tepat, dan bahkan ada yang setelah salah perpuluhan ini, orang itu bisnisnya hancur, semua yang dimiliki bahkan hilang. Semua ada aturannya, tapi kesalahannya karena dia menentukan sendiri perpuluhannya kemana, dan itu diperhitungkan sebagai tidak bisa dipercaya dan tidak memiliki karakter. Uang perpuluhan itu ada aturannyanya! Yang penting, jangan terikat dengan keuangan!

Kalau engkau melihat wanita, engkau tertarik, dan hatimu tergila-gila, maaf kata itu artinya engkau sama seperti binatang. Hati-hati! Engkau tawanan Roh Kudus, engkau manusia dan bukan binatang! Destinymu bisa gagal kalau engkau salah memilih jodoh, hati-hati! Engkau ciptaan yang terindah dan termulia, setiap pribadi punya destiny yang luar biasa, jangan rendahkan dan hancurkan dirimu seperti binatang!


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 24 Agustus 2014

IFGF PALEMBANG
24 AGUSTUS 2014

By: Ps. Pendy Sofian

Persembahanmu tidak dilihat dari nominalnya di hadapan Tuhan. Tuhan tidak pernah meminta apa yang engkau punya, tapi sekalipun Tuhan minta, itu karena TUhan mau memberkatimu!

Filipi 4:12-13
12: Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
13: Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Orang-orang Filipi memberikan persembahan kepada Paulus dkk. Orang Filipi ini adalah orang buangan, bukan berasal dari keluarga yang kaya raya. Tapi Filipi ini dicatat oleh Paulus, Paulus tahu kalau mereka tidak memberi dalam kelimpahan.

Filipi 4:17
17: Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.

Seringkali kita suka menunggu diberkati baru kita diberkati. Masalahnya, itu seringkali tidak akan terjadi dalam hidupmu, kalau engkau tidak mulai dari hal-hal kecil. Kalau engkau tidak memberi, bagaimana engkau bisa akan menerima? Kalau engkau tidak menabur, bagaimana engkau akan menuai?

Filipi 4:19
19: Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Ayat ini adalah doanya Paulus untuk orang Filipi, dan ini juga yang menjadi janji Tuhan atas hidup kita, Tuhan itu Jehovah Jireh! Paulus berdoa supaya Tuhan mencukupi semua keperluannya. Kalau engkau mengajukan keperluanmu kepada Tuhan, seringkali engkau menyodorkan "keperluan" (keinginan) pribadimu sendiri. Seringkali yang membuat kita tidak dipercayakan yang besar, kita selalu dan selalu memikirkan keperluan kita sendiri, bukan keperluan orang lain. Kalau dalam kehidupanmu, engkau ingin memberkati orang ini, memberi itu, mau ngajak makan, dll, dan ketika engkau ada keinginan untuk memberkati orang lain, saat itulah ayat ini juga bekerja, Tuhan akan mencukupkan semua keperluanmu. Kalau engkau hanya minta untuk pribadimu sendiri, ya Tuhan juga akan menyediakan untuk dirimu sendiri.

Buka dirimu agar engkau menjadi saluran berkat untuk orang lain! Ketika engkau mau menjadi saluran untuk berkat Tuhan, Tuhan yang akan mencukupkan keperluanmu untuk memberkati orang itu juga!

Jehovah Jireh hanya bisa terjadi kalau engkau punya sikap memberi. Engkau tidak akan mengalami ini kalau engkau hanya memiliki mentalitas minta, minta, dan minta. Jehovah Jireh terjadi dalam hidup Abraham ketika Abraham akan mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan. Kalau engkau membaca setiap kesaksian dan kisah di Alkitab, engkau akan menemukan Jehovah Jireh terjadi dalam orang yang memiliki mentalitas memberi. Ketika engkau punya mentalitas ini, engkau pasti akan mengalami Jehovah Jireh! Kalau engkau hany do nothing dan engkau hanya minta, engkau tidak akan mengalami ini!

Banyak yang hanya ingin menjadi orang yang paling diberkati, memiliki ini itu, tapi tidak mau memberi yang terbesar. Mentalitas untuk memberi, bukan mentalitas untuk minta! Kalau selama ini engkau hanya berdoa, deklarasi Jehovah Jireh, minta ini itu, maka engkau tidak akan pernah melihat Jehovah Jireh yang begitu ajaib dalam hidupmu! Engkau tidak akan pernah bisa merasakan Tuhans sebagai Allah Penyedia. Mentalitas kita harus diubah untuk kita bisa mengalami Jehovah Jireh!

Ada iman yang biasa, ada iman yang diperjuangkan.
Orang yang berjuang dalam imannya itulah yang akan mendapatkan janji Tuhan. Seperti wanita yang pendarahan 12 tahun, untuk dia berjuang menjamah ujung jubah Yesus, itu bukan hal yang mudah. Dia yang pendarahan ini najis, dan untuk dia menerobos kerumunan orang, dia harus berjuang. Tapi banyak yang mentalitasnya do nothing, tidak melakukan sesuatu, hanya berpikir kan Tuhan tahu semuanya, tapi tidak melakukan apapun, itu yang salah. Orang buta yang ada di kota Yerikho, ketika mendengar mengenai keramaian dan Tuhan Yesus sedang lewat, dia langsung berteriak, Yesus Anak Daud, kasihani aku. Dia tidak hanya menunggu Tuhan di tempat dia duduk, tapi dia berteriak, dia tidak peduli yang lainnya. Ketika orang menyuruhnya diam, dia malah berteriak lebih keras lagi dan akhirnya dia dipanggil oleh Tuhan Yesus dan disembuhkan.

You do nothing, you get nothing. Iman adalah segala sesuatu dari yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Imanmu saja tidak cukup untuk meraih janji Tuhan, tapi engkau harus berjalan dalam dasar iman yang teguh. Wanita pendarahan itu memiliki iman untuk kesembuhannya, asal dia jamah ujung jubah Yesus, dan ini seperti membuka jalan untuk kesembuhannya, tapi saat itu dia tidak hanya diam dan menunggu Tuhan yang datang kepada dirinya, tapi dia yang bertindak dan berjuang untuk meraih ujung jubahnya Tuhan Yesus.

Bulan ini, The Lord is My Provider. Kalau engkau tidak mengalami apapun, engkau cek dirimu, apakah engkau hanya memiliki mentalitas meminta dan meminta, atau memiliki mentalitas memberi?

Kalau engkau ingin melihat berkat yang melimpah, perbesar kapasitasmu, buat saluran dalam kehidupanmu. Kalau engkau tidak punya saluran, ya yang engkau bisa tampung hanya segitu saja, tapi kalau engkau membuat saluran, engkau akan melihat hal yang besar, melihat kapasitas yang lebih besar yang bisa engkau tampung.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Senin, 18 Agustus 2014

AoC Bandung, 18 Agustus 2014

AOC BANDUNG
18 AGUSTUS 2014

By: Chris Muntu

Matius 18:21-35
21: Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
22: Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 
23: Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 
24: Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 
25: Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 
26: Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 
27: Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 
28: Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 
29: Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 
30: Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 
31: Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 
32: Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 
33: Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34: Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
 
35: Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Orang itu berhutang dengan satuan talenta kepada tuannya, dan orang lain berhutang kepada orang ini dalam satuan dinar. Petrus sempat mengajukan angka 7 kali untuk mengampuni, dan ini ada kaitan dengan kesempurnaan untuk mengampuni. Misalnya ada orang yang sama melakukan kesalahan terus-menerus kepada kita, apa yang kita lakukan? Kalau sekali dua kali salah, mungkin kita masih bisa mengampuni, tapi mungkin kalau sudah berkali-kali hingga ketujuh kali, mungkin responmu akan berbeda, mungkin tidak bisa dengan mudah mengampuni seperti pada saat pertama kali orang itu berbuat salah. Kalau ada yang terjadi seperti ini, sampai berapa kali engkau mampu mengampuni??

Ketika Petrus baru mengatakan pengampunan 7 kali, tapi Yesus kemudian merespon "Bukan!", dan bahkan Yesus melanjutkannya kembali hingga 70 kali 7. Keselamatan itu memang adalah anugrah, tapi tidak gratisan, selalu ada perhitungannya!

Di ayat di atas, hamba itu berhutang 10000 talenta kepada tuannya itu. 1 talenta = 34 kg, kalau dengan harga emas sekarang, kira-kira 1 talenta itu 17 miliar rupiah, dan kalau 10000 talenta itu artinya 170 trilyun. Bahkan kesalahannya ini harus ditanggung dengan seluruh keluarganya, karena mereka akan dijual hanya karena kesalahan seorang hamba ini. Yesus harus melalui Via Dolorosa untuk melunasi semua hutang kita, dan Dia harus menanggung 10 penderitaan untuk melunasi "10000 talenta", dan ini sangat mahal! Yesus mempertegas melalui karya salibNya untuk menebus semuanya itu. Dalam kisah tadi, semua keluarganya dirampas, itupun belum tentu senilai dengan hutang 170 trilyun yang dimilikinya.

Matius 26:37
37:
Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,

Penjelasan secara sains ini dikatakan kalau pembuluh darah lembutnya Yesus pecah, dan ini hanya bisa terjadi kalau seseorang mengalami stress yang sangattt besar, dan kalau manusia mengalami hal ini, kemungkinannya hanya 2, mati atau stroke. Yesus menanggung stress yang sangat hebat. Mungkin ada yang bertanya, mengapa bisa seperti itu? Karena Yesus harus menanggung dosa semua umat manusia. Misalkan hidup kita benar, langkah hidup kita pun akan ringan, dan ada damai, ada mata air sukacita, dan kasih yang membara. Ketika dia melakukan 1 pelanggaran, tiga hal tersebut akan dicabut dan digantikan dengan kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan. 1 pelanggaran saja dipastikan beban akan muncul, dan semakin banyak pelanggaran, semakin besar tekanannya dan bebannya, hidupnya menjadi tertuduh. Itu baru menanggung dosa sendiri, apalagi harus menanggung dosa seluruh manusia, sekian milyar manusia! Ini tidak mudah, tapi karena kehendak Tuhan harus jadi, Dia harus menanggung dosa semua manusia, berjuang menahan penderitaan karena kesalahan semua manusia, tapi Dia terus maju!

Matius 26:66-67
66: Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
67: Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,


Kalau orang memukul dengan target mati, itu pukulannya dengan kekuatan yang biasa saja atau sekuat tenaga? Yesus saat itu dikeroyok massa, setelah mengalami penderitaan yang bukan main, bahkan DIa harus dikeroyok massa!

Matius 27:26
26: Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Disesah itu untuk budak yang paling tidak disukai, dan cara disesah itu seluruh pakaian dilepas, pakaian direntang kaki, bungkuk badan dan rentangkan tangan. Algojo berdiri di sebelah kiri kanan, dan di ujung cambuk itu digunakan tulang/besi lancip. Algojo saat itu sangat profesional, dan minimal 5-7 kaitan menancap di daging, dan ditariknya juga dengan kaget, dan algojo tersebut akan mencari bagian daging mana yang belum ada lukanya. Dan ketika ditemukan kain pembungkus tubuh Yesus, sebenarnya ditemukan bagian yang seperti piano, dan itu adalah tulang rusuk Yesus, dan bahkan sebenarnya organ dalam Yesus tampak. Ketika Yesus menggotong salib, debu demi debu masuk dalam tubuhNya, dan itu sakit! Dan semua ini dilakukan Tuhan Yesus untuk melunasi 10000 talenta, dan ini sangat mahal dan tak mungkin dibayar, tapi Yesus melunasinya melalui Via Dolorosa.

Kembali ke kisah di Matius 18 tadi, 1 dinar itu upah 1 hari, dan 100 dinar itu kurang lebih income 3 bulan. Anggap saja income sebulan 100 juta, dan 3 bulan itu baru 300 juta, dan itu pun tidak sebanding sama sekali dengan 10000 talenta. Seperti ini juga kalau engkau tidak mengampuni orang lain, seperti yang telah dijelaskan di Matius 18 tersebut.

Apakah pengampunan berhubungan dengan kesembuhan?

Matius 8:3
3: Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Tahir itu bermakna pulih, sembuhnya tubuh jiwa dan roh.

Matius 9:1-7
1: Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
2: Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
3: Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
4: Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
5: Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
6: Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
7: Dan orang itupun bangun lalu pulang.
8: Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Pengampunan itu memulihkan!

Kita diselamatkan Tuhan karena anugrah, dan ketika ada orang yang bersalah itu hanya diumpamakan 100 dinar, dan itu tidak setara dengan 10000 talenta. Kalau engkau hidup dalam kepahitan dan kemarahan, hati-hati, karena itu bisa membawa penyakit demi penyakit, dan karena itu juga engkau bisa kehilangan kemampuan untuk mendapatkan pengurapan Tuhan turun atas hidupmu.

Dengan caramu menghakimi, dengan cara itu juga Tuhan akan menghakimi engkau. Sudahkah engkau membereskan dirimu?

Matius 18:35
35: Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."


By: Ev. Daniel Krestianto

Banyak yang menganggap sepele pengorbanan Tuhan, menganggap sepele karya Yesus. Hari ini kita belajar, kalau orang tidak bisa diberi tahu, dengar baik-baik, ada cara lain yang selalu membuat bisa orang bertobat, tapi cara itu sangat sakit. Itu bukan karen Tuhan benci, tapi itu karena Tuhan sayang, Dia tidak rela anak-anakNya binasa, Dia tidak sungkan untuk mengambil anggota tubuhmu, mengizinkan terjadi sesuatu yang menyakitkan karena Dia tahu ini semua akan mebawa damai dan pertobatan. Kalau seseorang sudah bertobat terlebih dahulu, dia tidak akan menerima cawan dari Tuhan itu, tapi kalau tidak, Tuhan akan merelakan itu, merelakan cawan murka itu tumpah atas hidupmu, dan didikan itu karena Tuhan mengasihimu! Ini waktunya engkau memilih, apakah hanya karena engkau sadar dan bertobat, atau harus karena sesuatu terjadi baru engkau sadar? Jangan menagih terus kepada Tuhan, tapi lakukan bagian kita, dan Ia pasti akan melakukan bagianNya.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Minggu, 17 Agustus 2014

Ibadah MInggu IFGF Palembang, 17 Agustus 2014

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
17 AGUSTUS 2014

By: PS. Robert Lie

Semua tergantung dari diri kalian, bagaimana kalian merespon perkataan Tuhan dan mencari Tuhan, serta bagaimana keluarga kalian mencari Tuhan. Kalau engkau sungguh-sungguh dalam Tuhan, cari Tuhan dan bayar harganya, hidupmu akan penuh dengan mujizat!

1. Gunung Kedewasaan
Masuk dalam kedewasaan! Kedewasaan itu hal yang normal selama engkau berdoa dan membaca alkitab setiap hari. Kedewasaan bukan target, tapi kedewasaan ini hal dasar yang harus dimiliki setiap kita, karena kedewasaan itu normal. Seorang anak yang penting makan, minum, dll, pasti akan menjadi dewasa, dan sama seperti kita, selama kita berdoa dan membaca alkitab setiap hari, engkau juga akan dewasa, masuk dalam kedalaman. Kalau hanya sekali-sekali berdoa, hanya sekali-sekali membaca akitab, ya wajar kalau engkau tidak menjadi dewasa, tidak bertumbuh.

Kalau engkau tidak jadi dewasa, engkau rugi! Kedewasaan adalah DASAR untuk menerima janji Tuhan. Kedewasaan tidak diukur dari berapa lama engkau ke gereja dan kapan engkau dibaptis. Banyak yang baru mengalami yang tidak enak sedikit langsung ngambek, itu tidak dewasa. Kalau engkau tidak dewasa dalam Kristus, engkau tidak bisa mendapat apapun karena engkau masih disamakan dengan budak sekalipun engkau adalah ahli warisnya.

Efesus 4:13
13: sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Seberapa penting kita menjadi dewasa?

Galatia 3:29
29:  Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.


Kita punya hak untuk dapat semua janji Tuhan di Alkitab kalau kita adalah milik Kristus. Tapi kenapa banyak yang tidak mengalami janji-janji Tuhan?

Galatia 4:1-4
1: Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
2: tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
3: Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
4: Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.


Dikatakan di ayat 3, kita itu tunduk kepada roh dunia dan engkau tidak bisa mendapatkan janji Tuhan kalau kita belum akil balig! Kedewasaan adalah legalitas untuk menerima janji Tuhan! Kedewasaan bukan tujuan akhir, tapi ini adalah langkah awal! Legalitas adalah hal yang penting! Ciri-ciri orang dewasa, makanannya makanan yang berat, dan minumannya bukan susu. Maksudnya apa? Banyak orang yang ketika khotbahnya keras, marah, curiga, kecewa, itu artinya masih bayi, belum dewasa. Jangan terlalu banyak komplain, tapi lakukan hal yang berguna bagi Kerajaan Allah! Cara berpikirmu, caramu berbicara harus dewasa. Life, character, ministry same like Jesus!

Mulai hari ini jadi orang Kristen yang dewasa! Orang yang dewasa itu tidak menuntut apapun kepada Tuhan, tapi apa yang bisa diberikan kepada Tuhan. Yang Tuhan minta itu tubuhmu, menjadi persembahan yang hidup. Semua itu ada harga yang harus dibayar! Kalau engkau dewasa, engkau diberikan otoritas dan kuasa dan mandat yang ajaib, sehingga engkau bisa berjalan secara supranatural. Uang bukan segalanya walau memang segalanya perlu uang, tapi apapun yang kita beri tidak akan pernah seimbang dengan apa yang Tuhan beri dalam hidup kita. Kalau engkau dewasa dalam mengelola uang dan tidak mata duitan, engkau pasti akan diberkati Tuhan!

2. Gunung Kekudusan

1 Petrus 1:13-16
13: Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
14: Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
15: tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
16: sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Kekudusan itu berada dalam keadaan yang murni, sesuatu yang murni seperti emas, emas yang dibakar menjadi cairan dan tidak ada kotoran, seperti itulah juga kekudusan. Kudus berasal dari kada kadosh, artinya naik lebih tinggi. Di tengah-tengah moralitas bangsa yang sedang turun, kita kadosh, yaitu menaikkan standar kita dibanding dengan standar dunia, minimal standarmu seperti standar Tuhan dan tidak turun sekalipun standar dunia sedang turun.

Di tengah-tengah orang tidak bisa berdoa, harusnya engkau bisa berdoa, itu kadosh. Di zaman Yosua pun menyuruh mereka menguduskan diri sebelum bertemu dengan Tuhan, sama seperti zaman Musa, Musa pernah juga berkata mengenai menguduskan diri sebelum bertemu dengan Tuhan. Kalau zaman dulu itu saja hidup kekudusan susah, apalagi zaman kita dimana "gadget generation", semua orang bisa mengakses apapun dengan mudah dalam waktu singkat.

Bagaimana standar hidupmu? Jangan ikuti standar dunia, tapi harusnya standar kita terus naik hingga kesempurnaan dalam kekudusan. Ketika engkau membuat standar hidupmu naik dari orang lain, engkau akan mengalami yang lain juga dari orang lain. Siapapun engkau kalau engkau bayar harga, standarmu lebih dari orang lain, ya engkau juga akan mengalami lebih dari yang orang lain alami. R
Responmu ini yang akan menentukan apa yang engkau akan alami dengan Tuhan.

Menaikkan standar dan berada di atas rata-rata, berpikir seperti Tuhan berpikir, kuduskan dirimu sebab Tuhan kudus. Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam kekudusan.

Kalau engkau hidup secara natural, ya lakukanlah seperti yang orang biasa lakukan. Tapi kalau engkau mau yang supranatural, engkau ya harus lakukan yang supranatural, semuanya lakukan lebih dari yang natural. Jangan hanya melihat kharisma orang, kemampuan orang, tampilan orang, karena belum tentu orang itu akan membawa engkau dalam kedalaman.

Engkau bisa memilih mau membangun rumah tangga seperti apa, itu tergantung engkau sendiri. Jangan menuntut Tuhan tinggi kalau engkau tidak mau menaikkan standarmu.

Roma 12:1
1: Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Ibadah bukan hanya datang ke gereja, tapi ibadah yang sebernarnya ya ibadah yang seperti dikatakan di ayat di atas. Ketika engkau mempersembahkan hidupmu di atas rata-rata, itulah ibadahmu yang sejati. Ibadah yang sejati itu engkau mempersembahkan hidupmu sebagai a living sacrifice!

Romans 12:1 (NKJV)
1: I beseech you therefore, brethren, by the mercies of God, that you present your bodies a living sacrifice, holy, acceptable to God, which is your reasonable service.

Dapat dijangkau, berada dalam jangkauan, ada kemampuan untuk menjangkau. Hidup dalam kekudusan itu bisa dijangkau, bisa sangat mampu dilakukan, memang bukan karena kemampuan kita, tapi karena Tuhan yang mau agar kita hidup kudus.

Ibrani 12:28
28: Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

Bagaimana untuk masuk dalam kekudusan yang sempurna? Tetap mengucap syukur, karena ada kuasa yang dahsyat ketika engkau mengucap syukur. Selain itu, tetap beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan, karena ada ibadah yang tidak berkenan. Lalu kita harus masuk dalam hormat dan takut akan Tuhan. Karena kalau engkau hidup takut akan Tuhan, hidupmu tidak akan "ngawur". Ketika engkau menaikkan standar hidupmu dengan Tuhan, hidupmu pasti akan berubah!

Kalau engkau menghormati Tuhan, engkau pasti datang ke gereja dengan respect kepada Tuhan! Jangan gunakan standar dunia! Kadosh itu semua aspek hidupmu naik di atas standar dunia, dan ini tidak enak, harganya mahal! Banyak orang mengeluh karena itu mereka tidak bisa kadosh. Mereka banyak yang melakukan tidak dengan sukarela, mengeluh, sehingga mereka tidak bisa kadosh.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY - 
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Selasa, 12 Agustus 2014

AoC Bandung, 11 Agustus 2014

AOC BANDUNG
11 AGUSTUS 2014

By: Ev. Johan Surja


Biar kita punya hati yang dewasa ketika kita mendengar sebuah kesaksian. Seringkali manusia saling menghakimi ketika melihat seseorang jatuh dalam dosa. Harusnya sebagai seorang saudara, kalau ada seseorang yang jatuh dalam dosa, harusnya kita menggandeng dia, membawa lagi hidupnya kepada Tuhan karena Tuhan merancangkan segala sesuatu untuk kebaikan.

Tuhan Jehovah Jireh, Dia mencukupkan semua keperluan kita, itu artinya Dia bukan memberi apa yang kita mau, tapi Tuhan memberi apa yang kita perlukan!

Kejadian 22:1
1: Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."

Dalam bahasa aslinya bukan mencoba, tapi Tuhan ingin membuktikan sesuatu, to proof something, dan bukan hanya membuktikan, tapi Tuhan ingin membanggakan Abraham kepada semua makhluk di muka bumi.

Ayat 2
2: Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Jangan pernah menuntut sesuatu yang dari Tuhan. Misalnya ketika MAKSIMAL, seringkali kita lupa apakah kita akan mempersembahkan sesuatu, melakukan sesuatu yang maksimal kepada Tuhan dibandingkan dengan apa yang engkau ingin dapatkan yang maksimal dari Tuhan. Jangan pernah tanya apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Banyak yang terjebak dengan apa yang akan kita terima yang maksimal dari Tuhan, dan selalu berpikir mengenai materi, uang, uang, dan uang. Kalau enkau mau mengalami Jehovah Jireh, ini pertama kali muncul di Kejadian 22, dan itu muncul ketika seorang Abraham mendengar suara Tuhan kalau dia harus memberi yang terbaik, anaknya yang dikasihi sebagai korban bakaran, dan itu artinya disembelih terlebih dahulu, baru dibakar.

Ayat 3:
3: Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Kapan Abraham merespon? Besok pagi langsung dia kerjakan tanpa dia tunda. Dia mempersembahkan yang terbaik, dan dia tidak menundanya. Kalau engkau mau menunda untuk memberi yang terbaik, biasanya akan ada suara kedua, ketiga, dan seterusnya, dan suara itu suara yang akan membuat engkau makin menunda dan menunda dan akhirnya tidak akan jadi memberi yag terbaik itu. Responmu itu harusnya berani untuk langsung memberi, JANGAN TUNDA! Pemberian itu sebenarnya bukan perkara jumlah! Kalau ada tantangan untuk menabur, tabur, tanya Tuhan, kalau engkau tidak ada uang yang banyak, beri apa yang ada yang engkau mau. Jehovah Jireh tidak hanya perkara uang! Tuhan itu bisa memenuhi semua yang kita perlukan, bukan hanya uang!

Ayat 4:
4: Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

Kadangkala Tuhan mengizinkan kit amenikmati penderitaan yang sangat sakit. Abraham selama 3 hari berjalan, dia akan mempersembahkan anaknya, harus menyembelih, mengorbankan, membakar anaknya, dan itu sangat sakit. Seringkali kita baru mengalami yang sedikit saja sudah teriak-teriak, tapi ini Abraham mengalami hal yang sangat berat.

Ayat 5:
5: Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."


Langkah berikutnya untuk menikmati Jehovah Jireh, tinggalkan bujangnya, tinggalkan mental pembantu, tinggalkan mental upahan! Bujang itu pembantu, mental-mental miskin! Orang miskin belum tentu punya mental miskin! Mental miskin itu mental yang hanya memikirkan dirinya sendiri, itu mental miskin, dan itu harus dibuang kalau engkau mau mengalami Jehovah Jireh! Tinggalkan, jangan sampai mental ini ikut!

Ayat 6:
6: Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Kayu itu berbicara tentang iman, apa itu iman?Sekalipun tidak ada dasar untuk percaya, Abraham tetap percaya, itu iman.

Ayat 7-8:
7: Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
8: Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Abraham tidak tahu kalau ada yang akan menggantikan Ishak untuk dikorbankan, tapi Abraham punya iman yang berkata kalau Allah yang akan menyediakan, Tuhan pasti menyediakan korban bakarannya. Ketika imannya bergerak, dia akan bergerak, dan ujungnya ada domba tersangkut dan itulah yang dikorbankan. Pertanyaannya, ketika engkau punya masalah, apapun masalahnya, perkara jodoh, keuangan, keluarga, beranikah engkau berkata Tuhan yang akan selesaikan semuanya sekalipun hari ini matamu masih melihat masalah?
Jehovah Jireh itu juga memiliki arti to see ahead, untuk melihat jauh ke depan, bahwa Tuhan akan menyediakan keperluan kita jauh di depan. Apakah pandangan matamu hanya melihat yang hari ini, yang jadi kenyataan yang engkau lihat sekarang, atau yang di depan engkau lihat? Kalau engkau percaya yang Tuhan katakan hari ini, setiap masalahmu hari ini, Tuhan akan dengan sangat cepat siapkan dan nyatakan kuasaNya, akan ada jalan keluar, penggenapan janjiNya dalam hidupmu dengan waktu yang sangat cepat! Believe something before it becomes a reality.

Ayat 9:
9: Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

Dia membangun mezbah sendiri, karena di gunung itu tidak ada mezbah Artinya ini berbicara mengenai hubunganmu, hidupmu dengan Tuhan. Hari ini, kalau engkau mau mengalami Jehovah Jireh, apakah engkau punya hubungan dengan Tuhan? Bangun mezbahmu! Bangun hubunganmu dengan Tuhan!

Ayat 10:
10: Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.


Mungkin orang berpikir "Ah Tuhan pasti cuma ngetes", tapi ketika ini Abraham tidak melihat domba, dia membangun mezbah, mengikat anaknya, dan dia sudah mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tapi Abraham melakukan yang Tuhan katakan, dia lakukan semuanya. Tapi karena dia punya hubungan dengan Tuhan, Abraham bisa mendengar suara yang dari langit itu.

Ayat 11:
11: Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."

Di detik-detik yang paling kritis, dia akhirnya bisa mendengar apa yang dikatakan Tuhan, dan pada akhirnya Abraham menyebutkan Tuhan sebagai Jehovah Jireh.

Dengan waktu yang sangat singkat, kalau engkau tangkap dan percaya, engkau akan mengalaminya, engkau akan melihat kemuliaan Tuhan dan penyediaan Tuhan yang sempurna atas hidup kita, tinggal engkau percaya atau tidak! Jangan lihat keadaan hari ini, lihat jauh ke depan kalau Tuhan akan mencukupinya!


Ketika Yesus memerintahkan muridNya untuk menangkap ikan dan mengambil uang yang ada di dalamnya, hanya murid yang mendengar dan melakukan perintah Tuhan untuk memancing ikan itu yang mendapatkan kesempatan untuk dibayar pajaknya, dan dia mengalami Jehovah Jireh.

Ayat 15-18:
15: Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
16: kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

17: maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
18: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."


Jatah bagian kita adalah kita diberkati dengan kelimpahan, asal kita lakukan bagian kita, yaitu mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan. Ketika engkau mempersembahkan dengan iman dan itu sesuatu yang sakit yang engkau berikan, jatah bagianmu adalah jatah bagian seperti Abraham!


By: Ev. Daniel Tjipto

Tidak selalu yang terbaik itu berbentuk harta, tapi mungkin dalam bentuk yang lain. Hari ini Tuhan katakan Tuhan mau buat breakthrough dalam hidupmu, bukan waktunya engkau untuk berhenti dan tidak bisa jalan lagi, bukan waktunya untuk engkau angkat tangan dan give up! Berikan, persembahkan yang menghalangimu itu! Ada yang mungkin masalah keuangan sudah bukan tantangan lagi karena sudah mengerti kalau semua dari Tuhan, tapi mungkin ada yang diminta Tuhan untuk memberikan waktunya untuk Tuhan, dll. Bagi yang menangkap sungguh-sungguh, bulan ini akan menjadi bulan Jehovah Jireh! Ini waktunya masuk titik TOV! Apa yang engkau persembahkan juga bukan yang sembarangan, tapi harus yang terbaik! Ini kesempatan, jangan sia-siakan! Berikan dalam ketepatan! Abraham melakukan TEPAT, tidak dikurangi dan tidak dilebihkan hingga titik terakhir dia akan menyembelih anaknya. Tuhan ingin lihat hingga titik terakhir engkau didapati setia dan lakukan semuanya dengan tepat! Firman akan jadi kenyataan, tidak ada penundaan lagi!

Imam itu tinggal di bait Allah, semua kepenuhan Tuhan harus kita alami!

Abraham mendirikian mezbah, dan zaman dulu mezbah itu didirikan dari batu, dan mezbah itu belum ada ketika Abraham di puncak gunung, dan itu Abraham dan Ishak mencari batu di sekitar situ untuk mendirikan mezbah. Itu batu tidak sembarangan batu, tapi batu yang benar-benar bisa klop, kalau tidak, ketika korban itu ditaruh di atas mezbah, mezbah itu akan hancur, karena itu disusun dengan batu yang sangat tepat, dan ini artinya mengenai ketepatan!

Pada waktu Jehovah Jireh itu hanya dikatakan, tapi tidak melakukan sesuatu, itu percuma. Abraham melakukan step by step dari awal hingga akhir Abraham akan menyembelih Ishak baru Tuhan memanggilnya. Itu artinya ketika manusia melakukan dengan ketepatan, itu baru Bapa beracara! Kalau tidak tepat, ya miss, lewat begitu saja. Kalau tidak punya iman hingga titik terakhir, ya miss, lewat.

Tuhan sangat merindukan Jehovah Jireh ini terjadi dalam hidup kita! Sebenarnya domba itu belum ada di daerah itu, karena mereka mencari batu satu per satu dari sekitar tempat Abraham mendirikan mezbah, dan mereka tidak menemukan domba, dan ketika semuanya sudah dilakukan dengan ketepatan, Tuhan menciptakan sesuatu yang tidak ada jadi ada! Manusia harus melakukan step by step, dengan ketepatan, dengan iman dan kesetiaan hingga garis akhir, baru Jehovah Jireh itu bisa terjadi, bisa menciptakan yang tidak ada pun jadi ada. Domba itu cerewet, tidak mungkin domba itu hanya diam kalau tersangkut, dan salah satu batu pasti ditemukan di semak-semak dimana domba itu tersangkut, dan yang mencari batu ini Abraham dan Ishak, mereka tidak buta, kalau ada domba pun mereka pasti menyadarinya.

Pada suatu hari Smith berkata kepada temannya untuk pergi ke toko sepatu, dimana temannya ini tidak memiliki telapak kaki karena kena bom. Namun akhirnya teman Smith ini pergi ke toko sepatu, dan ketika di toko sepatu, Smith memesankan sepatu dengan ukuran kaki temannya, dan temannya itu pertama kali memasukkan telapak kaki satu, dan ketika dia memasukkan kakinya ke sepatu yang satunya, tiba-tiba telapak kaki itu langsung ada, dan itulah Jehovah Jireh!

Jangan sombong, lakukan bagianmu bersama dengan Roh Kudus!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -