Minggu, 26 April 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 26 April 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
26 APRIL 2015

By: Ps. Robert Lie
MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN / MELAYANI TUHAN PADA MUSIMNYA

Bulan-bulan ini Tuhan akan melakukan pekerjaan yang ajaib dalam hidup kita, karena ini adalah The Greatest Season! Ini adalah musim Tuhan dimana Dia akan mencurahkan RohNya atas semua manusia, ini adalah musimnya kita mengalami apa yang tidak pernah dilihat, tidak pernah didengar, tidak pernah timbul di dalam hati. Musimnya sudah tiba! Kalau musim hujan, tidak peduli engkau suka tidak suka, atau mau tidak mau, tapi karena memang itu adalah musim hujan, dan bukan karena apa yang engkau lakukan, namun memang karena musimnya.

Banyak orang Kristen tidak mengerti bagaimana menangkap momennya Tuhan. Dalam musim Tuhan, engkau harus mengerti momen Tuhan, karena kalau engkau tidak mengerti, engkau akan kehilangan sebuah momentum. Momen Tuhan tidak datang dua kali, karena itu ketika engkau terlewat mengenai momen Tuhan, kita tidak tahu apakah momen itu akan kembali lagi atau tidak. Kalau engkau tidak meresponi, belum tentu ada kesempatan kedua untuk engkau menangkap momen Tuhan. Kalau engkau kehilangan momen, engkau kehilangan momentum Tuhan. Momentum adalah batu lompatan agar engkau bisa naik lebih tinggi lagi, dan dari momentum ini akan terjadi movement, kegerakan yang ajaib yang akan engkau alami bersama dengan Tuhan. Kalau engkau tidak mengerti tentang ini, hati-hati, jangan sampai dari yang momen menjadi monumen, sehingga ketika orang melihat engkau, orang hanya bisa mengenang apapun yang engkau lakukan dulu. Monumen hanya berisi kilas balik apa yang dulu pernah dilakukan. Masalahnya bukan yang dulu, tapi masalahnya apa yang engkau lakukan sekarang? Seringkali keberhasilan masa lalu menghambat keberhasilan masa depan kita, dan bisa membuat kesombongan. Yang terdahulu bisa jadi yang terkemudian, dan juga bisa sebaliknya. Pertanyaannya apakah engkau cinta Tuhan, engkau memiliki passion??

Layani Tuhan mumpung musimnya Tuhan masih ada, karena nanti ada waktunya ketika engkau mau melayani Tuhan tapi semuanya sudah selesai, sudah terlambat. Ada waktunya untuk bekerja, ada waktunya selesai dalam pekerjaan, bekerjalah selama masih siang. WaktuNya sudah sangat singkat! Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus kita selama masih siang, akan datang malam di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

Yohanes 9:4
4: Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

Kalau hadirat Allah nyata bekerja di tengah kita dan engkau tidak mengalaminya, artinya ada something wrong dalam hidupmu! Kalau musim hujan dan engkau tidak basah, artinya ada yang aneh! Masalahnya apakah engkau serius atau tidak dengan Tuhan? Jangan sia-siakan waktu yang ada, gunakan sebaik mungkin, karena waktu, momen Tuhan tidak bisa dibeli / dijual. Satu-satunya yang dapat kita lakukan yaitu dengan menggunakan waktu sebaik mungkin.

Setting ulang prioritasmu dengan waktu, lakukan apa yang harus dilakukan, apa yang tidak perlu, apa yang penting, apa yang tidak penting, dll. Tuhan berikan kita 24 jam setiap harinya, apakah kita bisa mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan Tuhan? Tanggungjawab kita adalah menggunakan waktu sebaik mungkin.

Waktu dan musim adalah sarana Tuhan yang Dia gunakan untuk beberapa hal:
1. Untuk mengukur sesuatu
2. Untuk sebuah perhitungan

Mazmur 90:12
12: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Bagaimana bisa engkau berkata mau memberi yang terbaik tapi engkau berikan waktu terakhir / sisamu untuk Tuhan? Waktu terbaik untuk Tuhan adalah fajar, dan sebelum tidur, akhirnya engkau mengawali dan mengakhiri harimu bersama Tuhan. Pertanyaannya, engkau berikan waktumu di bagian yang mana?

waktu adalah sarana yang TUhan gunakan untuk menilai hdup kita.
Banyak orang yang berkata kalau TUhan Yesus egois, belum usimnya pohon ara berbuah tapi Tuhan Yesus meminta buah dari pohon tersebut, ketika menemukan tidak ada buah, Tuhan Yesus mengutuk.
Waktu adalah sarana yang Tuhan gunakan, karena pada waktu ada awal dan ada akhirnya. Dalam waktu, ada awal, dan pasti ada akhirnya. Tapi pertanyaannya apakah engkau siap kalau waktu itu berakhir?

Ada 3 hal penting:
1. Lakukan pekerjaan Tuhan pada musim yang telah ditentukan Tuhan

Ketika Tuhan memerintahkan Musa bertemu Firaun, dia lakukan, tapi kalau dia tidak lakukan, dia akan kehilangan momen yang ajaib yaitu penyertaan Tuhan yang ajaib. Tuhan tidak selalu menyuruh kita seperti ini, semua ada musimnya. Ketika Tuhan suruh lakukan, ya lakukan. Seringkali kita tidak taat, sehigga kita menghilangkan sebuah musim yang Tuhan akan sediakan untuk kita.

Engkau harus bisa menilai zaman, tahu engkau hidup dalam musim apa, apa yang sedang Tuhan lakukan dan apa keterlibatanmu dalam musim itu.

Mazmur 24:7
7:  Wake up, you sleepyhead city! Wake up, you sleepyhead people! King-Glory is ready to enter. 

Sleepyhead adalah orang-orang yang ketika diajak ngobrol, dia malah tidur. Engkau harus tahu apa yang Tuhan sedang lakukan di tengah-tengah kita, ketahui apa yang jadi keterlibatan kita di musimnya Tuhan ini.


2. Setiap musim memiliki ciri khas masing-masing.

Pengkhotbah 3:1-2
1: Untuk segala sesuatu ada waktunya Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
2: Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;

Tuhan ingin menggunakan kita dengan setiap keunikan kita masing-masing, tujuannya nama Tuhan dipermuliakan. Be yourself, jadilah dirimu sendiri, jangan jadi orang lain. Billy Graham berkata kalau dia bisa mengulang hidupmya lagi, dia hanya ingin memuridkan 12 orang saja, dia ingin menduplikasikan dengan kapasitas yang sama seperti dirinya pada 12 orang tersebut.


3. Ada masa dimana kita tidak bisa melakukannya lagi
Yohanes 9:4
4: Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

Don't waste your time! Tidak ada musim yang dimulai dan tidak berakhir, semua ada awal dan akhirnya. Ada masanya dimana engkau tidak bisa melayani, tidak bisa ke gereja, tidak bisa lagi berdoa mencari Tuhan. Selama masih ada kesempatan, don't waste your time!

Tuhan gunakan musim untuk mengukur, merencanakan, membuat perhitungan, dan juga untuk menilai kita. Ketika Dia datang kembali, apakah kita menghasilkan buah bagi Kristus? Jangan sampai momen dan musim yang Tuhan berikan hanya menjadi monumen dalam hidupmu.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Senin, 20 April 2015

AoC Bandung, 20 April 2015

AOC BANDUNG
20 APRIL 2015

By: Ev. Johan Surja

1 Raja-Raja 12:1-17
1: Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja.
2: Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat -- pada waktu itu dia masih ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo -- maka kembalilah ia dari Mesir.
3: Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam:
4: "Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu."
5: Tetapi ia menjawab mereka: "Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku." Lalu pergilah rakyat itu.
6: Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: "Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?"
7: Mereka berkata: "Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu."
8: Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya,
9: katanya kepada mereka: "Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?"
10: Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: "Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami -- beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku!
11: Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi."
12: Pada hari lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: "Kembalilah kepadaku pada hari lusa."
13: Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya;
14: ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: "Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi."
15: Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan TUHAN, supaya TUHAN menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat.
16: Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja: "Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu! Ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!" Maka pergilah orang Israel ke kemahnya,
17: sehingga Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda.

Rehabeam memiliki hak waris untuk memeerintah 11 suku Israel, tapi akhrinya kenapa dia hanya berkuasa atas 1 suku saja? Rehabeam artinya the people will follow you, tapi kenyataannya tidak. Dia memiliki fasilitas, benih untuk menjadi orang yang besar, memiliki kuasa, memiliki semuanya, tapi dia tidak bisa menjadi besar. Kenapa? Karena ada sesuatu yang dibonsai selama hidupnya, yaitu dia tidak mendengarkan orang-orang tua yang sudah selama ini bersama dengan bapaknya, Salomo, yang menjadikan Salomo raja yang terbesar, raja yang agung, dikenal orang banyak. Dia mengabaikan orang-orang tua, dan lebih mendengar orang-orang muda yang penuh dengan nafsu, keinginan, ambisi, kedagingan, marah, dll. Dia memilih bukan dari nasehat yang benar, tapi memilih dari yang tidak memiliki pengalaman. MEMILIHLAH UNTUK MENDENGAR DARI SUARA ROH KUDUS, SUARA TUHAN, bukan dari kedagingan atau orang lain.

Salomo memberikan anaknya untuk dididik oleh penasehat-penasehat tua itu, tapi Rehabeam memilih untuk memberontak, tidak mau dididik oleh penasehat yang dimiliki Salomo. Apa artinya? Kalau engkau mau jadi besar, PILIHLAH DIDIKAN yang dari Tuhan. Kalau engkau menutup pintu didikan, engkau itu seperti membonsai hidupmu sendiri dan tidak akan pernah bisa jadi besar, padahal engkau itu sangat bisa menjadi besar. Hari ini, mari memilih untuk dididik Tuhan sekalipun sepertinya keras, tidak enak. Tapi ketika engkau memilih untuk bertahan dalam dididikan itu, engkau akan bisa menjadi besar! Setiap kita memiliki potensi untuk menjadi besar, menjadi hebat! Siapapun engkau yang hidup di dunia ini, engkau adalah pemenang, yang sudah mengalahkan jutaan pesaing bahkan sebelum engkau lahir di dunia. Didikan Tuhan itu akan membuat dirimu menjadi besar!

Yerobeam mendapat nubuat dari Ahia kalau dia akan memimpin 10 suku Israel, tapi kenapa akhirnya dia justru melakukan perkara yang jahat? Dia sudah mendapat hal yang besar, tapi hidupnya juga dibonsai. Kenapa? Ketika itu rakyatnya akan beribadah ke Bait Suci, dia malah menghalangi rakyatnya dan membuat lembu emas sehingga menyesatkan sebuah bangsa. Ketika engkau menerima yang besar, dan ketika engkau takut melepaskan apa yang engkau sudah dapat, ujungnya akan dipotong, dan engkau tidak mendapatkan apa-apa. Ketika engkau menangkap yang besar dari Tuhan, ketika berkat besar itu datang dalam hidupmu, dan ketika Tuhan minta, pertanyaannya apakah engkau mau melepaskannya, atau tidak? Kita sebenarnya sudah ditentukan Tuhan untuk jadi besar! Masalahnya apakah engkau memiliki sikap hati yang benar, atau engkau memiliki sikap hati seperti Rehabeam atau Yerobeam?

Jangan pernah berhenti sebelum Tuhan berkata untuk berhenti, jangan pernah berjalan sebelum Tuhan yang menyuruh untuk jalan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Sabtu, 18 April 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 19 April 2015


IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG

19 APRIL 2015

By: Ps. Pendy Sofian

Lukas 12:54-59
54: Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
55: Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
56: Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
57: Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
58: Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
59: Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."

Penting untuk kita bisa menilai apa yang terjadi di zaman ini, zaman apa yang sedang kita hidupi saat ini. Kalau engkau tidak tahu, engkau bisa kelewatan berkat yang sudah disediakan Tuhan di musim ini. Musim itu adalah waktu dimana sesuatu diproduksi secara maksimal, misalnya ketika musim durian, masa itulah dimana produksi durian tertinggi.

2015-2016 adalah masanya para imam! Kita berada di bawah covering imam, dan kalau engkau mengerti hal ini, ada jatah yang berbeda antara imam dengan orang yang lain. Imam itulah yang paling dekat, paling intim dengan Tuhan, tinggal di Bait Allah. Banyak mujizat yang terjadi di sini karena kita berada di dalam covering imam, di dalam kelompok imam. Dalam peperangan, ketika kelompok imam turun tangan, akan terjadi sesuatu yang supranatural di tempat itu. Imam tidak bertemu dengan musuhnya, namun Tuhan memberi kemenangan yang luar biasa. Ketika di bawah kepemimpinan Yosua, bangsa Israel akan menyebrang Sungai Yordan dan di barisan paling depan adalah barisan pengangkat tabut. Ketika di Kota Yerikho dimana terdapat sistem perbentengan yang paling canggih di zaman itu, namun ketika itu di barisan yang paling pertama mengelilingi Yerikho adalah barisan imam, dan peniup sangkakala juga kelompok imam, ketika itu ditiup, tembok Yerikho hancur. Ketika di zaman Yosafat, mereka berjalan ke lembah itu dan melakukan pujian penyembahan, dan yang melakukannya adalah suku Lewi. Ketika bangsa Israel mulai menyanyikan puji-pujian, Tuhan membuat kegaduhan di bangsa musuhnya, dan mereka saling membunuh sehingga ketika bangsa Israel datang, mereka tidak berperang lagi, hanya menjarah, dan bahkan menjarah selama 3 hari.

Ini adalah masanya kelompok imam, dan artinya ada jaminan kemenangan secara supranatural di hidup kita. Ketika kita keluar dari Bait Suci dan masuk dalam peperangan, selalu ada kemenangan secara supranatural yang diberikan. Ketika para imam keluar, mereka membawa kekudusan Tuhan, dan yang tidak kudus yang bukan dari Tuhan akan mati sehingga terjadi kemenangan. Ini adalah musimnya para imam, tapi musim itu ada waktunya. Kalau engkau bisa hidup sesuai tuntunan Tuhan, tuntutan Tuhan, engkau akan melewati musim ini secara luar biasa! Musim durian itu tetap ada sekalipun engkau tidak tahu, engkau doa ataupun tidak, itu akan tetap terjadi, tapi tidak tahu apakah engkau bisa menikmati hal tersebut atau tidak. Perhatikan bagaimana caramu hidup. Para imam tidak dilatih untuk membunuh secara face to face, satu orang membunuh ratusan orang, bahkan satu lawan satu pun belum tentu menang. Ketika engkau keluar, harusnya sesuatu yang supranatural itu terjadi di hidup kita, akan terjadi kemenangan demi kemenangan yang harusnya menjadi bagian kita semua kelompok imam.

Luke 12:56 (THE MESSAGE)
56: Frauds! You know how to tell a change in the weather, so don't tell me you can't tell a change in the season, the God-season we're in right now.

Musim Tuhan apa yang ada dalam hidup kita hari ini?

Luke 12:57 (THE MESSAGE)
57: "You don't have to be a genius to understand these things. Just use your common sense,

Mari perbaiki cara hidup kita, maka kita kaan melihat bagaimana Tuhan akan bekerja secara luar biasa hari-hari ini!

Imamat 26:2-13
2: Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah TUHAN.
3: Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya,
4: maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.
5: Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.
6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apa pun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.
7: Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
8: Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
9: Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu.
10: Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.
11: Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu.
12: Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.
13: Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak."


Tuhan akan menempatkan kemahNya di tengah-tengah kita, dan bahkan Tuhan akan hadir di tengah-tengah kita. Ayat 4-13 itu tidak akan terjadi kalau engkau tidak melakukan yang di ayat 2 dan 3.

Syarat pertama: Memelihara hari Sabat Tuhan dan menghormati tempat kudus Tuhan
Imamat 26:2
2: Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah TUHAN.


Ketika akan ibadah Minggu, seberapa engkau mempersiapkan semuanya dan datang bahkan sebelum waktu yang ditentukan, itu akan merepresentasikan bagaimana penghormatanmu akan hari Sabat, mengenai hari ibadahmu pada Tuhan. Pada acara penting pun engkau tahu bagaimana cara memberi yang terbaik, datang sebelum waktunya, karena engkau tahu bagaimana menghormati orang yang membuat acara itu, tapi bagaimana penghormatanmu dengan Tuhan, dengan hari Sabatnya Tuhan, waktu ibadahnya kita dengan Tuhan? Di bangsa Israel, ketika hari Sabat mereka tidak melakukan apapun, mereka akan lebih banyak berdoa dan membaca Taurat. Bahkan di hotel pun ada lift untuk hari Sabat, karena tubuh itu tidak boleh melakukan apapun selain yang berhubungan dengan ibadahnya dengan Tuhan, berdoa, membaca Taurat.

Kelompok imam itu tidak bisa bergerak sendirian, sangat dibutuhkan yang namanya unity, kesehatian, kesepakatan. Misal untuk mengangkat tabut pun dibutuhkan 4 orang. Kehidupan imam Eli memang benar, namun kehidupan anaknya kacau. Yang diperhitungkan dalam imam itu tidak hanya pribadi, tapi harus kelompok! Imam Eli menghormati Tuhan, namun ketika anak-anaknya tidak, ya tidak bisa. Kelompok imam diperhitungkan kebenarannya dalam sebuah kelompok, tidak bisa hanya masing-masing.

Syarat kedua: Hidup menurut ketetapan Tuhan, berpegang pada perintahNya dan MELAKUKANNYA (JADI PELAKU FIRMAN)Imamat 26:3
3: Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya,

Dua syarat tersebut yang menjadi kunci untuk kita bisa menikmat the greatest season, dan semua dimulai dari sikap hati kita.

Yang kudus akan semakin kudus, yang tidak kudus akan semakin tidak kudus, dan kedua hal ini tidak bisa berjalan bersamaan. Di depanmu ada dua jalan, engkau harus pilih, ketika engkau memilih, engkau tidak bisa berpaling lagi dari jalanmu itu, pilihannya hanya dua, kudus atau tidak kudus. Awalnya mungkin terlihat seolah-olah sejalan, seolah-olah bisa berjalan bersama-sama, tapi ujungnya akan berbeda jauh. Hari ini, engkau diperhadapkan hal yang sama, engkau boleh pilih, dan engkau mau memilih yang mana? Engkau mau menjadi orang yang didamaikan, atau engkau mau menjadi orang yang mendamaikan orang lain di hadapan Tuhan?


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Minggu, 12 April 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 12 April 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
12 APRIL 2015

By: Ps. Robert Lie


Kita tidak berada di musim yang biasa, tapi kita masuk dalam The Greatest Season. Apa yang Tuhan katakan, apa yang Tuhan janjikan, itu selalu Dia kerjakan! Semalam Tuhan buka akses sehingga setiap kita bisa masuk dalam Ruang Tuhan yang kudus, untuk mengalami hadirat Tuhan yang nyata. Tuhan akan menarik harta bangsa-bangsa dan memindahkannya ke tempat ini! Nanti dengan tiba-tiba dan tak terduga, akan banyak berkat Tuhan yang tiba-tiba masuk untuk gereja ini.

Beberapa waktu lalu Tuhan taruh kabut di tempat ini, dan itu hanya ada di sepergelangan kaki. Kabut pun merupana cara pengairan terbaik di Taman Eden. Kalau engkau mau menikmati kabut Tuhan ini, engkau tidak bisa berdiri, tapi harus tersungkur. Apa kunci dari Revival? HUNGER! Haus dan lapar akan Tuhan. Tuhan akan bawa kita ke musim yang baru, yang tidak pernah engkau pikirkan, tidak pernah engkau lihat ataupun dengar. Jangan bergantung dengan WL, tapi engkau bisa mulai menyembah Tuhan bahkan sebelum WL menyembah Tuhan.

Kalau engkau mau emngalami yang dahsyat, jangan takut untuk melepaskan apa yang Tuhan titipkan dalam hidupmu. Apa yang engkau tabur, itu yang engkau tuai! Kalau engkau covenant dengan gereja ini, engkau juga berhak untuk mendapatkan apa yang Tuhan janjikan kepada gereja ini! Percaya dan sepakat!

Salah satu tanda dari the greatest season adalah mengenai keuangan. Our God is a Master of Breakthrough! Tuhan bisa buat apa yang tidak ada jadi ada, yang tidak mungkin jadi mungkin! Kelimpahan itu akan bergantung dengan kapasitasmu masing-masing. Engkau masuk dalam kelimpahan itu ketika engkau diberkati dan engkau bisa memberkati orang lain! Kelimpahan itu engkau menikmati berkat Tuhan, dan engkau bisa memberkati orang lain.

Kemegahan gereja Tuhan akan melampaui kemegahan gereja mula-mula, karena Tuhan akan guncangkan langit dan bumi dan segala isinya seperti di Hagai 2.

Hagai 2:6-7
6: Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
7: Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.


The greatest season, Tuhan akan berkati kita secara jasmani dan rohani agar perjanjianNya kepada Abraham itu terjadi, oleh karena kita semua bangsa akan diberkati! Orang akan menilaimu dari gaya hidupmu, cara hidupmu. Kalau engkau berkata engkau berjalan bersama Tuhan tapi engkau tidak berbuat baik, itu omong kosong, karena Yesus berjalan berkeliling sambil berbuat baik! Yang lebih penting sebenarnya adalah kekuatan untuk mendapatkan kekayaan, bukan kekayaan itu sendiri. Tapi ini tergantung pada hatimu, kalau engkau tidak melekat dengan uang, engkau akan dapatkan. Terima pengurapan tersebut, maintenance urapan tersebut, dan terus masuk lebih dalam agar pengurapan itu meningkat!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Selasa, 31 Maret 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 29 Maret 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
29 MARET 2015

By: Ps. Robert Lie

Biarlah rohmu menyala-nyala dan melayani Tuhan. Tapi kenapa seringkali tidak on fire? Karena tidak ada api Tuhan lagi dalam hidupmu. Biar hari ini api Tuhan dicurahkan dalam hidupmu!

1 Raja-Raja 18:20-24
20: Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel.
21: Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun.
22: Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.
23: Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Aku pun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api.
24: Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!" Seluruh rakyat menyahut, katanya: "Baiklah demikian!"


Ketika itu, hanya Elia abdi Allah yang masih hidup di zaman itu. Lalu mereka mengadakan kompetisi antara nabi Allah dan Baal, karena saat-saat itu mereka tidak percaya pada nabi Allah, sehingga Elia pun berkata untuk mempersiapkan dua persembahan, dan siapa yang menyambutnya dengan api itulah Tuhan. Nabi Baal sudah melakukan semuanya, namun tidak ada api, lalu Elia pun mulai menyiapkan tiga hal sebelum api Tuhan benar-benar turun.

Ada yang diajak berdoa, dia berkobar-kobar, ada yang ketika melayani, sangat senang, ada yang malas, ada yang sangat berapi-api ketika membaca Alkitab, ada yang ogah-ogahan. Iman timbul dari pendengaran, kenapa kita berdoa teriak-teriak? Agar timbul iman melalui pendengaranmu dari perkataan yang engkau katakan. If you believe, you will receive it! Engkau percaya dan sepakat dengan Tuhan, engkau akan mengalami kesembuhan itu dari Tuhan!

Kalau engkau mau semakin hari dipakai Tuhan semakin dahsyat, engkau tidak hanya harus meminta direction, tapi juga engkau harus meminta correction dari Tuhan.

3 hal yang dilakukan Elia sehingga bisa menurunkan api dari Tuhan:
1. Memperbaiki mezbah Tuhan
1 Raja-Raja 18:30
30: Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.


Elia melakukan hal ini yang pertama kali sebelum api turun, yaitu memperbaiki mezbah Tuhan. Banyak yang seperti coca-cola, semangat, lalu habis, karena dia tidak memiliki mezbah dalam kehidupannya sehari-hari. Engkau tidak boleh hanya menerima apa yang diberikan Tuhan melalui hamba Tuhan, tapi engkau juga harus belajar bagaimana menjaga api itu agar tetap on fire, dan membuat api itu terus berkobar dan berkembang! Tidak cukup hanya semangat, tapi engkau juga harus memperbaiki mezbah Tuhan. Kita bisa melayani sedemikian bagus, tapi apakah engkau memiliki mezbah Tuhan di rumahmu? Banyak yang sibuk melayani, tapi tidak memiliki waktu pribadi dengan Tuhan, tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Ingat darimana engkau diambil. Tuhan harus tetap jadi yang utama, tapi banyak orang yang menjadikan Tuhan yang "sisa", memberikan Tuhan yang "sisa". Percuma engkau melayani tapi engkau tidak memiliki mezbah Tuhan secara pribadi dalam hidupmu. Tidak cukup hanya mezbahnya, tapi juga harus ada korbannya, persembahannya. Dia bukan Tuhan yang mau mengambil sesuatu dari hidupmu, tapi seringkali Dia hanya mengetes hidupmu, apakah engkau pelit dan hitung-hitungan atau tidak.

2. Pengorbanan
1 Raja-Raja 18:34-35
34: Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,
35: sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itu pun penuh dengan air.


Pada saat itu, air lebih penting dari makanan / uang, karena saat itu adalah musim kemarau dan 3.5 tahun tidak turun hujan, kemarau panjang. Dalam masa kemarau panjang, maka yang paling berharga adalah air. Elia mengorbankan yang terbaik di masa itu, yaitu air. Dia siram air empat buyung hingga tiga kali, artinya 12, dan artinya itu tidak hanya imamnya yang harus berkorban, tapi semuanya harus berkorban, bukan masalah banyak / sedikitnya, tapi ketika bersatu, barulah akan terjadi suatu kesatuan dan itu akan membuat api Tuhan turun atas hidupmu. Parit yang kosong dipenuhi air, artinya tempat yang kosong dipenuhi dengan pengorbanan semua orang, sehingga api Tuhan turun atasnya. Semua kita punya bagian masing-masing, dan mari berkorban sesuai dengan apa yang Tuhan percayakan dalam hidupmu.

3. Motivasi yang benar
1 Raja-Raja 18:37
37: Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."


Elia tidak meminta untuk mendapat pengakuan dari bangsa Israel, dari Ahab, ataupun dari nabi Baal, tapi dia melakukan smeua itu agar mereka berbalik kepada Tuhan dan mengetahui kalau Tuhan adalah Tuhan yang hidup. Seringkali motivasi kita tidak tulus, ingin dilihat dan orang respect, membuktikan dirinya. Tapi Elia memiliki ketulusan yang luar biasa, dia ingin agar orang mengetahui kalau Tuhan itu Tuhan yang hidup, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Hati yang tulus dibutuhkan agar kita dibawa Tuhan lebih tinggi lagi.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Selasa, 17 Maret 2015

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 15 Maret 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
15 MARET 2015

By: Ps. Robert Lie

In God, our limitation is unlimitted. Jangan batasi diri kita, sekalipun kita terbatas, tapi kita punya Tuhan yang tidak terbata, sehingga keterbatasan kita menjadi tidak terbatas.

Yesaya 44:3
3: Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

Yoel 2:23-26
23: Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.
24: Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.
25: Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.
26: Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.


Tuhan tidak membuat kita malu lagi, tempat pengirikan akan dipenuhi gandum, tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak, karena Dia mencurahkan hujan yang ajaib di dalam hidup kita. Kita jangan hanya punya mental untuk menerima orang yang memberkati kita, tapi juga kita harus memiliki mental untuk memberikan sesuatu untuk orang tersebut.

Bagaimana agar mengalami hujan itu? Harus memiliki haus dan lapar akan Tuhan! Hati kita ini diibaratkan tanah, kenapa harus jadi tanah yang haus, hati yang haus?

1. Orang lapar / haus akan mencari terus-menerus hingga dipuaskan
Kalau engkau cuma mencari makan, itu berbeda dengan ketika engkau kelaparan / kehausan. Orang yang sedang kehausan / kelaparan itu akan menerima dengan cara yang berbeda.

Matius 5:6
6: Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.


Engkau akan menjadi orang yang bahagia kalau engkau memiliki roh yang haus dan lapar akan kebenaran! Seringkali kita tidka menerima pewahyuan karena kita tidak sungguh-sungguh mencari, tidak memiliki kehausan. Kalau engkau datang dengan hati yang haus dan lapar, maka engkau akan dipuaskan oleh Tuhan. Orang yang haus dan lapar akan Tuhan tidak akan peduli dengan kiri kanannya, dan seringkali kita terlalu peduli dengan apa kata orang, apa yang orang lihat tentang dirinya. Di dalam gerejapun, dalam penyembahan yang sama, semuanya sama, tapi kenapa ada yang rohaninya lebih cepat bertumbuh, ada yang dijamah Tuhan, ada yang tidak mengalami apa-apa? Karena rasa haus dan lapar itu yang akan membedakan! Respon hati yang berbeda juga akan menghasilkan hasil yang berbeda. Mau engkau berada dimanapun kalau engkau tidak memiliki sikap hati yang haus dan lapar, engkau tidak akan mengalami apapun!

Apa yang harus kita lakukan dan hal apa yang harus kita rindukan dengan haus dan lapar?

1. Kehadiran Tuhan

Ulangan 4:29
29: Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.


Banyak yang belum bisa bertemu dengan Tuhan karena belum mencari dengan segenap hatinya.

Ulangan 4:29 (BIMK)
29: Lalu kamu akan mencari TUHAN Allahmu, dan kalau kamu mencari-Nya dengan segenap hatimu, kamu akan menemukan Dia.


Kalau engkau mencari dengan segenap hatimu, maka engkau akan menemukan Dia. Haus akan kehadiran Tuhan, karena kehadiran Tuhan adalah segala-galanya untuk kita. Banyak yang datang ke gereja karena ingin tangan Tuhan, bukan pribadiNya, bukan kehadiranNya.


2. Firman Tuhan

Mazmur 119:9-11
9: Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
10: Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
11: Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Kalau engkau haus dan lapar akan FirmanNya, maka FirmanNya akan jadi nyata dalam hidupmu. Banyak yang membaca Alkitab tapi tidak bertumbuh, karena hanya sekedar membaca tapi tidak merenungkannya. Kalau engkau haus dan lapar akan Firman itu, maka Firman itu akan jadi nyata. Banyak yang hanya tahu Firman, tapi tidak hidup di dalam Firman. Percuma kalau engkau tidak menjadi pelaku Firman sekalipun engkau sudah berkali-kali membaca Alkitab. Ezra berkata kalau dia tidak hanya membaca Firman, tapi juga melakukan Firman tersebut.

Yosua 1:8
8: Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.


Orang yang haus dan lapar akan Firman akan dipuaskan oleh Firman tersebut. Firman itu adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Kalau engkau punya hati yang haus dan lapar akan Firman, maka engkau akan jadi terang karena engkau memiliki pelita tersebut. Belajar mencintai Firman lebih dari yang lain.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Senin, 09 Maret 2015

AoC Bandung, 9 Maret 2015

AOC BANDUNG
9 MARET 2015

By: Ev. Pramono Limanto

Kalau Tuhan beserta dengan kita, Dia akan suka memberi "surprise" untuk hidup kita. Sifat dasar Tuhan kita adalah Tuhan yang suka memberi surprise dalam hidup kita.

1 Korintus 2:9
9: Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Kalau Tuhan beserta kita, Imanuel beserta kita, salah satu cirinyaadalah surprise akan datang dalam hidup kita.

Efesus 3:20
20: Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 

Dia lakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan, apakah itu bukan surprise? Entah dengan sekolah, rumah tangga, pelayanan, pekerjaan, apapun yang dijalaninya, Tuhan bekerja jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan dan pikirkan. Kita harus lakukan apa agar kejutan itu muncul? Kalau mau 2 ayat itu terjadi, kita tidak bisa hanya menunggu secara pasif, karena pemikiran seperti itu tidak sepenuhnya benar sekalipun Keluaran 14:14 kita hanya perlu diam.

Keluaran 14:14
14: TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." 

1 Raja-Raja 3:4-14
4: Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.
5: Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." 
6: Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
7: Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.
8: Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.
9: Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" 
10: Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
11: Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,
12: maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.
13: Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja.
14: Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu."

Setelah mereka mempersembahkan korban yang banyak, Tuhan datang lewat mimpi kepada Salomo. Ketika Salomo ditanyai mengenai hal tersebut, jawaban Salomo itu dia meminta hikmat, dan hikmat yang diminta Salomo adalah di luar perkiraannya Tuhan, terbukti dengan apa yang dikatakan Tuhan demikian di ayat 11, sehingga apa yang diminta Salomo, Tuhan beri semuanya, bahkan lebih dari apa yang diminta Salomo dan apa yang bahkan juga tidak dipikirkan Salomo pun diberikan Tuhan. Kalau engkau mau mendapatkan surprise dari Surga, engkau juga harus memberikan surprise terlebih dahulu ke Tuhan. Mungkin ada yang bertanya, kan ada ayat yang berkata kalau bahkan sebelum kita berdoa pun Tuhan sudah tahu apa yang kita doakan? Yesus yang kita sembah, seringkali "membatasi" kemahatahuannya, Dia seringkali membatasi kemahatahuannya hingga sesuatu yang heroik itu keluar dari batasan kita.

Dia Tuhan yang maha kuasa, tapi tahukah Tuhan yang kita sembah, ketika Dia berurusan dengan kita manusia, seringkali Dia tidak menggunakan kemahakuasaannya, buktinya Dia berikan kepada kita free will, kehendak bebas, kemauan bebas, Dia tidak memprogram hidup kita, sehingga ketika menciptakan manusia, bisa ada yang menolak Dia, ada yang menerima Dia. Ketika kita memutuskan kita mau menerima Tuhan, itu seperti surprise juga untuk Tuhan, karena ada kemungkinan juga untuk kita menolak Tuhan, ketika kita memutuskan untuk mencintai Tuhan pun itu juga menjadi surprise untuk Tuhan, karena dari kita pun bisa ada kesempatan untuk kita membenci Tuhan. Ketika yang "keren" itu muncul dari hidup kita, yang "keren" dari surga juga akan terjadi atas hidup kita.

Orang kedua yang Tuhan katakan apa yang engkau mau untuk Aku perbuat bagimu selain pada Salomo, adalah pada orang buta di Bartimeus. Ketika Yesus bertanya, sebenarnya Dia itu juga punya perkiraan daftar mengenai apa yang mungkin akan orang ini minta, dan ternyata apa yang diminta Bartimeus itu ada di dalam daftarnya Tuhan, masih "in the box". Selama jawaban doamu standar, Tuhan tahu apa yang akan engkau minta, tapi apa yang dijawab Salomo itu "out of the box" nya Tuhan. Jangan jadi Kristen standar kalau engkau mau dapat yang lebih dari Tuhan! Buat Tuhan terkejut dengan responmu, dengan doamu, dengan tindakanmu, maka Tuhan akan buat di luar dari perkiraanmu.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -